Ari Ersandi

Ari Ersandi lahir di Lampung 15 Juni 1989, lulus S1 minat penciptaan tari di ISI Yogyakarta pada tahun 2013 dan Pascasarjana ISI Yogyakarta 2015. Pernah bekerja di ISBI Kalimantan Timur Sebagai Dosen Jurusan Tari dari tahun 2016-2019.

Pada tahun 2010 Ari mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam sebuah proses tari yang diselenggarakan di Padepokan Bagong Kusudiardja yang bertajuk No Mind Dance pada Edisi tari Jagongan Wagen. Kesempatan ini menjadi pintu awal yang mengantarkannya kepada proses-proses lainnya, baik di area ISI Yogyakarta maupun luar kota. Sehingga tubuh memiliki dan cukup mendapatkan pengalaman menari. Pada tahun 2010, Ari terpilih mengikuti hibah seni yang di pentaskan di Kairo (Mesir). Pada tahun 2011-2015 aktif dalam beberapa project bersama Amron Paul Suwono, OTT Tembi Rumah Budaya dan World Dance Day di Surakarta. Pada tahun 2013, Ari mengikuti residensi tari topeng di Andong Korea Selatan selama 6 bulan dan di Chongsong city selama 1 bulan di tahun 2014.

Pada tahun 2014 juga mendapat undangan dari KBRI Harare di HIFA (Harare Internasional Festival of Art) Afrika, dan beberapa festival Internasional dalam negeri seperti JIPA, Festival Payung (Solo), Lanjong Art Festival (Kalimantan Timur). Tahun 2015 melahirkan beberapa karya tari yang sempat dipentaskan di beberapa ruang kesenian seperti DKJ Choreo-Lab di TIM, ASIA 3, Sepatu Menari Spektakuler ISI Yogyakarta dan 10th Anniversary CPI di Seoul South Korea, Project bersama Katia Engel di IFI Yogyakarta, Lokakarya Kuratorial Tari IDF. Pementasan tunggal di PSBK Yogyakarta dan Taman Budaya Lampung. Pada tahun 2016 mendapat Hibah Seni KELOLA kategori Karya Inovatif berkolaborasi bersama Nindityo Adipurnomo, Doni Maulistya dan Septian Gembul. Pada tahun yang sama mendapat kesempatan untuk mementaskan kembali karya yang berjudul Pintu Menusia di Indonesia Dance Festival 2016.

Pada tahun 2017 aktif bersama YAYASAN LANJONG Kutai Kartanegara dalam project kesenian untuk wilayah Kalimantan Timur. Ditahun yang sama Ari mendapatkan kesempatan mengikuti American Dance Festival di Durham Nort Carolina, Residency pada event Europalia Festival di Gent Belgium. Pada tahun 2018 mendapat peraih Hibah seni KELOLA yang kedua kalinya dengan katagori Pentas Keliling 2 kota Samarinda–Banjarmasin. Di akhir tahun Ari bersama Katia Engel (Germany) mementaskan satu buah karya di Kuandu Art Festival di Taipei. Dan baru-baru ini pada tahun 2019 mementaskan kembali “From Starting to cut the wood”, di Hongkong Arts Festival Asia Pasific Dance Platform dan karya baru berjudul “No escape” di South Borneo Arts Festival. Showcase Dominan Art space Yogyakarta dan workshop. Menjelang akhir tahun ari mementaskan karya terbarunya yang berjudul LEMBUSWANA di PSN (pekan Seni Nusantara) Samrinda. Dan pada awal tahun membuat pertunjukan tunggal dengan 2 karyayang berjudul “C+ dan Tengaraan” dipentaskan di Kelas Pagi Yogyakarta dan Langgeng Art Foundation dan karya terbaru yang dipentaskan secara daring berjudul “Jaring Laba-laba di beranda Angka” hibas seni Padepokan Bagong kassudiardja tayang di channel youtube PSBK dan Indonesia Kaya.

Email : ariersandi@gmail.com
Instagram : @ariersand | @potraits.ariersandi

Acara Terkait

  • 7 November 2020

Terbitan Terkait