Lokakarya ini mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana gerak dapat tumbuh dari perpindahan berat tubuh. Alih-alih mencari bentuk gerak sejak awal, peserta akan mengikuti respons tubuh ketika berat berpindah dari satu tumpuan ke tumpuan lain, sambil merasakan perubahan keseimbangan, arah, tenaga, dan dorongan untuk bergerak.
Melalui serangkaian latihan, peserta akan mengeksplorasi bagaimana setiap gerak dapat menjadi awal bagi gerak berikutnya. Perpindahan berat dan tumpuan membuka arah baru sekaligus mengubah hubungan tubuh dengan ruang dan waktu.
Lokakarya ini mengajak peserta mengalami gerak sebagai proses yang terus mengalir—ketika setiap gerakan tumbuh dari apa yang telah terjadi sebelumnya, dan respons tubuh menjadi sumber bagi gerakan yang muncul selanjutnya.
Venue: Ruang Serba Guna, Komunitas Salihara Arts Center

Hari Ghulur
Moh. Hariyanto (lahir 1986), juga dikenal sebagai Hari Ghulur, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”, “Ghabal”, “White Stone”, “Sila”, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance, Europalia Art Festival, Universitas Malaya, American Dance Festival, dan Indonesian Dance Festival.


