• PING

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Karya ini berawal dari ingatan atas pengalaman masa kecil Ela sebagai penonton Bajidoran. Salah satu seni pertunjukan rakyat Sunda, Jawa Barat ini menjadi pintu masuk Ela untuk melihat pergeseran kedudukan pinggul dan perempuan yang secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan.

  • 90/NOW

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Pemantiknya adalah satu fakta tak terbantahkan, bahwa cuaca berubah lebih cepat dari yang bisa Nout bayangkan. Kesadaran ini hadir melalui diskusi dengan teman, keluarga, dan seniman lintas disiplin di sekitarnya.

  • Garis Tegak Lurus

    Salihara Arts Center Jl. Salihara No.16, Ps. Minggu, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Berangkat dari pengalaman ketubuhan Fitri di Gunung Bromo (Jawa Timur) dan Gunung Padang (Jawa Barat), Garis Tegak Lurus adalah karya tubuh tari yang melintasi laku spiritual pada sudut siku-siku terhadap garis dasar.

  • Gong Spiral

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Diciptakan oleh Arco Renz, Spiral Gong adalah latihan gerak yang membangkitkan energi dan menghubungkan pikiran dan tubuh, memungkinkan keduanya beresonansi dan bergerak sebagai kesatuan.

  • Kita Semua adalah Tamu di Semesta

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Lokakarya ini berupa provokasi singkat oleh Fitri Setyaningsih lewat tema-tema sederhana, menghadirkan atau menghidupkan materi-materi sesuai sifatnya pada saat ini atau saat terjadi. Fitri mengajak peserta mendialogkan kegelisahan diri terhadap satu hal yang tak terbatas oleh tubuh, lalu memantik pendekatan mencipta secara lintas media atau disiplin.

  • Festival dan Dinamika Kota

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Diskusi publik ini akan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana festival seni pertunjukan memainkan peran penting dalam mempromosikan vitalitas budaya, ekonomi, dan sosial.

  • Dibungkus Level 5

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Bagi Angga yang tumbuh di Jakarta, aktivitas membungkus nasi di warung makan telah menjadi satu core memory dan simpul untuk membicarakan banyak hal. Menurutnya, nasi bungkus sangat dekat untuk menjadi metafora ruang hidup perkotaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sesak dan harus berhimpitan melakukan apa saja demi bertahan hidup di dalamnya.

  • The Synthetic of Hybrid Beings

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Karya bertumbuh ini mengeksplorasi transformasi tubuh trans melalui proses Hormonal Replacement Therapy (HRT). Seperti fusi nuklir yang menggabungkan inti atom menjadi entitas yang lebih kuat dan kompleks, HRT menyatukan biologi organik dan teknologi medis untuk menciptakan identitas hibrid baru.

  • PAN XIAN

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Karya Pan Xian merenungkan kebutuhan laten akan kepercayaan dan dewa-dewi dalam budaya kerakyatan, sekaligus menyoroti dampak gerakan sosial terkini di Taiwan. Karya ini memadukan memori sejarah, isu identitas gender, seni tradisional, dan kerangka seremonialnya.

  • Waktu Paruh

    Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Waktu Paruh merupakan metafora atas tatanan sosial, etika, dan nilai kemanusiaan yang perlahan meluruh. Karya ini mempertanyakan: ketika nilai-nilai yang menopang kehidupan terus tergerus, apa yang masih tersisa? Bagaimana manusia terus melangkah ketika pijakan yang selama ini menyangga hidupnya tak lagi utuh?

  • Squatting, Power from Below

    Salihara Arts Center Jl. Salihara No.16, Ps. Minggu, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Seniman tari Kim-Sanh Châu mengajak peserta mengeksplorasi posisi jongkok dengan mempertemukan referensi dari Asia dan Amerika Utara. Lebih dari sekadar posisi tubuh, jongkok menjadi cara untuk merasakan ketangguhan, keterhubungan dengan tanah, dan pemberdayaan.

  • Don’t Stop

    Salihara Arts Center Jl. Salihara No.16, Ps. Minggu, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Lokakarya ini mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana gerak dapat tumbuh dari perpindahan berat tubuh. Alih-alih mencari bentuk gerak sejak awal, peserta akan mengikuti respons tubuh ketika berat berpindah dari satu tumpuan ke tumpuan lain, sambil merasakan perubahan keseimbangan, arah, tenaga, dan dorongan untuk bergerak.