Leu Wijee

Seniman otodidak, penari, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera, ruang, suara, dan lainnya), serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya. Leu telah berpartisipasi di ADAM for Contemporary Performance (Kitchen 2023 & Lab 2024) di Bangkok dan Taipei; Taitung Fringe Festival (2023), dan Stre@m - An Asian Dance Digital Platform (2022-2023) di Seoul dan Singapura.

Acara Terkait

Terbitan Terkait