Loading Events

Bagi Angga yang tumbuh di Jakarta, aktivitas membungkus nasi di warung makan telah menjadi satu core memory dan simpul untuk membicarakan banyak hal. Menurutnya, nasi bungkus sangat dekat untuk menjadi metafora ruang hidup perkotaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sesak dan harus berhimpitan melakukan apa saja demi bertahan hidup di dalamnya. Membungkus nasi di warung makan tidak sekadar persoalan keterampilan tangan, tetapi juga terkait dengan representasi diri dan refleksi jiwa. Membungkus nasi adalah latihan tak berkesudahan, di mana seseorang mengasah ketenangan diri sekaligus menuntut kerapian, kecekatan, dan efektivitas. Maka selain metafora eksternal, bungkus nasi juga metafora bagi manusia yang terus berjuang memperbaiki ke dalam diri. Karya ini mengeksplorasi aktivitas familiar yang ternyata mengandung kosagerak khas yang membawa refleksi kompleks soal diri, jiwa, dan ruang hidupnya.

Choreographer: Try Anggara
Dancers: Savika Refa Zahira, Niear Syahrani Putri, Clausdios Stevan Marani, Menthari Ashia
Production: Caecilia Dilli, Regina Audrey Ivana Zakariah

📍 Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

  • Try Anggara

    Lahir di Jakarta dan berkecimpung di dunia tari melalui komunitas Animal Pop Family. Sejak 2012, ia telah berkolaborasi dengan seniman dari Amerika, Jepang, Kosta Rika, dan Korea Selatan. Ia juga terlibat di berbagai program internasional, seperti Festival Hujung Medini (Malaysia, 2017), Ansan Street Festival (Korea Selatan, 2019), serta Indonesia Dance Festival (2016).

Go to Top