BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.15.18//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241102T180000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241102T210000
DTSTAMP:20260405T214106
CREATED:20241001T192350Z
LAST-MODIFIED:20241110T171433Z
UID:12400-1730570400-1730581200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Bedhaya Hagoromo
DESCRIPTION:Bedhaya Hagoromo adalah kombinasi dua bentuk seni klasik: tari bedhaya Jawa dan pertunjukan noh Jepang. Rumusan karya ini terbentuk ketika Didik menemukan adanya kesamaan cerita pada tari klasik Jawa dan Jepang\, yaitu legenda Jaka Tarub. Bersama dengan Richard Emmert dan Akira Matsui\, karya ini berusaha menjahit unsur-unsur estetika pada tari bedhaya dan tari noh untuk menunjukkan keterhubungan sekaligus keunikan antar-budaya. Selain koreografi\, peleburan dua tari klasik ini juga dilakukan melalui permainan musik gamelan tradisi bercorak Yogyakarta-Solo dan tetabuhan khas noh\, kostum bedhaya dengan topeng dan kipas noh\, dan elemen estetika lainnya. Dengan pengalaman dan referensi mendalam dari ketiga kolaborator\, Bedhaya Hagoromo menunjukan bagaimana budaya gender direpresentasikan dan dinegosiasikan dalam konteks pertunjukan transnasional\, serta mengelaborasi isu-isu budaya yang lebih luas tentang inovasi\, kolaborasi\, perjuangan kelas dan identitas\, lokasi budaya dalam pertunjukan\, serta politik representasi. \nCredits:\nChoreographer: Didik Nini Thowok\nMaster Noh: Richard Emmert\, Akira Matsui\, John Ogleeve\nComposer: Alex Dea\nChoreography Consultant: B.R.Ay Yudonegoro \nDidik Nini ThowokMaestro tari\, ikon budaya\, dan komedian terkemuka Indonesia. Selain mempelajari tari lintas gender sejak kecil\, ia juga belajar dari banyak maestro tari tradisional Indonesia. Ia sempat mendalami drama nihon buyō dan noh di Jepang\, tari Bharatanatyam di India\, dan flamenco di Spanyol. Ia juga merupakan pendiri sekolah tari LPK Natya Lakshita (1980) dan Didik Nini Thowok Entertainment. Read more\nAkira MatsuiGuru-aktor utama noh klasik di Kita School. Lahir pada 1946 di Wakayama\, ia mulai mempelajari noh dan memerankan anak-anak pada umur tujuh. Sempat pergi ke Tokyo untuk menjadi “cantrik” pada Kita Minori\, generasi ke-15 kepala Kita School dan kembali menetap di Wakayama sejak usia 21 hingga sekarang. Matsui telah aktif mengajar selama 45 tahun dan pentas di lebih dari 25 negara. Read more\nRichard EmmertProfesor Pertunjukan Asia di Universitas Musashino dan instruktur noh bersertifikat di Kita School. Lahir di Amerika\, ia belajar\, mengajar\, dan mementaskan drama noh klasik di Jepang sejak 1973\, dan memimpin Noh Training Project di Bloomsburg (US) selama 20 tahun. Ia menyutradarai Noh Training Project di Tokyo dan Inggris. Emmert telah memimpin proyek pertunjukan noh di seluruh dunia dan menggubah/menyutradarai/mementaskan sebelas lakon noh berbahasa Inggris. Ia adalah pendiri dan direktur artistik Nohgaku Theater. Read more\nJohn OgleeveSeniman teater yang berkecimpung dalam noh sebagai praktisi dan peneliti. Saat ini ia dalam proses meraih gelar doktor di University of Hawaii dan meneliti para pemain nohgaku di luar dunia noh dan di panggung internasional. Ia adalah pendiri dan Direktur Pengembangan Theatre Nohgaku\, tempat ia bekerja secara ekstensif baik di atas maupun di luar panggung. Read more\nAlex DeaKomposer dan peneliti Tionghoa kelahiran Amerika dengan gelar Ph.D. Etnomusikologi dari Wesleyan University spesialisasi musik gamelan Jawa dan anggota Young’s Theatre of Eternal Music. Sejak 1992\, ia mendedikasikan waktunya secara penuh pada etnografi dan penelitian di Surakarta dan Yogyakarta\, Indonesia. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/bedhaya-hagoromo/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Bedhaya-Hagoromo-Didik-Nini-Thowok.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T103000
DTSTAMP:20260405T214106
CREATED:20241005T115859Z
LAST-MODIFIED:20241110T173839Z
UID:12741-1730624400-1730629800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Argentine Tango & Gender Roles
