IDF 2024
Liquid Ranah

oleh :
Linda Mayasari
Arco Renz
Nia Agustina
River Lin

Pernyataan Kuratorial

IDF 2024 Liquid Ranah mengajak para seniman dan penonton untuk menyelami kemungkinan-kemungkinan gerak yang cair. Dengan bentuk-bentuk, identitas, kenangan, suara, gestur, tindakan, dan pikiran yang cair, kita merayakan bagaimana tari kontemporer memperkaya interaksi sehari-hari kita dengan tempat, komunitas, dan media.

Liquid Ranah menggabungkan terjemahan bahasa Inggris untuk kata “cair” dalam bahasa Indonesia, dan terjemahan bahasa Indonesia untuk kata “realms” dari bahasa Inggris, dan merupakan gerakan antara dua bahasa, bidang yang dinamis dalam spektrum ranah linguistik. Liquid Ranah bukanlah lokasi fisik, melainkan situs metaforis yang mewakili kekuatan transformatif tari kontemporer. Kerangka metaforis ini menunjukkan bahwa tubuh, koreografi, dan panggung tidak bersifat padat, tetapi cair, terus-menerus berkorespondensi dan bernegosiasi dengan makna, ditandai oleh sejarah, dan signifikan baik secara psikologis maupun komunal, sehingga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang masyarakat dan diri kita sendiri.

Liquid Ranah mewujudkan gagasan tentang fluiditas dan keberagaman, serta membentuk kembali kemampuan beradaptasi dan ketahanan kita sendiri di dalam dunia yang terus berubah, termasuk cara-cara mengkoreografi visi dan tubuh kita. Lantaran kerangka biner lama dalam mendekati tradisi, bahasa, budaya, dan gender tidak lagi berkelanjutan, menjadi cair adalah taktik untuk maju –secara sosial, fisik, dan afektif.

Bergabunglah dengan IDF 2024 dan jelajahi dunia cair ini, di mana panggung menjadi ruang untuk mengalami kegembiraan, dialog, dan pemberdayaan.

Program IDF 2024

Pertunjukan Malam

Pertunjukan Kampana

Pertunjukan Situs Spesifik

Lokakarya & Masterclass

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

7 November 2020

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

26 November 2021 | 19:00 - 19:30

Doa ucapan syukur dan pengharapan yang tidak pernah berakhir. Getaran doa yang merasuk ke dalam tubuh adalah sebuah misteri yang tidak akan pernah terjawab. Di mana pun titik awal dan akhir, doa senantiasa mengikuti perjalanan kita. Doa yang sederhana dan tubuh yang sederhana, keduanya akan bergetar selamanya. Selapan sebuah karya hasil eksperimentasi lintas disiplin yang mendialogkan tari dan etnomatematika, yang merespon candi Borobudur.

27 November 2021 | 19:00 - 19:30

Putih-putih, putih pekat kekuningan menjadi abu-abu. batu-batu, keras, sedang dan kompak. Bongkahan, pecahan, remukan, rapuh, larut dan mengendap. Merekatkan dan mengubah penampilan. Tubuh mekanik menjadi kosmik.

28 November 2021 | 19:00 - 19:30

Karya 0-Excelsior adalah tawaran untuk mencari kekosongan melalui penjelajahan ke situs-situs di lingkup sekitar, yang divisualkan dengan intervensi aksi sensual untuk menyibak realitas lain di dalam ruang keseharian.

2 Desember 2021 | 19:00 - 21:00

Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis dengan format simposium virtual. Program ini ditujukan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi praktisi seni tari dan peneliti lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, yang memiliki praktik terkait wacana tubuh dalam konteks dinamika masyarakat kontemporer hari ini. Topik diskusi kali ini membedah proses pertukaran perspektif dalam menatap candi Borobudur antara koreografer dan ahli matematika yang terlibat di Layar Terkembang Seri Tubuh Mandala.

18 Desember 2021 | 19:00 - 19:30

“I-Ruang” in ritual reality is a sacred place where ritual activities occur. The “I-Ruang” is attached to the body of a Wadian -a healer in the Dayak Ma'anyan tribal community in Central Kalimantan- which they carry with them when performing rituals at the house of the person they are healing.

18 Desember 2021 | 19:00 - 19:30

“Paradox: The Nebulous (part 1)” departs from the idea of dream ​​research and its relation to the conscious body and the unconscious body.

18 Desember 2021 | 19:00 - 19:30

The title “in-” is inspired by the English prefix “in-” and the Japanese word "陰 (in) = darkness / shade / shadow". "陰 (in)" was feared and admired by the people, and was the source of imagination.

19 Desember 2021 | 19:00 - 19:30

“Welcome” is part of 'Choreographing in the Cloud,' a series of studies that started in 2020 through an archive of collaborative workshops, lecture performances, and video projects created by Buboy Raquitico as an attempt to adapt to the limitations posed by the COVID-19 pandemic in pursuing artistic work virtually.

19 Desember 2021 | 19:00 - 19:30

"MAYARI" departed from the artist’s experience during the pandemic and carried out self-isolation. Being cooped up in a room does not have to be boring, but it can be an opportunity to dive deep into exploring yourself.

22 Desember 2021 | 19:00 - 21:00

Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis dengan format simposium virtual. Program ini ditujukan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi praktisi seni tari dan peneliti lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, yang memiliki praktik terkait wacana tubuh dalam konteks dinamika masyarakat kontemporer hari ini. Topik diskusi kali ini membedah proses artistik yang dilakukan kelima koreografer dalam kaitannya dengan tema kuratorial, Tubuh Virtual.

