Fitri Setyaningsih

Tak hanya aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh, Fitri Setyaningsih juga memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti benda sehari-hari, suara/bunyi, seni konseptual, dan ranah eklektik lain (interdisiplin). Ia menjadi ikon seniman berpengaruh versi majalah Tempo (2011). Beberapa karya film tarinya telah dipentaskan di Borobudur Writers & Culture Festival (2020, 2022), Indonesia Bertutur (2022), Indonesian Dance Festival (2021), dan SipFest Musim Seni Salihara (2022). Karyanya bersentuhan lekat dengan kehadiran diri, semesta berlapis, hingga arkeologi. Fitri juga menginisiasi ruang lintas media bernama Tamu Semesta.

Acara Terkait

Terbitan Terkait