DESCRIPTION:Pada lokakarya ini\, Dashing Theater akan menggunakan gaya tango Argentina sebagai fokus utama pertukaran pengetahuan. Dalam gaya tari ini\, lazimnya penari perempuan harus memusatkan beban mereka pada penari laki-laki atau pasangannya\, yang memimpin arah spasial tarian. Dinamika ketergantungan dan gerakan ini mencerminkan peran gender tradisional dalam masyarakat Taiwan. Koreografer Huang Huai-Te dan Tsou Ying-Lin sengaja memperbolehkan penari tango Argentina perempuan untuk kembali menjadi pusat diri mereka sendiri dan menari solo\, menunjukkan bahwa perempuan di Taiwan secara bertahap memperoleh otonomi di tengah perubahan sosial. Selain menukarkan pengetahuan soal gerak dan tubuh\, lokakarya ini juga akan menjadi sesi berbagi tentang perspektif peran gender di dan perkembangannya di masing-masing latar budaya peserta. \nKelas terbuka untuk UMUM dengan syarat:\n– Usia 15+\n– Mempunyai sepatu hak tinggi \nHuang Huai-TeHuang Huai-Te adalah penari dan koreografer\, pendiri Dashing Theater. Lewat Dashing Theater\, ia ingin menciptakan kesan memikat melalui tari dengan memadukan memori sejarah dengan isu-isu kontemporer di Taiwan. Huang menaruh perhatian pada cara menghubungkan masyarakat dengan tari\, serta bagaimana membuat mereka peduli kepada isu sosial melalui tari. Sebelum Dashing Theater didirikan pada tahun 2020\, Huang adalah seorang penari dan koreografer di Horse Dance Theater. Ia juga merupakan koreografer tetap untuk Cloud Gate 2 pada tahun 2015 dan 2017. Read more\nTsou Ying-LinSeniman lepas asal Taiwan\, sempat menari di Cloud Gate Dance Theatre\, dan pengajar tari. Ia mengeksplorasi hubungan dialektis antara pengalaman pertunjukan dan intensi dalam batin\, mencari kebebasan dari kesatuan tubuh. Ia mendedikasikan dirinya untuk penciptaan\, pertunjukan\, perkembangan tubuh\, dan pendidikan tari. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/argentine-tango-gender-roles/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Argentine-Tango-and-Gender-Roles-Huang-Huai-Te-Tsou-Ying-Lin.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T110000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T123000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T083915Z
LAST-MODIFIED:20241110T173935Z
UID:12733-1730631600-1730637000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Bedhaya Hagoromo: Navigating an Intercultural Collaboration
DESCRIPTION:Pada lokakarya ini\, maestro tari Didik Nini Thowok akan berbagi pengalaman dan proses kreatif di balik karya monumentalnya Bedhaya Hagoromo. Dalam karya yang menyoroti kolaborasi antara budaya Jawa dan Jepang ini\, banyak hal yang bisa dipelajari dalam berbagai lapisan prosesnya. Mulai dari perumusan konsep karya\, pertemuan filosofi kedua budaya yang berbeda\, hingga pilihan-pilihan artistik maupun teknis untuk membangun keutuhan suara sang seniman. Peserta juga akan diajak mencicipi teknik tari Jawa dan Jepang yang dipertemukan dalam tubuh penari di karya ini. Dari karya Bedhaya Hagoromo sebagai studi kasus\, peserta juga akan terlibat dalam dialog untuk menyelami seluk beluk\, rahasia dapur\, dan strategi Didik Nini Thowok dalam menavigasi perjalanan karya-karyanya yang banyak melibatkan kolaborasi antar budaya. \nPeserta diharap membawa kipas polos yang akan dipakai saat lokakarya. \nDidik Nini ThowokMaestro tari\, ikon budaya\, dan komedian terkemuka Indonesia. Selain mempelajari tari lintas gender sejak kecil\, ia juga belajar dari banyak maestro tari tradisional Indonesia. Ia sempat mendalami drama nihon buyō dan noh di Jepang\, tari Bharatanatyam di India\, dan flamenco di Spanyol. Ia juga merupakan pendiri sekolah tari LPK Natya Lakshita (1980) dan Didik Nini Thowok Entertainment. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/bedhaya-hagoromo-navigating-an-intercultural-collaboration/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Tari-Truno-Didik-Nini-Thowok.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T210000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T193811Z
LAST-MODIFIED:20241110T171716Z
UID:12426-1730662200-1730667600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:RIDDEN
DESCRIPTION:Diterjemahkan menjadi “ditunggangi” dalam bahasa Indonesia dan ‘憑依 /Hyoui’ dalam bahasa Jepang\, “Ridden” diasosiasikan dengan roh atau hantu–kehadiran tak kasat mata yang dirasakan. Seperti seseorang yang ditunggangi energi asing setelah pergi ke wilayah tak dikenal. Dalam Ridden (2024)\, Leu Wijee merefleksikan proyek penelitian jangka panjangnya sejak tahun 2018 tentang manusia dengan lingkungan dalam kaitannya dengan pasca bencana alam. Menggunakan jejak personal dan kolektif sebagai titik tolak\, Ridden merupakan pertunjukan indrawi yang menampilkan dan membicarakan “kondisi” antara kehancuran dan pembaharuan; kekangan dan kemampuan; ketahanan dan pemulihan; pemberontakan dan bisikan; kesiapan dan paksaan; pembersihan dan pemendaman; serta kesiapan dan harapan; atau secara