25 Agustus 2022 | 19:00

“Titik Koma Koma” timbul dari kesadaran memaknai posisi tubuh dalam konteks berproses. Keberadaannya sekarang merupakan hasil dari mempelajari ketidaktahuan dulu. Dalam perjalanannya, tiap tahapan proses menjadi sebuah ruang yang tidak dapat diulangi atau dikunjungi kembali. Ruang tersebut menjadi sebuah abstraksi dan tidak terpetakan.

25 Agustus 2022 | 19:00

Bagaimana jika gawai (device) menjadi bagian organ tubuh eksternal kita? “Cyborg” mengeksplorasi relasi ketergantungan antara tubuh dengan teknologi. Ketergantungan tersebut dimulai dari proses mengunduh gawai ke tubuh manusia secara sadar.

25 Agustus 2022 | 19:00

“Pigura” merujuk kepada suatu bingkai yang berorientasi membatasi, melindungi, membedakan, dan juga menjadikan sebuah objek spesial dalam konteks keruangan. Di berbagai kebudayaan, "tubuh" dibingkai di dalam pigura sosial yang istimewa. Ada pertanyaan ihwal paradoks dari hal tersebut: apakah pigura sosial istimewa itu melindungi atau justru mengurung tubuh?

25 Agustus 2022 | 19:00

Manusia adalah makhluk sosial, yang berfungsi hanya jika berdampingan dan berelasi dengan manusia lain. Namun sebelum sampai ke tahap itu, proses pendewasaan dalam diri mesti dilalui.

26 Agustus 2022 | 19:00

Sekura berarti menutupi wajah dalam bahasa Lampung Saibatin. Identitas yang melekat pada seseorang membawa serta tuntutan perilaku mengikuti aturan sosial sesuai dengan gender, agama, usia, dan lainnya. Namun, bagaimana jika identitas tidak dilekatkan kepada manusia?

26 Agustus 2022 | 19:00

“Taulang” atau terulang adalah sebuah pembacaan terhadap tubuh yang mengalami kekerasan verbal sejak usia anak-anak, di ruang yang seharusnya paling aman –rumah. Jamak terjadi dalam relasi orang tua dan anak, namun jarang disadari.

26 Agustus 2022 | 19:00

Aku melakukan ritual harian untuk berjalan dan menari di lingkunganku, sebagai cara pemetaan lewat tubuh dan memori. Aku mencoba menemukan jejak tari di lingkungan sekitarku: apa tarian yang sudah ada di sekitar sini, siapa yang menari, di mana tarian itu terjadi, apa makna tarian itu, untuk mereka, di tempat ini…

26 Agustus 2022 | 19:00

“Land Me (Daratkan Aku)” terinspirasi dari cuplikan kisah tentang perempuan yang merasakan memori-memori tubuh lampau dan tumbuh menjadi tubuh yang belum ditemukan dalam rasa kehidupannya.

27 Agustus 2022 | 19:00

“Dancing of Lament: Ibuku Menangis, Bumiku Meronta” bertolak dari keresahan tentang pudarnya hubungan manusia dengan alam sebagai ibu kehidupannya.

27 Agustus 2022 | 19:00

Peristiwa tubuh bertaut dalam imajinasi sebuah laku, proses kehidupan berlangsung setiap saat sehingga sejarah-sejarah terus merajalela dalam benak kehidupan. Bagaimana para tani kehilangan lahannya untuk bercocok tanam.

27 Agustus 2022 | 19:00

Masyarakat tradisional Suku Tidung di Kalimantan Utara mempercayai ritual pengobatan tradisional yang dikenal sebagai besitan. Ritual ini dilakukan untuk menyembuhkan kondisi selinat, yang merujuk pada keadaan di mana seseorang kehilangan kontrol atas dirinya.

27 Agustus 2022 | 19:00

Ketika semesta menawarkan kepada sang pejuang jalur baru yang tak dikenal, baik itu ruang atau tempat, hal pertama yang ia rasakan adalah rasa takut, keraguan, ketidakpastian, dan kekhawatiran. “Yang tak dikenali” selalu menakutkan. Sang pejuang pun mangkir dari tanggung jawab, dari keadaan, dari kenyataan, dan dari rasa takutnya sendiri yang sejatinya khayal.

27 Agustus 2022 | 19:00

Rayakan kenikmatanmu, rayakan semua yang kau punya, karena segalanya akan berakhir saat waktunya tiba. Cintamu, sejarahmu, hidupmu, apakah kau sudah benar-benar menikmatinya?

28 Agustus 2022 | 15:00 - 17:00

Diskusi publik online untuk koreografer-koreografer yang terlibat dalam program Indonesian Dance Festival, Layar Terkembang seri Tubuh dan Rasa di Terra Incognita. Tiga belas koreografer dan dua kurator akan berbagi tentang proses artistik mereka terkait dengan tema kuratorial.

28 Agustus 2022 | 20:00 - 22:00

Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis yang mengundang seniman dan peneliti multidisiplin yang fokus pada bahasa tubuh, teknologi, dan platform digital, baik lokal maupun internasional.

14 Oktober 2022 | 19:00 - 21:00

Melalui perenungan dan penelitian, tim kurator IDF 2022 membaca kembali “rasa”, serta menelusuri jejak-jejak konsepnya dari beragam pengalaman budaya. Usaha ini dimaksudkan untuk menawarkan perspektif alternatif mengenai “rasa.” Percakapan ini membuka kesempatan bagi audiens festival untuk mengintip dapur kuratorial IDF, bersama empat narasumber yang terlibat dalam perumusan tema RASA: Beyond Bodies yang menjadi tajuk festival edisi 2022.

