• Koreografi Sosial dan Tari Tak Kasat-Mata: Bentang Ragam Pendekatan

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Di dalam percakapan ini, pembicara akan bertukar tentang ragam pengalaman praktik laboratorium seni yang dijalankan, sebelum berusaha memantulkannya dengan dinamika medan seni dan sosial yang ditemui di lingkup Indonesia, regional, dan Internasional.

  • Senam Kota Kita: Pengantar Tubuh Kuat Hidup di Ibu Kota

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    “Senam Kota Kita” adalah pertunjukan senam tari yang didesain khusus untuk warga ibukota di Indonesian Dance Festival 2022. Gymnastik Emporium ingin memberi tawaran untuk melihat senam bukan hanya sebagai suatu cabang olahraga jasmani, tapi juga sebagai bentuk olah rasa yang estetik.

  • Prinsip No. 60

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    “No. 60” bukanlah sebuah bentuk koreografi atau gerak, melainkan sebuah “prinsip praktik tari” yang terdiri dari kombinasi enam elemen. Peserta akan belajar tentang enam elemen tersebut dan bagaimana mengadaptasikannya untuk menemukan identitas tari mereka.

  • Museum II: Ridden

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    “Museum II: Ridden” adalah sebuah refleksi/pertunjukan yang menghadirkan kosa gerak yang berpusat pada eksplorasi tubuh yang bermutasi dan bersiap siaga. Eksplorasi kosa gerak ini berkaitan dengan tubuh-tubuh yang mengalami bencana. Tubuh tiga penari yang terlibat ditunggangi oleh gerakan ritmis yang penuh dengan aroma dan mantra.

  • Dance Offering (Work in Progress)

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Penciptaan “Dance Offering” terinspirasi dari pertunjukan tradisional Thailand bernama Rum-Kea-Bon, sebuah tarian semi-ritual yang dilakukan sebagai metode negosiasi. Lewat tarian ini, Kornkarn melihat diri manusia bukan hanya sebagai subjek yang memohon kepada dewa, tetapi sebagai makhluk yang mampu memberi timbal balik (imbalan) ketika doa/keinginan mereka dikabulkan.

  • Tale Tale

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Dengan memperlakukan tubuh seperti arsip yang aktif, Sherli ingin menarasikan ulang tradisi tale yang telah jadi bagian dari identitasnya. Tubuhnya kini adalah pintu masuk untuk melihat dan membaca Kerinci, tak hanya sebagai situs spasial namun juga sebagai ruang budaya yang sangat hidup dan membentuk identitas manusia-manusia di dalamnya.

  • Olah Tubuh

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Olah tubuh untuk dasar pengolahan potensi tubuh sangat penting dalam fungsinya sebagai kelas pra tari. Latihan ini disinergikan dengan eksplorasi gerak, untuk menghasilkan kemampuan sinkronisasi imajinasi dan kapasitas capaian tubuh yang dapat mengilustrasikan sebuah atau bahkan beragam ide.

  • E-PAL: Mengingat Tubuh Masa Kecil

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Dalam lokakarya ini, Eyi Lesar akan mengajak peserta melakukan permainan seperti Gobak Sodor. Peserta akan bermain dalam ruang yang mempertemukan koreografi, permainan, dan olahraga. Belajar tentang intensi dan dampaknya pada motorik tubuh seseorang dalam merespon ruang.

  • Keberlanjutan Melalui Regenerasi

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Berangkat dari proses regenerasi yang tengah dilakukan oleh IDF dan beberapa organisasi seni lainnya di Indonesia pada kurun beberapa tahun terakhir ini, empat narasumber yang dihadirkan akan memberikan beragam pembacaan dan pemaknaan regenerasi dari pengalaman latar praktiknya.

  • The Size of Rice II

    Teater Luwes Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Karya ini terinspirasi dari sebutir beras, unit pengukuran tradisional yang terwaris dalam kultur agraria di seluruh Asia Tenggara. Unit pengukuran yang dipakai bersama inilah yang memungkinkan terjadinya perdagangan di wilayah tersebut. Namun pengukuran juga berfungsi untuk hal lain di luar perdagangan.

  • Menampilkan Artefak: Objek yang Dipertanyakan

    ROH Project Jl. Surabaya No.66, Gondangdia, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Dengan membenturkan artefak dan karya, objek dan performativitas, konseptual dan kesejarahan, Mella Jaarsma menghadapkan kita pada situasi yang di luar kelaziman atas tubuh dan apa yang menutupinya, dan menghadirkan pengalaman yang berada dalam ambang nyata dan imajiner.

  • dH@nZ dH@nZ 3moj! (Dance Dance Emoji)

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    “Dance Dance Emoji” adalah pertunjukan berbasis tutorial menari di Tik Tok yang menggunakan emoji untuk mendeskripsikan gerakan. Di saat yang sama, hal ini merefleksikan penggunaan media sosial dalam konteks Filipina.