Endure Crew

Endure (The Youth United Will Endure) adalah akademi tari dari Timor Leste yang didirikan pada 2010 oleh delapan remaja yang terlibat dalam kancah hip hop lokal. Mereka juga berbagi minat dalam mengeksplorasi elemen yang berhubungan dengan hip hop, termasuk grafiti, rap, beatboxing, dan DJ.

Gita Kinanthi

Gita Kinanthi adalah seorang seniman tari dan pendidik. Ia menyelesaikan studi pascasarjana di PPS ISI Yogyakarta (2012). Sejak 2015, ia menetap di Kalimantan Selatan dan mengajar di program studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin. Ia berfokus dalam menelusuri seni tari dan pendidikan seni tari melalui kerja kolaboratif, riset dan eksperimen.

Jibek

Zhibek Birikova, lebih dikenal sebagai Jibek, adalah koreografer, sutradara, penampil, dan musisi intuitif berusia 30 tahun yang telah mengembangkan kariernya sejak 2009. Dia memainkan rebana dukun, djembe, glukofon, harmonika, kalimba, harpa Yahudi, dan terlibat aktif dalam praktik spiritual.

Mukhlis (Madre)

Mukhlis (Madre) adalah seorang penari asal Pandeglang, Banten yang mempunyai visi besar untuk mengembangkan seni budaya Indonesia di dalam dan luar negeri. Lulusan ISI Yogyakarta (2021) ini mendalami seni tari tradisi, modern, dan kontemporer.

nu Kolektif

nu Kolektif merupakan kolektif seni di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari anggota dengan latar belakang beragam. Masing-masing anggota memiliki ciri khas dalam berkarya menggunakan medium berbeda, termasuk visual (fotografi, videografi, ilustrasi, dan desain komunikasi visual) dan sastra.

Pratama Reski Wijaya

Pratama Reski Wijaya, biasa dipanggil Kiki, merupakan alumnus jurusan Pendidikan Seni Tari di salah satu sekolah tinggi di Banjarmasin. Saat ini ia berdomisili di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dan aktif sebagai penampil, koreografer, aktor, dan kameramen di Teater Senyawa.

Susan

Susan adalah seorang penari, koreografer, dan instruktur senam. Ia lahir di Liwa, Lampung Barat pada 30 Desember 1994. Ia menjalani pendidikan Penciptaan Tari di ISI Yogyakarta (2012-16), lalu melanjutkan studi pascasarjana di prodi dan institusi yang sama (2017-19).

Theodora Melsasail

Theodora Melsasail adalah penari perempuan asal Kepulauan Tanimbar, Maluku yang belajar menari secara otodidak sejak kecil. Theo memutuskan menurunkan karya-karya tarinya sebagai media edukasi bagi masyarakat di Maluku, khususnya anak-anak, melalui komunitas Theo Dance Family.

Tyobabond

Tyoba Armey atau yang lebih dikenal sebagai Tyobabond lahir di Blora pada 1995. Ia menjalanii pendidikan seni di SMKN 10 Bandung (SMKI), dilanjutkan program sarjana di ISI Surakarta, dan pascasarjana di ISBI Bandung. Tyobabond kini aktif sebagai pengajar di Jurusan Seni Tari ISBI Bandung dan Prodi Integrated Art di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Usman Najrid Maulana

Usman Najrid Maulana adalah seorang seniman tari yang lahir pada 14 Desember 1983 di Tarakan, Kalimantan Utara. Usman melanjutkan pendidikan di jurusan tari ISI (2004-13). Ia berkarier sebagai penggiat tari dan membuka sanggar yang dinamai Pagun Tengara ART di kampung halamannya, Tarakan.

Ari Ersandi

Ari Ersandi lahir di Lampung 15 Juni 1989, lulus S1 minat penciptaan tari di ISI Yogyakarta pada tahun 2013 dan Pascasarjana ISI Yogyakarta 2015. Pernah bekerja di ISBI Kalimantan Timur Sebagai Dosen Jurusan Tari dari tahun 2016-2019.

Alisa Soelaeman

Alisa Soelaeman, seniman tari independen yang berbasis di Jakarta. Lulus dari Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2017. Alisa mendalami tari ballet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelarnya sebagai Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD).

Benny Krisnawardi

Benny Krisnawardi, akrab dipanggil Benny, lahir di Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga seniman. Hampir semua anggota keluarga penggemar musik dan tari. Benny mengenal ritme dan berbagai alat musik pertama kali dari ayah sendiri, yang merupakan seniman dan pengajar berbagai alat musik seperti biola, gitar, dan piano.

Mariana Arteaga

Originally from Mexico City, artistic director Mariana Arteaga is a choreographer, curator, and performer. Her concerns as an artist and curator are oriented towards expanded choreographic practices, dance from its political power, and the archive-body.

Martinus Miroto

Martinus Mirotolahir pada 28 Februari 1959 di desa Turusan, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kesenian. Di sela-sela waktu bersekolah, Miroto belajar menari di Keraton Yogyakarta dan menjadi penari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja. Selain menjadi penari, ia juga belajar menata tarian dalam skala besar. Semasa kuliah, ia mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan koreografer-koreografer ternama.

