IDF 2024
Liquid Ranah
oleh :
Linda Mayasari
Arco Renz
Nia Agustina
River Lin
Pernyataan Kuratorial
IDF 2024 Liquid Ranah mengajak para seniman dan penonton untuk menyelami kemungkinan-kemungkinan gerak yang cair. Dengan bentuk-bentuk, identitas, kenangan, suara, gestur, tindakan, dan pikiran yang cair, kita merayakan bagaimana tari kontemporer memperkaya interaksi sehari-hari kita dengan tempat, komunitas, dan media.
Liquid Ranah menggabungkan terjemahan bahasa Inggris untuk kata “cair” dalam bahasa Indonesia, dan terjemahan bahasa Indonesia untuk kata “realms” dari bahasa Inggris, dan merupakan gerakan antara dua bahasa, bidang yang dinamis dalam spektrum ranah linguistik. Liquid Ranah bukanlah lokasi fisik, melainkan situs metaforis yang mewakili kekuatan transformatif tari kontemporer. Kerangka metaforis ini menunjukkan bahwa tubuh, koreografi, dan panggung tidak bersifat padat, tetapi cair, terus-menerus berkorespondensi dan bernegosiasi dengan makna, ditandai oleh sejarah, dan signifikan baik secara psikologis maupun komunal, sehingga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang masyarakat dan diri kita sendiri.
Liquid Ranah mewujudkan gagasan tentang fluiditas dan keberagaman, serta membentuk kembali kemampuan beradaptasi dan ketahanan kita sendiri di dalam dunia yang terus berubah, termasuk cara-cara mengkoreografi visi dan tubuh kita. Lantaran kerangka biner lama dalam mendekati tradisi, bahasa, budaya, dan gender tidak lagi berkelanjutan, menjadi cair adalah taktik untuk maju –secara sosial, fisik, dan afektif.
Bergabunglah dengan IDF 2024 dan jelajahi dunia cair ini, di mana panggung menjadi ruang untuk mengalami kegembiraan, dialog, dan pemberdayaan.
Pertunjukan Kampana
Pertunjukan Situs Spesifik
Lokakarya & Masterclass
Bincang Tari
Road to IDF 2024
oleh:
Linda Mayasari
Penyusunan program IDF 2024 ini melalui proses yang cukup panjang melibatkan stakeholder IDF dalam merumuskan apa saja yang urgen untuk di kerjakan IDF baik sebagai program publik maupun internal kelembagaan. Hal ini bahkan telah dilakukan secara bertahap sejak 2021 ketika kami menyiapkan rangkaian kegiatan yang beriringan dengan momen reflektif ulang tahun IDF ke-30. Proses ulak alik meninjau masa lampau, masa kini, serta membayangkan proyeksi masa depan kami lakukan secara simultan sejak akhir tahun 2020 beriringan dengan proses regenerasi IDF. Melalui arsip IDF kami belajar tentang apa saja dan dalam konteks apa program-program IDF dilakukan di setiap periodenya sejak 1992 hingga 2020, dan bagaimana program-program itu kemudian menciptakan bertautan dinamika medan seni tari pada khususnya dan seni-budaya secara lebih umum di Indonesia. Langkah tersebut penting agar tim kerja IDF terutama bagi generasi muda yang dilibatkan dalam regenerasi tidak mengalami keterputusan sejarah dan paham benar di dalam konstelasi kerja seni dan budaya macam apa kami terlibat dan bergiat.

