22 Oktober 2022 - 28 Oktober 2022

Hantu koreografi di konteks pameran arsip ini tidak berhubungan dengan konsep astral sebagai ruang berbagai fenomena psikis dan paranormal berasal. Hantu koreografi di sini justru lekat dengan konsep sejarah materialisme sebagai ruang berbagai fenomena budaya dan praktik artistik tari dibentuk. Pameran arsip ini disusun untuk menandai dan mengenali hantu koreografi yang membayang-bayangi laku tari kita di masa lampau dan diwariskan kepada kita hari ini.

IDF-2022
22 Oktober 2022 | 18:30 - 21:30

Malam Pembukaan IDF 2022 adalah kesempatan untuk merayakan perjalanan 30 tahun festival. Sepanjang 7 hari perhelatannya, festival akan akan menghadirkan 7 Pertunjukan Malam, 6 pertunjukan Kampana, 8 workshop, 4 Bincang Tari, pameran arsip bertajuk Vasana Tari, serta Lokapasar - area retail untuk produk-produk Indonesia serta suvenir kolaborasi IDF dengan komunitas lokal dalam edisi terbatas.

22 Oktober 2022 | 20:15 - 21:15

Karya “SILO” mengeksplorasi tradisi tahlil dalam Islam, yang dalam konteks ini dibaca sebagai pusat motorik gerak torso. Sebuah metode dialog vertikal antara dirinya dengan Yang Maha melalui gerakan berulang (repetitif) dan personal.

23 Oktober 2022 | 12:30 - 14:00

Alih-alih menganggap keterbatasan sebagai kekangan, keterbatasan justru bisa dilihat sebagai batas-batas panduan mencapai kebebasan. “Method of Limitation” ini adalah ruang konstruksi tubuh yang Hari Ghulur kerjakan untuk mencari kemungkinan kemungkinan baru yang lahir dari gerak berulang.

23 Oktober 2022 | 14:30 - 16:00

Imajinasi memungkinkan manusia mencipta, atau mentransformasi sesuatu yang sederhana jadi luar biasa, bahkan ketika bentuknya masih berupa pikiran di benak.

23 Oktober 2022 | 16:00 - 17:30

Hal yang penting untuk ditandai dari praktik kuratorial IDF adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan beberapa orang, sehingga visi artistik IDF dapat dibangun dan diwujudkan melalui beragam perspektif. Tahun 2022 ini, IDF bekerja dengan enam kurator lintas generasi dan negara untuk membangun dan menerjemahkan tema RASA: Beyond Bodies ke seluruh elemen festival.

23 Oktober 2022 | 20:00 - 21:30

Realitas selalu mengalami proses pembesaran—dengan batas-batas persepsi manusiawi kita. “Sky Blue Mythic” melihat tubuh terasingkan, dan yang asing ditubuhkan. Dunia dijalin, waktu diputar, gerak dibekukan, dan makna terdistorsi.

24 Oktober 2022 | 13:00 - 15:00

Bekerja dengan tubuh dan vokal, Angela Goh mengajak peserta untuk mengeksplorasi mekanisme dari konstruksi koreografi.

24 Oktober 2022 | 15:30 - 16:00

“Paradox” berangkat dari riset soal mimpi dan kaitannya dengan tubuh. Tentang bagaimana kesadaran dan ketidaksadaran saling mengambil alih tubuh, seperti dua keadaan terpisah yang utuh.

24 Oktober 2022 | 16:15 - 17:00

“Body Tarekat” merupakan sebuah pertunjukkan solo yang berangkat dari praktik-praktik ketubuhan dalam bertarekat yang ada di Aceh, secara spesifik dalam tarekat Qadriyah. Secara umum, tarekat adalah cara mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara melakukan puji-pujian. Untuk Dekjall, tarekat adalah laku hidup, caranya memandang kehidupan dan keberadaan itu sendiri.

24 Oktober 2022 | 19:30 - 21:00

Permainan Gobak Sodor dan Bentengan merupakan sebuah pengalaman kolektif masa kecil. Tak sekadar menyimpan memori menyenangkan, permainan ini juga menyimpan proses ketubuhan yang penting untuk ditilik.

25 Oktober 2022 | 12:30 - 14:00

Kelas ini akan memperkenalkan prinsip dasar dari Taiji Quan dan aplikasi kreatifnya pada seni pertunjukan. Kita akan berlatih serangkaian prinsip fisik yang berhubungan dengan pola nafas dan penyatuan kutub-kutub yang berlawanan, seperti dalam-luar, buka-tutup, mengumpul-menyebar.

25 Oktober 2022 | 14:30 - 16:00

Dalam tubuh, otot adalah jaringan konektif utama yang mengatur segala gerak kegiatan kita. Dalam kelas ini, peserta diajak meningkatkan kembali kesadaran akan otot yang krusial dalam menjalankan fungsi tubuh.

25 Oktober 2022 | 16:00 - 17:30

Di dalam percakapan ini, pembicara akan bertukar tentang ragam pengalaman praktik laboratorium seni yang dijalankan, sebelum berusaha memantulkannya dengan dinamika medan seni dan sosial yang ditemui di lingkup Indonesia, regional, dan Internasional.

25 Oktober 2022 | 19:00 - 21:00

“Senam Kota Kita” adalah pertunjukan senam tari yang didesain khusus untuk warga ibukota di Indonesian Dance Festival 2022. Gymnastik Emporium ingin memberi tawaran untuk melihat senam bukan hanya sebagai suatu cabang olahraga jasmani, tapi juga sebagai bentuk olah rasa yang estetik.