Padmini Chettur

Padmini Chettur began her contemporary dancer's career in 1990 as a member of the troupe of Chandralekha - the radical Bharatanatyam modernist choreographer, whose own opus dealt with a rigorous deconstruction of the form. Breaking away in 2001, Padmini has over the past two decades defined her own choreographic idiom - minimalist, abstract and formal - stripping movement down to an essential, anatomical investigation, prioritising a sense of tension over emotion. Her approach to dramaturgy reveals the complex layers of connection between a dancing body and it's environment; both in the sense of performative parameters, and in the sense of a subject socio-cultural context, one's place in history.

Retno Sulistyorini

Retno Sulistyorini mulai belajar menari sejak umur 15 tahun di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surakarta, dan melanjutkan ke Jurusan Tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sebagai seniman tari, Retno dianugerahi Empowering Women Artist olah Yayasan Kelola (2010-2011). Selain menciptakan karya sendiri, ia pun aktif berkolaborasi dengan berbagai koreografer, sutradara dan perupa.

Sanou Aguibou

Winner of the highly selective and prestigious US State Department Fulbright Scholarship 2018-2019 and The Center for Ballet and the Arts at New York University fellow 2020-2021, Aguibou Bougobali SANOU is a dancer, performing artist, choreographer, musician, storyteller International Dance Festival Director and dance educator.

Vincent Mansoe

Vincent Sekwati Koko Mantsoe’s recognition as a choreographer demonstrates that to be successfully integrated into the performance arena as a contemporary artist, one does not have to disavow one’s cultural heritage. Growing up in Diepkloof, one of the South Western Townships outside Johannesburg known as Soweto, Mantsoe’s innately musical understanding of movement and its transformational potential was founded in the early years. When still a boy he would assist in the dancing and drumming that his grandmother, his mother, and two of his aunts performed in their capacity as ‘Sangomas’, which is the Zulu term for traditional healers.

Fitri Setyaningsih

Fitri Setyaningsih lulus dari Jurusan Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada 2003. Ia pertama kali mengenal tari tradisi Jawa karena tumbuh di lingkungan penari. Ketertarikannya dalam dunia tari terus berkembang seiring dengan penglihatan kritisnya dalam menginvestigasi tubuh dalam tari Kontemporer dan sejak tahun 2000 ia terus mengembangkan berbagai karya eklektik yang mendalami persinggungan antara benda sehari-hari, gerak, suara, seni rupa dan pertunjukan.

Otniel Tasman

Otniel Tasman seorang koreografer muda sangat berakar pada tradisi Jawa, terutama Banyumas, kota kelahirannya. Ia menjajaki Tradisi Lengger Banyumas sebagai bahasa Ibunya, yang memberinya pengalaman untuk memahami hidup dan menginspirasinya dalam menciptakan karya tarinya yang mengeksplorasi identitas gender.

Abib Igal

Abib Habibi Iga, seorang koreografer asal Kalimantan Tengah, menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan minat utama penciptaan tari. Sejak 2012 ia terus melakukan ekpedisi riset terhadap Wadian Dadas, yang merupakan ritual penyembuhan bagi masyarakat suku Dayak Ma’anyan di Kalimantan Tengah.

Maharani Pane

Maharani Pane adalah seorang penari dan koreografer dari Jakarta, Indonesia. Ia lulus dari Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Seni Pertunjukan, jurusan seni tari. Praktik artistiknya lebih banyak berorientasi dengan memadukan unsur-unsur dari berbagai disiplin seni dan media seperti teater, seni instalasi, dan pemetaan visual.

Minori Sumiyoshiyama

Minori Sumiyoshiyama adalah seorang seniman, penari, aktor dan peneliti dari Jepang. Karya-karyanya berfokus pada hubungan antara ruang dan tubuh. Dalam karyanya, ia menjalin hubungan dengan penonton dengan perangkat buatannya sendiri, misalnya menari dengan balon yang mengikutsertakan nafas penonton, atau bermain kartu tradisional Jepang bersama penonton.

Pythos Harris

Pythos Harris lahir di Papua tanggal 27 Juli 1988. Sejak kecil ia menari berbagai tarian tradisional Papua atau tarian pergaulan seperti Yosim Pancar, dan mengikuti olahraga Bola di Papua. Setelah mengikuti banyak lomba tari di Papua, pada tahun 2009 Pythos merantau dan memberanikan diri mengikuti ajang lomba tari internasional.

Buboy Raquitico

Buboy Raquitico adalah seniman gerak dari Filipina yang minat tematiknya terletak pada interseksionalitas dan mengeksplorasi paralelisme antara ruang perkotaan dan artefak serta manifestasinya dalam interaksi manusia. Dia adalah mantan anggota ruang kolaboratif kontemporer, Daloy Dance Company yang didirikan oleh Ea Torrado.

Go to Top