Remix 3: Powerstation/Arus

Dalam kelas ini, koreografer dan penari Leu Wijee, akan berbagi penemuan/penelitian gerakan terbarunya yang ia sebut Powerstation/Arus. Peserta akan diajak memahami bagaimana Leu Wijee mengorganisir gerakan-kata-energi berkesinambungan, bekerja dengan skor, serta waktu-ruang dalam pikiran-tubuh.

RIDDEN

Diterjemahkan menjadi “ditunggangi” dalam bahasa Indonesia dan '憑依 /Hyoui' dalam bahasa Jepang, “Ridden” diasosiasikan dengan roh atau hantu–kehadiran tak kasat mata yang dirasakan.

Museum II: Ridden

“Museum II: Ridden” adalah sebuah refleksi/pertunjukan yang menghadirkan kosa gerak yang berpusat pada eksplorasi tubuh yang bermutasi dan bersiap siaga. Eksplorasi kosa gerak ini berkaitan dengan tubuh-tubuh yang mengalami bencana. Tubuh tiga penari yang terlibat ditunggangi oleh gerakan ritmis yang penuh dengan aroma dan mantra.

Leu Wijee

Seniman otodidak, penari, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera, ruang, suara, dan lainnya), serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya.

Go to Top