Perempuan Dua Titik

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis.

Selapan

Doa ucapan syukur dan pengharapan yang tidak pernah berakhir. Getaran doa yang merasuk ke dalam tubuh adalah sebuah misteri yang tidak akan pernah terjawab. Di mana pun titik awal dan akhir, doa senantiasa mengikuti perjalanan kita. Doa yang sederhana dan tubuh yang sederhana, keduanya akan bergetar selamanya. Selapan sebuah karya hasil eksperimentasi lintas disiplin yang mendialogkan tari dan etnomatematika, yang merespon candi Borobudur.

Dermaga Bincang Tari – Layar Terkembang seri Tubuh Mandala

Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis dengan format simposium virtual. Program ini ditujukan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi praktisi seni tari dan peneliti lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, yang memiliki praktik terkait wacana tubuh dalam konteks dinamika masyarakat kontemporer hari ini. Topik diskusi kali ini membedah proses pertukaran perspektif dalam menatap candi Borobudur antara koreografer dan ahli matematika yang terlibat di Layar Terkembang Seri Tubuh Mandala.

Retno Sulistyorini

Retno Sulistyorini mulai belajar menari sejak umur 15 tahun di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surakarta, dan melanjutkan ke Jurusan Tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sebagai seniman tari, Retno dianugerahi Empowering Women Artist olah Yayasan Kelola (2010-2011). Selain menciptakan karya sendiri, ia pun aktif berkolaborasi dengan berbagai koreografer, sutradara dan perupa.

Go to Top