26 Oktober 2022 | 13:00 - 15:00

“No. 60” bukanlah sebuah bentuk koreografi atau gerak, melainkan sebuah “prinsip praktik tari” yang terdiri dari kombinasi enam elemen. Peserta akan belajar tentang enam elemen tersebut dan bagaimana mengadaptasikannya untuk menemukan identitas tari mereka.

26 Oktober 2022 | 15:30 - 16:20

“Museum II: Ridden” adalah sebuah refleksi/pertunjukan yang menghadirkan kosa gerak yang berpusat pada eksplorasi tubuh yang bermutasi dan bersiap siaga. Eksplorasi kosa gerak ini berkaitan dengan tubuh-tubuh yang mengalami bencana. Tubuh tiga penari yang terlibat ditunggangi oleh gerakan ritmis yang penuh dengan aroma dan mantra.

26 Oktober 2022 | 16:35 - 17:15

Penciptaan “Dance Offering” terinspirasi dari pertunjukan tradisional Thailand bernama Rum-Kea-Bon, sebuah tarian semi-ritual yang dilakukan sebagai metode negosiasi. Lewat tarian ini, Kornkarn melihat diri manusia bukan hanya sebagai subjek yang memohon kepada dewa, tetapi sebagai makhluk yang mampu memberi timbal balik (imbalan) ketika doa/keinginan mereka dikabulkan.

26 Oktober 2022 | 20:00 - 21:30

Dengan memperlakukan tubuh seperti arsip yang aktif, Sherli ingin menarasikan ulang tradisi tale yang telah jadi bagian dari identitasnya. Tubuhnya kini adalah pintu masuk untuk melihat dan membaca Kerinci, tak hanya sebagai situs spasial namun juga sebagai ruang budaya yang sangat hidup dan membentuk identitas manusia-manusia di dalamnya.

27 Oktober 2022 | 12:30 - 14:00

Olah tubuh untuk dasar pengolahan potensi tubuh sangat penting dalam fungsinya sebagai kelas pra tari. Latihan ini disinergikan dengan eksplorasi gerak, untuk menghasilkan kemampuan sinkronisasi imajinasi dan kapasitas capaian tubuh yang dapat mengilustrasikan sebuah atau bahkan beragam ide.

27 Oktober 2022 | 14:00 - 16:00

Dalam lokakarya ini, Eyi Lesar akan mengajak peserta melakukan permainan seperti Gobak Sodor. Peserta akan bermain dalam ruang yang mempertemukan koreografi, permainan, dan olahraga. Belajar tentang intensi dan dampaknya pada motorik tubuh seseorang dalam merespon ruang.

27 Oktober 2022 | 16:00 - 17:30

Berangkat dari proses regenerasi yang tengah dilakukan oleh IDF dan beberapa organisasi seni lainnya di Indonesia pada kurun beberapa tahun terakhir ini, empat narasumber yang dihadirkan akan memberikan beragam pembacaan dan pemaknaan regenerasi dari pengalaman latar praktiknya.

27 Oktober 2022 | 19:30 - 20:00

Karya ini terinspirasi dari sebutir beras, unit pengukuran tradisional yang terwaris dalam kultur agraria di seluruh Asia Tenggara. Unit pengukuran yang dipakai bersama inilah yang memungkinkan terjadinya perdagangan di wilayah tersebut. Namun pengukuran juga berfungsi untuk hal lain di luar perdagangan.

28 Oktober 2022 | 13:00 - 14:30

Dengan membenturkan artefak dan karya, objek dan performativitas, konseptual dan kesejarahan, Mella Jaarsma menghadapkan kita pada situasi yang di luar kelaziman atas tubuh dan apa yang menutupinya, dan menghadirkan pengalaman yang berada dalam ambang nyata dan imajiner.

28 Oktober 2022 | 15:30 - 16:10

“Dance Dance Emoji” adalah pertunjukan berbasis tutorial menari di Tik Tok yang menggunakan emoji untuk mendeskripsikan gerakan. Di saat yang sama, hal ini merefleksikan penggunaan media sosial dalam konteks Filipina.

28 Oktober 2022 | 16:30 - 17:10

Melalui karya koreografi "Pesona", Eka bereksperimen untuk mempertukarkan beragam sudut pandang dan membaca ulang unsur-unsur yang turut mempengaruhi rasa visual jepretan lensa foto terhadap tari Gong Dayak Kenyah.

28 Oktober 2022 | 19:30 - 21:30

“No. 60” adalah risalah dari riset Pichet Klunchun selama lebih dari dua dekade tentang bahasa seni tari tradisional Thailand, Khon. Melucuti topeng dan kostum berpayet Khon dari bentuk klasiknya, Pichet meneliti 59 pose dan gerakan dalam kanon Theppanom yang dikuasai semua penari klasik Thailand dengan cara menghafal.

IDF-2022
28 Oktober 2022 | 19:30 - 21:30

IDF 2022 menutup rangkaian program festival dengan rasa syukur dan apresiasi untuk semua praktisi yang terlibat - baik di atas panggung maupun di balik layar. Edisi ke-16 festival tari terlanggeng di Asia Tenggara ini juga menandai regenerasi dalam tim kerja festival, dari para pendiri IDF yang kini menjabat Komite Pengarah, kepada tim muda yang dipimpin oleh Ratri Anindyajati sebagai Direktur Festival.

