Bedhaya Hagoromo adalah kombinasi dua bentuk seni klasik: tari bedhaya jawa dan pertunjukan noh jepang. Rumusan karya ini terbentuk ketika Didik menemukan adanya kesamaan cerita pada tari klasik jawa dan jepang, yaitu legenda Jaka Tarub.
|
S
Senin
|
S
Selasa
|
R
Rabu
|
K
Kamis
|
J
Jumat
|
S
Sabtu
|
M
Minggu
|
|---|---|---|---|---|---|---|
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
1 event,
-
Bedhaya Hagoromo adalah kombinasi dua bentuk seni klasik: tari bedhaya jawa dan pertunjukan noh jepang. Rumusan karya ini terbentuk ketika Didik menemukan adanya kesamaan cerita pada tari klasik jawa dan jepang, yaitu legenda Jaka Tarub. |
3 events,
-
Dashing Theater akan menggunakan gaya tango Argentina sebagai fokus utama pertukaran pengetahuan. Dalam gaya tari ini, lazimnya penari perempuan harus memusatkan beban mereka pada penari laki-laki atau pasangannya, yang memimpin arah spasial tarian.
-
Didik Nini Thowok akan memberikan dasar-dasar gerak tubuh dalam tari truno, sejenis tari tayub Jawa Tengah yang diciptakan pada tahun 1983. Koreografi tari truno diciptakan oleh Didik Nini Thowok untuk sebuah film berjudul “Banteng Mataram: Ki Ageng Mangir” (1983). |
6 events,
Choreographic Intrusion
Diciptakan tahun 2020 di Prancis, pertunjukan 30 menit ini dirancang untuk ditampilkan secara in situ –diciptakan ulang di setiap lokasi dengan melibatkan lebih banyak penampil lokal dan menonjolkan kemampuan mereka, baik kosagerak hip hop maupun kontemporer.
-
Lokakarya ini akan memperkenalkan pendekatan improvisasi Marrugeku untuk mewujudkan ekspresi sosial, budaya, pribadi, dan antarspesies demi mengembangkan gestur tari dan teater yang baru.
-
Dalam kelas ini, koreografer dan penari Leu Wijee, akan berbagi penemuan/penelitian gerakan terbarunya yang ia sebut Powerstation/Arus. Peserta akan diajak memahami bagaimana Leu Wijee mengorganisir gerakan-kata-energi berkesinambungan, bekerja dengan skor, serta waktu-ruang dalam pikiran-tubuh.
-
Karya tari yang menampilkan ekspresi gender di luar batasan biner sering kali dibingkai sebagai bentuk ekspresi artistik yang terkait dengan isu-isu kesetaraan dan hak asasi manusia.
-
The Singer menggabungkan teater, musik vokal, kerajinan, dan gerakan. Karya ini merenungkan tubuh trans sebagai suaka bagi situasi feminin yang sulit dan memori queer, yang melalui jahitan dan lagu, bermetamorfosis menjadi premis penceritaan Cadag yang radikal: perempuan yang menjahit rasa sakitnya adalah perempuan sama yang menyanyikan kebebasannya.
-
Di Iran, kegiatan menari secara resmi dilarang sejak dimulainya Revolusi Islam. Seluruh kelompok tari dipaksa menghentikan kegiatan mereka dan banyak penari dan koreografer yang melarikan diri ke luar negeri. Mereka yang masih tinggal di sana harus sangat pandai mencari akal untuk tetap menghidupi bentuk seninya. |
8 events,
-
Lokakarya ini mengajak peserta mempelajari satu prinsip penting menjadi seorang penari: mengenali tubuh sendiri. Penguasaan terhadap tubuh akan membuat anatomi koreografi lebih matang dan menjamin kesiapan tubuh menerima beragam gagasan, data, juga intensi dalam tahap penciptaan karya apapun selanjutnya.
-
Di kelas ini, Olé akan membagi teknik, kosagerak, metode kerja, dan proses kreatif koreografer untuk mengeksplorasi penelitian artistik milik peserta sendiri. Olé akan mentransmisikan gerakan dari berbagai teknik yang menempa tariannya dan titik temu yang menonjolkan kosageraknya.
-
Dalam dunia seni tari, pengembangan kreativitas membutuhkan lahan subur yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan seni yang berkelanjutan.
-
Go In to Go Out merupakan pengembangan pertunjukan berdasarkan platform riset artistik “Membaca Sanghyang”, yang sempat dilakukan Wayan Sumahardika melalui kolaborasi Mulawali Institute bersama Desa Adat Geriana Kauh-Karangasem dan Desa Adat Kepaon-Denpasar di Bali. |
6 events,
-
Diciptakan oleh Arco Renz, Spiral Gong adalah latihan gerak yang membangkitkan energi dan menghubungkan pikiran dan tubuh, memungkinkan keduanya beresonansi dan bergerak sebagai kesatuan.
-
Lokakarya ini berupa provokasi singkat oleh Fitri Setyaningsih lewat tema-tema sederhana, menghadirkan atau menghidupkan materi-materi sesuai sifatnya pada saat ini atau saat terjadi. Fitri mengajak peserta mendialogkan kegelisahan diri terhadap satu hal yang tak terbatas oleh tubuh, lalu memantik pendekatan mencipta secara lintas media atau disiplin.
-
Diskusi publik ini akan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana festival seni pertunjukan memainkan peran penting dalam mempromosikan vitalitas budaya, ekonomi, dan sosial.
-
Bagi Angga yang tumbuh di Jakarta, aktivitas membungkus nasi di warung makan telah menjadi satu core memory dan simpul untuk membicarakan banyak hal. Menurutnya, nasi bungkus sangat dekat untuk menjadi metafora ruang hidup perkotaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sesak dan harus berhimpitan melakukan apa saja demi bertahan hidup di dalamnya.
-
Karya bertumbuh ini mengeksplorasi transformasi tubuh trans melalui proses Hormonal Replacement Therapy (HRT). Seperti fusi nuklir yang menggabungkan inti atom menjadi entitas yang lebih kuat dan kompleks, HRT menyatukan biologi organik dan teknologi medis untuk menciptakan identitas hibrid baru. |
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
0 events,
|
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.