Suara Hati Praktisi Tari Yogyakarta
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda, bisa jadi saling beririsan, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam.
Nia Agustina telah terlibat dalam pembinaan bakat-bakat tari muda Indonesia melalui praktik menulis, kurasi, dan dramaturgi sejak mendirikan platform Paradance pada tahun 2014. Sejak 2017, ia mengelola situs kritik dan ulasan tari dan seni pertunjukan gelaran.id bersama suaminya, Ahmad Jalidu. Nia juga aktif dalam diskusi dan studi seputar kesetaraan gender dan inklusivitas melalui aktivitasnya di beberapa institusi yang memengaruhi pendekatannya dalam seni pertunjukan.
Di dalam percakapan ini, pembicara akan bertukar tentang ragam pengalaman praktik laboratorium seni yang dijalankan, sebelum berusaha memantulkannya dengan dinamika medan seni dan sosial yang ditemui di lingkup Indonesia, regional, dan Internasional.
Hal yang penting untuk ditandai dari praktik kuratorial IDF adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan beberapa orang, sehingga visi artistik IDF dapat dibangun dan diwujudkan melalui beragam perspektif. Tahun 2022 ini, IDF bekerja dengan enam kurator lintas generasi dan negara untuk membangun dan menerjemahkan tema RASA: Beyond Bodies ke seluruh elemen festival.
Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis dengan format simposium virtual. Program ini ditujukan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi praktisi seni tari dan peneliti lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, yang memiliki praktik terkait wacana tubuh dalam konteks dinamika masyarakat kontemporer hari ini. Topik diskusi kali ini membedah proses pertukaran perspektif dalam menatap candi Borobudur antara koreografer dan ahli matematika yang terlibat di Layar Terkembang Seri Tubuh Mandala.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.