15 September 2023 | 14:00 - 18:00

SONGKABALA LAE-LAE! merupakan upacara untuk merayakan kehidupan warga dan upaya mereka untuk bersyukur pada tanah air yang didiami.

16 September 2023 | 16:30 - 18:00

Program Diskusi Keproduksian dirancang sebagai ruang pertukaran dan berbagi pengalaman, pengetahuan, metode dan praktik produksi yang difasilitasi oleh IDF bersama mitra produser lokal, Makassar Biennale, dengan personil Gymnastik Emporium, yang telah melalui kolaborasi intim dengan warga lokal di Lae-Lae.

6 Desember 2023 - 7 Desember 2023

Vasana Tari IDF akan menggelar seleksi arsip sebagai bagian dari program Lawatari: Padang Panjang. Gelar arsip ini menyajikan jejak jalinan hubungan panjang antara IDF dengan dinamika seni tari Sumatra Barat.

6 Desember 2023 - 7 Desember 2023

Lokakarya ini menawarkan wawasan desain dan tata kelola pelantar seni tari -baik secara praktikal dan konseptual- yang dikembangkan IDF selama 31 tahun sebagai titik tolaknya.

6 Desember 2023 | 09:00 - 10:30

Dalam sesi ini, Hari Ghulur akan menggali keterbatasan (limitation) yang dimiliki setiap partisipan untuk menemukan keunikan tubuh masing2.

6 Desember 2023 | 14:00 - 16:00

Program ini dirancang sebagai ruang pertukaran dan saling memantulkan konteks praktik beragam keproduksian yang dikembangkan oleh IDF dan praktisi seni pertunjukan yang berbasis di Padang Panjang.

6 Desember 2023 | 20:00 - 22:00

Terinspirasi dari pengalaman tubuh keseharian di setapak pematang sawah dan esensi dari beberapa jenis ilmu silat, karya “Tanangan” dibuat untuk mengeksplorasi konsep pengendalian diri. Karya ini mengeksplorasi konsep pengendalian diri sebagai kunci mencapai keseimbangan tubuh secara fisik maupun batin.

7 Desember 2023 | 10:00 - 12:00

Di dalam masterclass ini Ilham ingin berbagi tentang metode yang didapatkan ketika belajar silat yaitu tentang fokus dan pengendalian emosi.

7 Desember 2023 | 20:00 - 22:00

Hari melihat “SILO” sebagai ruang eksplorasi tubuh organik dengan konstruksi batas ruang budaya tubuh. “SILO” sebagai sebuah koreografi dan laku ritual, merupakan ikhtiar mencapai puncak emosi dan spiritual yang dilakukan justru dengan posisi tubuh yang terbatas dan menempel pada tanah atau membumi.

9 Desember 2023

Cindek dalam istilah tari Sunda dipahami sebagai sebuah jeda, titik, atau fase berhenti. Cindek biasanya muncul dalam setiap satu frase gerak, sebagai penanda satu rangkaian motif selesai. Ketika penari Sunda melakukan cindek, ia mendapatkan kesempatan untuk menarik dan membuang napas. Tubuh bagian dalam penari seperti tengah mengelola energi. Melihat penari melakukan cindek seperti melihat karakter dirinya.

9 Desember 2023

Waktu bak selembar kertas yang dilipat menjadi perahu. Natkala, sekejap tubuh dibawa berlayar mengarungi samudra ingatan. Natkala berlabuh di dermaga kenangan, tubuh kembali berjumpa dengan aroma cat Wayang Purwa, liat tanah sawah yang basah, rantang makan siang, dingin karat jeruji besi, karung-karung beras, rancak suara gamelan.

19 Januari 2024 | 15:30 - 18:00

Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda, bisa jadi saling beririsan, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam.

20 Januari 2024 | 10:00 - 15:00

Lokakarya ini menawarkan wawasan desain dan tata kelola pelantar seni tari -baik secara praktikal dan konseptual- yang dikembangkan IDF selama 31 tahun sebagai titik tolaknya.

20 Januari 2024 | 19:00 - 22:00

Atandâng merupakan pertunjukan tari yang bertolak dari penjelajahan Sri Cicik Handayani atas relasi penayub dengan perempuan tandâ. Penayub ialah penari laki-laki dan tandâ ialah penari perempuan dalam kesenian tayub Madura.

20 Januari 2024 | 19:00 - 22:00

Karya ini memantulkan berbagai pengalaman yang dialami oleh Megatruh dan siswa Sekolah Dasar di era 1980-2000an di berbagai wilayah Indonesia. Nama “Budi” amat melekat dalam ingatan para siswa di era tersebut karena tercantum dalam buku peraga pelajaran Bahasa Indonesia “Ini Budi” yang didistribusikan dan digunakan di sekolah-sekolah di pelosok negeri, sehingga nama tersebut menjadi istilah yang diciptakan dan diseragamkan untuk menggambarkan sosok siswa yang ‘baik’ di mata guru.

20 Januari 2024 | 19:00 - 22:00

Ganda adalah sebuah karya tari yang menggambarkan perjalanan emosional dan fisik perempuan buruh gendong yang bekerja di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Tarian ini mengisahkan peran ganda mereka dalam sebuah koreografi yang memukau, menciptakan harmoni antara gerakan yang anggun dan beban fisik yang mereka pikul setiap hari.

