Benny Krisnawardi

Benny Krisnawardi, akrab dipanggil Benny, lahir di Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga seniman. Hampir semua anggota keluarga penggemar musik dan tari. Benny mengenal ritme dan berbagai alat musik pertama kali dari ayah sendiri, yang merupakan seniman dan pengajar berbagai alat musik seperti biola, gitar, dan piano.

Sejak Tahun 1990, Benny mulai terlibat di berbagai pergelaran tari seniman-seniman Indonesia seperti, Sardono W Kusuno, Yulianti Parani, Farida Faisol, Tom Ibnur, Deddy Luthan (alm), Wiwik Sipala, Boi G Sakti, Hartati, Sukarji Sriman (alm) dll. Dari berbagai pengalaman itulah, mendorong Benny untuk mulai menekuni bidang dalam penciptaan tari.

Sebagai penata tari yang tidak pernah berhenti menimba ilmu, kesempatan berkunjung ke berbagai Negara, seperti Singapore, Malaysia, Australia, Jepang, Hongkong, Perancis, Belanda, Amerika dan berbagai daerah di Nusantara, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Papua, menjadi catatan sejarah kehidupan dunia seninya, yang memberi andil sangat besar dalam menemukan jati diri dalam setiap berkarya.

Di samping aktif berkarya, Benny tercatat sebagai pengajar di Jurusan tari Institut Kesenian Jakarta. Selain dari itu, sejak tahun 2000, Benny mendirikan wadah seni “ Sigma Dance Theatre Indonesia (SDTI) “, di daerah Jatimakmur Pondok Gede Bekasi. Sebuah Wadah seni yang dijadikan sebagai tempat berdialog dan mengajak generasi muda mencintai seni budaya Indonesia, melalui pendidikan seni tari yang berwawasan Bhinneka Tunggal Ika.

Sampai saat ini Benny Krisnawardi telah menghasilkan puluhan karya tari. Baik karya tunggal, grup, maupun kolosal. Sebagian dari karya itu telah tampil di berbagai forum-forum Tari Nasional maupun International.

Acara Terkait

Terbitan Terkait

  • Baca selengkapnya