Loading Events

Berakar pada garis pantai Hong Kong yang telah lenyap, Sea-Ghosts berjuang mengenang masa ketika garam merupakan anugerah bagi penduduk Hong Kong. Dengan memadukan aspek material tempat dan koreografi, pameran-pertunjukan ini memungkinkan roh-roh laut—dalam wujud geologis, spiritual, maupun politisnya—untuk bangkit dari tidur panjang akibat reklamasi lahan dan pembantaian selama berabad-abad. 

Luka akibat kendali imperial-kolonial telah membekas dalam sejak 2.000 tahun silam. Sebagai lokasi ideal untuk produksi garam, para penghuni awal adalah pekerja paksa yang memproduksi garam bagi Tiongkok sejak tahun 119 SM, hingga meletusnya revolusi pada tahun 1197 yang berujung pada pembantaian berdarah. Produksi garam terus berlanjut di garis pantai ini—yang menjadi batas wilayah Hong Kong—di bawah kendali penuh kekerasan hingga tahun 1960-an, saat penjajah Inggris menimbun laut dengan gunungan tanah, hingga ke era negara kepolisian saat ini.

Melalui membasuh bebatuan, mengumpulkan air laut, hingga membuat kertas dengan mengadopsi praktik para petani garam yang memanfaatkan matahari, Sea-Ghosts mengusulkan bahwa membangun kembali hubungan spiritual dengan tanah merupakan kerja dekolonisasi yang mendesak, yang secara perlahan akan meluruhkan dominasi manusia  yang penuh kekerasan terhadap alam, yang dipaksakan baik oleh Inggris maupun Tiongkok. Di antara kondisi basah dan kering, laut dan daratan, Sea-Ghosts  berupaya membangun identitas Hong Kong yang kolektif, di mana migrasi menjadi bentuk perlawanan dan seluruh imajinasi kolonial diluruhkan.

Karya ini terwujud, salah satunya, melalui dukungan Latitude, sebuah program residensi dan pertukaran yang dikembangkan oleh Indonesian Dance Festival, Dance Nucleus (Singapura), dan Performance Space (Australia).

Credits:
Choreographer : Natalie Quan Yau Tso
Scenographer : Natalie Quan Yau Tso
Performers : Natalie Quan Yau Tso
Music : Dessert Empress
Costume Design : Natalie Quan Yau Tso
Dramaturg : Imogen Yang
Producer : Emma Cao

Co-Produced by:
Performance Space & Dance Nucleus

Venue: Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta

  • Natalie Quan Yau Tso

    Natalie Quan Yau Tso adalah seniman yang melalui praktik patung, instalasi, dan pertunjukan mengeksplorasi keterhubungan tubuh dengan tempat sebagai seorang migran pendatang. Ia melihat batas-batas tubuh sebagai batas-batas politik, dengan tubuh sebagai titik pertemuan antara tempat dan sejarah.

Go to Top