21 Januari 2024 | 10:00 - 12:00

Melihat sekilas sejarah panjang perjalanan Miroto di dunia tari, tentu kita dapat membayangkan bahwa ini tidak terlepas dari dua hal, disiplin latihan dan proses berpikir. Maka untuk memahami bagaimana proses berpikir Miroto kita perlu merasakan disiplin latihan beliau, begitupun sebaliknya, memahami pemikiran Miroto akan membuat kita terhubung lebih mudah dengan disiplin latihan beliau.

21 Januari 2024 | 19:00 - 22:00

Suun berangkat dari temuan-temuan yang didapat saat mengamati kegiatan suun sebagai laku tubuh sehari-hari. Suun adalah cara membawa barang dengan meletakkannya di atas kepala. Saat melakukan suun, terdapat koneksi antara tubuh, benda dan ruang - bagaimana benda yang ditaruh di atas kepala mempengaruhi ruang gerak tubuh.

21 Januari 2024 | 19:00 - 22:00

Karya ini berbicara tentang siklus perempuan, tentang fase-fase hidup yang harus dilalui pada era kontemporer dalam bayang-bayang nilai moral yang diwariskan secara turun-temurun.

2 November 2024 | 18:00 - 21:00

Bedhaya Hagoromo adalah kombinasi dua bentuk seni klasik: tari bedhaya jawa dan pertunjukan noh jepang. Rumusan karya ini terbentuk ketika Didik menemukan adanya kesamaan cerita pada tari klasik jawa dan jepang, yaitu legenda Jaka Tarub.

3 November 2024 | 09:00 - 10:30

Dashing Theater akan menggunakan gaya tango Argentina sebagai fokus utama pertukaran pengetahuan. Dalam gaya tari ini, lazimnya penari perempuan harus memusatkan beban mereka pada penari laki-laki atau pasangannya, yang memimpin arah spasial tarian.

3 November 2024 | 11:00 - 12:30

Didik Nini Thowok akan memberikan dasar-dasar gerak tubuh dalam tari truno, sejenis tari tayub Jawa Tengah yang diciptakan pada tahun 1983. Koreografi tari truno diciptakan oleh Didik Nini Thowok untuk sebuah film berjudul “Banteng Mataram: Ki Ageng Mangir” (1983).

3 November 2024 | 19:30 - 21:00

Diterjemahkan menjadi “ditunggangi” dalam bahasa Indonesia dan '憑依 /Hyoui' dalam bahasa Jepang, “Ridden” diasosiasikan dengan roh atau hantu–kehadiran tak kasat mata yang dirasakan.

4 November 2024 - 5 November 2024

Diciptakan tahun 2020 di Prancis, pertunjukan 30 menit ini dirancang untuk ditampilkan secara in situ –diciptakan ulang di setiap lokasi dengan melibatkan lebih banyak penampil lokal dan menonjolkan kemampuan mereka, baik kosagerak hip hop maupun kontemporer.

4 November 2024 | 09:30 - 11:00

Lokakarya ini akan memperkenalkan pendekatan improvisasi Marrugeku untuk mewujudkan ekspresi sosial, budaya, pribadi, dan antarspesies demi mengembangkan gestur tari dan teater yang baru.

4 November 2024 | 11:30 - 13:00

Dalam kelas ini, koreografer dan penari Leu Wijee, akan berbagi penemuan/penelitian gerakan terbarunya yang ia sebut Powerstation/Arus. Peserta akan diajak memahami bagaimana Leu Wijee mengorganisir gerakan-kata-energi berkesinambungan, bekerja dengan skor, serta waktu-ruang dalam pikiran-tubuh.

4 November 2024 | 13:30 - 15:30

Karya tari yang menampilkan ekspresi gender di luar batasan biner sering kali dibingkai sebagai bentuk ekspresi artistik yang terkait dengan isu-isu kesetaraan dan hak asasi manusia.

4 November 2024 | 16:00 - 17:00

The Singer menggabungkan teater, musik vokal, kerajinan, dan gerakan. Karya ini merenungkan tubuh trans sebagai suaka bagi situasi feminin yang sulit dan memori queer, yang melalui jahitan dan lagu, bermetamorfosis menjadi premis penceritaan Cadag yang radikal: perempuan yang menjahit rasa sakitnya adalah perempuan sama yang menyanyikan kebebasannya.

4 November 2024 | 19:30 - 21:00

Di Iran, kegiatan menari secara resmi dilarang sejak dimulainya Revolusi Islam. Seluruh kelompok tari dipaksa menghentikan kegiatan mereka dan banyak penari dan koreografer yang melarikan diri ke luar negeri. Mereka yang masih tinggal di sana harus sangat pandai mencari akal untuk tetap menghidupi bentuk seninya.

5 November 2024 | 09:30 - 11:00

Lokakarya ini mengajak peserta mempelajari satu prinsip penting menjadi seorang penari: mengenali tubuh sendiri. Penguasaan terhadap tubuh akan membuat anatomi koreografi lebih matang dan menjamin kesiapan tubuh menerima beragam gagasan, data, juga intensi dalam tahap penciptaan karya apapun selanjutnya.

5 November 2024 | 11:30 - 13:00

Di kelas ini, Olé akan membagi teknik, kosagerak, metode kerja, dan proses kreatif koreografer untuk mengeksplorasi penelitian artistik milik peserta sendiri. Olé akan mentransmisikan gerakan dari berbagai teknik yang menempa tariannya dan titik temu yang menonjolkan kosageraknya.

5 November 2024 | 13:30 - 15:30

Dalam dunia seni tari, pengembangan kreativitas membutuhkan lahan subur yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan seni yang berkelanjutan.

