Kita Semua adalah Tamu di Semesta

Lokakarya ini berupa provokasi singkat oleh Fitri Setyaningsih lewat tema-tema sederhana, menghadirkan atau menghidupkan materi-materi sesuai sifatnya pada saat ini atau saat terjadi. Fitri mengajak peserta mendialogkan kegelisahan diri terhadap satu hal yang tak terbatas oleh tubuh, lalu memantik pendekatan mencipta secara lintas media atau disiplin.

Garis Tegak Lurus

Berangkat dari pengalaman ketubuhan Fitri di Gunung Bromo (Jawa Timur) dan Gunung Padang (Jawa Barat), Garis Tegak Lurus adalah karya tubuh tari yang melintasi laku spiritual pada sudut siku-siku terhadap garis dasar.

Watu Gamping

Putih-putih, putih pekat kekuningan menjadi abu-abu. batu-batu, keras, sedang dan kompak. Bongkahan, pecahan, remukan, rapuh, larut dan mengendap. Merekatkan dan mengubah penampilan. Tubuh mekanik menjadi kosmik.

Dermaga Bincang Tari – Layar Terkembang seri Tubuh Mandala

Dermaga Bincang Tari adalah platform dialog koreografi kritis dengan format simposium virtual. Program ini ditujukan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi praktisi seni tari dan peneliti lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, yang memiliki praktik terkait wacana tubuh dalam konteks dinamika masyarakat kontemporer hari ini. Topik diskusi kali ini membedah proses pertukaran perspektif dalam menatap candi Borobudur antara koreografer dan ahli matematika yang terlibat di Layar Terkembang Seri Tubuh Mandala.

Fitri Setyaningsih

Tak hanya aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh, Fitri Setyaningsih juga memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti benda sehari-hari, suara/bunyi, seni konseptual, dan ranah eklektik lain (interdisiplin). Karyanya bersentuhan lekat dengan kehadiran diri, semesta berlapis, hingga arkeologi. Fitri juga menginisiasi ruang lintas media bernama Tamu Semesta.

Go to Top