Waktu Paruh

Waktu Paruh merupakan metafora atas tatanan sosial, etika, dan nilai kemanusiaan yang perlahan meluruh. Karya ini mempertanyakan: ketika nilai-nilai yang menopang kehidupan terus tergerus, apa yang masih tersisa? Bagaimana manusia terus melangkah ketika pijakan yang selama ini menyangga hidupnya tak lagi utuh?

TELUSUR TARI-Hartati

Hartati melihat bahwa karya seni akan selalu menjadi refleksi pengalaman subjektif, yang personal namun juga dapat dialami atau dipandang berbeda oleh penikmatnya. Hal itu yang kemudian memantik kekaryaan Hartati “Membaca Meja” yang dekat dengan pengalaman hidupnya; dididik oleh nenek yang disiplin dan penataan gerak di atas meja.

Hartati

Hartati lahir di Jakarta dan menghabiskan masa kecilnya di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat. Ia menyelesaikan studi Seni Tari di Institut Kesenian Jakarta dan berkiprah selama 20 tahun bersama Gumarang Sakti Dance Company, di bawah pimpinan almh. Gusmiati Suid.

Pertemuan Kurator

Hal yang penting untuk ditandai dari praktik kuratorial IDF adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan beberapa orang, sehingga visi artistik IDF dapat dibangun dan diwujudkan melalui beragam perspektif. Tahun 2022 ini, IDF bekerja dengan enam kurator lintas generasi dan negara untuk membangun dan menerjemahkan tema RASA: Beyond Bodies ke seluruh elemen festival.

Go to Top