5 November 2024 | 16:00 - 18:15

Go In to Go Out merupakan pengembangan pertunjukan berdasarkan platform riset artistik “Membaca Sanghyang”, yang sempat dilakukan Wayan Sumahardika melalui kolaborasi Mulawali Institute bersama Desa Adat Geriana Kauh-Karangasem dan Desa Adat Kepaon-Denpasar di Bali.

5 November 2024 | 16:00 - 18:15

Karya ini berawal dari ingatan atas pengalaman masa kecil Ela sebagai penonton Bajidoran. Salah satu seni pertunjukan rakyat Sunda, Jawa Barat ini menjadi pintu masuk Ela untuk melihat pergeseran kedudukan pinggul dan perempuan yang secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan.

5 November 2024 | 16:00 - 18:15

Pemantiknya adalah satu fakta tak terbantahkan, bahwa cuaca berubah lebih cepat dari yang bisa Nout bayangkan. Kesadaran ini hadir melalui diskusi dengan teman, keluarga, dan seniman lintas disiplin di sekitarnya.

5 November 2024 | 20:00 - 21:30

Berangkat dari pengalaman ketubuhan Fitri di Gunung Bromo (Jawa Timur) dan Gunung Padang (Jawa Barat), Garis Tegak Lurus adalah karya tubuh tari yang melintasi laku spiritual pada sudut siku-siku terhadap garis dasar.

6 November 2024 | 09:30 - 11:00

Diciptakan oleh Arco Renz, Spiral Gong adalah latihan gerak yang membangkitkan energi dan menghubungkan pikiran dan tubuh, memungkinkan keduanya beresonansi dan bergerak sebagai kesatuan.

6 November 2024 | 10:30 - 13:00

Lokakarya ini berupa provokasi singkat oleh Fitri Setyaningsih lewat tema-tema sederhana, menghadirkan atau menghidupkan materi-materi sesuai sifatnya pada saat ini atau saat terjadi. Fitri mengajak peserta mendialogkan kegelisahan diri terhadap satu hal yang tak terbatas oleh tubuh, lalu memantik pendekatan mencipta secara lintas media atau disiplin.

6 November 2024 | 13:30 - 15:30

Diskusi publik ini akan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana festival seni pertunjukan memainkan peran penting dalam mempromosikan vitalitas budaya, ekonomi, dan sosial.

6 November 2024 | 16:00 - 18:00

Bagi Angga yang tumbuh di Jakarta, aktivitas membungkus nasi di warung makan telah menjadi satu core memory dan simpul untuk membicarakan banyak hal. Menurutnya, nasi bungkus sangat dekat untuk menjadi metafora ruang hidup perkotaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sesak dan harus berhimpitan melakukan apa saja demi bertahan hidup di dalamnya.

6 November 2024 | 16:00 - 18:00

Karya bertumbuh ini mengeksplorasi transformasi tubuh trans melalui proses Hormonal Replacement Therapy (HRT). Seperti fusi nuklir yang menggabungkan inti atom menjadi entitas yang lebih kuat dan kompleks, HRT menyatukan biologi organik dan teknologi medis untuk menciptakan identitas hibrid baru.

6 November 2024 | 19:30 - 21:00

Karya Pan Xian merenungkan kebutuhan laten akan kepercayaan dan dewa-dewi dalam budaya kerakyatan, sekaligus menyoroti dampak gerakan sosial terkini di Taiwan. Karya ini memadukan memori sejarah, isu identitas gender, seni tradisional, dan kerangka seremonialnya.

Bincang Tari

4 November 2024 | 13:30 - 15:30

Karya tari yang menampilkan ekspresi gender di luar batasan biner sering kali dibingkai sebagai bentuk ekspresi artistik yang terkait dengan isu-isu kesetaraan dan hak asasi manusia.

5 November 2024 | 13:30 - 15:30

Dalam dunia seni tari, pengembangan kreativitas membutuhkan lahan subur yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan seni yang berkelanjutan.

6 November 2024 | 13:30 - 15:30

Diskusi publik ini akan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana festival seni pertunjukan memainkan peran penting dalam mempromosikan vitalitas budaya, ekonomi, dan sosial.

Road to IDF 2024

oleh:
Linda Mayasari

Penyusunan program IDF 2024 ini melalui proses yang cukup panjang melibatkan stakeholder IDF dalam merumuskan apa saja yang urgen untuk di kerjakan IDF baik sebagai program publik maupun internal kelembagaan. Hal ini bahkan telah dilakukan secara bertahap sejak 2021 ketika kami menyiapkan rangkaian kegiatan yang beriringan dengan momen reflektif ulang tahun IDF ke-30. Proses ulak alik meninjau masa lampau, masa kini, serta membayangkan proyeksi masa depan kami lakukan secara simultan sejak akhir tahun 2020 beriringan dengan proses regenerasi IDF. Melalui arsip IDF kami belajar tentang apa saja dan dalam konteks apa program-program IDF dilakukan di setiap periodenya sejak 1992 hingga 2020, dan bagaimana program-program itu kemudian menciptakan bertautan dinamika medan seni tari pada khususnya dan seni-budaya secara lebih umum di Indonesia. Langkah tersebut penting agar tim kerja IDF terutama bagi generasi muda yang dilibatkan dalam regenerasi tidak mengalami keterputusan sejarah dan paham benar di dalam konstelasi kerja seni dan budaya macam apa kami terlibat dan bergiat. 

Selain itu, menyisir arsip IDF memberikan kami bekal penting untuk melangkah dan memilah apa saja yang harus disimpan dalam “kotak arsip sejarah” dan hal-hal yang mungkin masih relevan untuk diteruskan dan dikontekstualisasikan. Seperti misalnya, cara kerja kuratorial IDF yang bersifat kolaboratif sejak awal IDF dimulai hingga saat ini masih sangat relevan untuk dipertahankan, karena dengan demikian keputusan-keputusan artistic dan etik tidak bertumpu pada satu individu dan jangkauan tatapannya jauh lebih luas dan elaboratif. Program-program edukatif berupa laboratorium penciptaan dan upaya-upaya produksi pengetahuan yang menjadi komponen penting IDF sejak awal juga masih dipegang hingga saat ini dan dikembangkan ke dalam berbagai macam program seperti misalnya KAMPANA, Dance Talk, lokakarya tari, dll.

Tim kerja IDF tidak hanya meneruskan dan mengkontekstualisasikan warisan program dari periode terdahulu, tetapi inovasi dalam bentuk berbagai kegiatan juga dikerjakan sebagai upaya IDF untuk mengambil peran strategis tidak hanya di dalam dinamika geliat medan seni tari tapi medan budaya secara lebih luas. Pengalaman merancang dan menjalankan program di masa pandemi Covid-19 pada akhirnya membawa kami pada pertanyaan yang sangat mendasar: “apa yang bisa dilakukan tari?”, “selama ini kita bergiat di dalam tari untuk apa dan siapa?”, “apakah segala kekayaan pengalaman, pengetahuan, dan praktik tari kita bisa berguna untuk kehidupan yang serba fluktuatif dan tak menentu ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih terbawa hingga saat ini meskipun kita sudah tidak lagi berada di dalam masa pandemic, terus-menerus membuat kami memikirkan batas sekaligus kemungkinan untuk menembus batas-batas tersebut. Oleh karena itu saya, Ratri, Rere, Dhita, Nina, bersama dewan pendiri dan Pembina IDF terus-terusan ngobrol dan badai otak untuk menandai hal-hal penting yang harus kami lakukan dan barang kali akan jauh lebih berguna dan bermakna tidak hanya bagi pemangku kepentingan tari tapi khalayak dan kehidupan yang jauh lebih luas. Bila tari ingin memperluas jangkauan dan menjadi bagian dari kehidupan warga, maka warga pun seyogyanya diturutsertakan dengan berbagai macam bentuk keterlibatan.

Oleh karena Kami percaya bahwa tari adalah untuk semua orang karena kita semua mengalami dan melakoni gerak koreografi! Dalam hal ini kami sadar bahwa IDF tidak bisa bekerja sendiri, tidak bisa terus bergerak di dalam koordinat lingkar jaringan kerja yang sama, tidak bisa melakukan gerak yang sama dan repetitif. IDF butuh koreografi baru untuk geliat tarinya! Koreografi baru yang dirancang dan digerakkan secara kolektif, menembus sekat batas disiplin, seni & non-seni, identitas, wilayah, dsb.

Selangkah demi selangkah kami mencoba bergerak dari apa yang kami punya, dari apa yang dapat kami jangkau. Rangkaian program Road to IDF 2024 menjadi semacam rute langkah kami di sepanjang tahun ini. Melalui program LAWATARI, IDF bergandengan dengan para penggerak seni di tiga kota yakni Institut Ruang Tumbuh dan ISI Padang Panjang di Padang Panjang, MAD Laboratory: RIKMA dan Paradance di Yogyakarta dan Makasar Biennale di Makassar untuk merancang dan menggelar aktivitas bersama. Aktivitas yang diselenggarakan di tiap kota dirakit sebagai jembatan hubung pertukaran praktik IDF dan para kolaborator di tiga kota. Format kegiatan residensi dan kolaborasi dengan Masyarakat setempat yang dijalankan oleh Gymnastic Emporium di Makasar menjadi penghubung praktik Makasar Biennale dan IDF dalam menyelami khasanah koreografi dan ruang warga. “Silo” karya Hari Ghulur yang dipentaskan di malam pembukaan IDF 2022 yang akan dipentaskan berdampingan dengan karya koreografer Padang Panjang diproyeksikan menjadi ruang dialog antara IDF, Institut Ruang Tumbuh dan ISI Padang Panjang dalam membaca kembali pemaknaan ragam bentuk dan konteks tradisi di dalam praktik seni tari kontemporer. Di LAWATARI Yogyakarta, akan menjadi ruang bersama bagi KAMPANA program laboratorium koreografer IDF, MAD Laboratory: RIKMA dan Paradance. Tiga platform laboratorium tari ini akan menjadi kumpar percakapan tentang beragam pendekatan laboratorium tari, ragam bahasa ungkap artistik yang muncul darinya dan bagaimana solidaritas dan sistem saling dukung dirajut di dalamnya. DANCE TALK POP, program bincang tari terbaru IDF diluncurkan untuk menyibak dan mengapresiasi beragam jenis kerja tak tampak yang penuh suka cita dan tantangan di balik panggung, serta bagaimana tari dan koreografi menyimpan pengetahuan kolektif, menyajikan pengalaman artistik, menggambar imaji tubuh, membentuk tren selera kelas, dan menggerakkan geliat ruang publik. Meskipun masih ada beberapa program yang akan segera kami luncurkan sebagai bagian dari ROAD to IDF 2024, kiranya dua program yang saya ceritakan secara ringkas tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana IDF mencoba menyusun preposisi untuk memperluas cakrawala praktik dengan cara bekerja sekaligus belajar bersama pada kolaborator penggerak seni dari berbagai lini disiplin dan wilayah.

Rangkaian Kegiatan
Road to IDF 2024