sederhana apa yang Leu sebut “antara bencana dan tari”. \nCredits:Concept\, Choreography\, Scenography: Leu WijeeCo-research and collaborator: Mio IshidaPerformers: Bade Kurniawan\, Dani Budiman\, Leu Wijee\, Mio Ishida\, Rheza OktaviaProducer: wijeesworksCo-produced: Indonesian Dance Festival and Japan Foundation JakartaOrganized by: Indonesian Dance Festival and wijeesworksSuper Supporters: Jakarta Arts Council\, Jakpro\, Jakarta International Contemporary Dance Festival\, Japan Foundation Jakarta\, Kobalt Works and Toko Seniman \n*The development of artistic research for this performance has been supported by Jakarta Arts Council\, Jakpro\, Jakarta International Contemporary Dance Festival\, Japan Foundation Jakarta\, Kobalt Works\, Toko Seniman and Indonesian Dance Festival as part of evening performance of Indonesian Dance Festival (2024)\, Toko Seniman as part of Dalam Seniman artist in residence (2024)\, the Taipei Performing Arts Center as part of the ADAM – Asia Discovers Asia Meeting for Contemporary Performance / Kitchen in (2023)\, Taitung County Government as part of the Taitung Fringe Festival (2023)\, Ministry of Education\, Culture\, Research and Technology of Indonesia as part of Ngetest (2023)\, Indonesian Dance Festival in collaboration with Japan Foundation Jakarta as part of the Kampana of Indonesian Dance Festival (2022)\, Asia Performing Arts Farm as part of workshop Farm-Lab Exhibition Tokyo 2021\, Salihara Arts Center as part of Helatari (2021)\, and Jakarta Arts Council as part of Upcoming Choreographer VS Koreografi Tari (2020). \nAcknowledgement: Alice Hui-Sheng Chang\, Baden Hitchcock\, Chun Lao and Family\, Dennis Lin\, Dino Kaleb\, Helly Minarti\, Iksam Djorimi\, Jecko Siompo\, Joned Suryatmoko\, Josh Marcy\, Kevin Julianto\, Kifkifu\, Osamu Shikichi\, Pasifik\, Sikola Mombine\, Syanindita Prameswari\, Viktor Schramek and WeiLing Hung. \nLeu WijeeSeniman otodidak\, penari\, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera\, ruang\, suara\, dan lainnya)\, serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya. Read more\nMio IshidaAktor dan penari yang tinggal di Tokyo dan Chigasaki\, Jepang. Lulus dari program teater dan tari di JF Oberlin University College dan mempelajari contemporary colloquial theater. Mio menciptakan karya-karya yang berfokus pada hubungan antara tubuh manusia dan benda-benda. Ia terpilih di Program for Future Dancers (2021-2022) oleh Tokyo Arts Festival\, tampil di Indonesian Dance Festival (2022)\, ADAM (Kitchen\, 2023) dan Taitung Fringe Festival (2023) di Taiwan. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/ridden/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2023/04/Leu-Wijee-Tubuh-paska-Bencana-dan-yang-Menyertainya-01.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20241104
DTEND;VALUE=DATE:20241106
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241003T090019Z
LAST-MODIFIED:20241019T045753Z
UID:12621-1730678400-1730851199@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Choreographic Intrusion
DESCRIPTION:Seperti kejutan atau mimpi\, koreografi ini mencuat di antara gerak hip-hop\, butoh\, dan ritme tari kontemporer yang hadir secara tak terduga. Diciptakan tahun 2020 di Prancis\, pertunjukan 30 menit ini dirancang untuk ditampilkan secara in situ –diciptakan ulang di setiap lokasi dengan melibatkan lebih banyak penampil lokal dan menonjolkan kemampuan mereka\, baik kosagerak hip hop maupun kontemporer. Kosakata gerakan yang unik\, kuat\, dan puitis inilah yang menjadi semangat utama dari tarian hip-hop sang koreografer\, yang diimbangi oleh tarian kontemporer dan tradisional Thailand dan Laos tempat asal sang koreografer. Karya ini telah ditransmisi di Paris dan ditampilkan di berbagai ruang publik\, dan sedang berusaha ditransmisikan ke Asia hingga kini. Karya ini menuntut penari untuk beradaptasi dengan lingkungan\, berinteraksi dengan penonton\, dan menciptakan dimensi baru di berbagai ruang hidup. \nSenin\, 04 November & Selasa\, 05 November 202415:00 – 15:35 WIB | Institut Kesenian Jakarta \nPertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum tanpa reservasi. Ikuti @indonesiandancefestival di instagram untuk informasi terbaru mengenai lokasi tepatnya. \nCredits:Artistic Direction and Choreography: Olé KhamchanlaDancers: DANCERS NEED TO BE ADDEDMusic Direction: Mathieu ValletCostume Designer: LychEEProduction: Compagnie KHAM \nSupports in 2017 : Communauté de Communes de Porte DrômArdècheSupports in 2020 : Drac et Région Auvergne Rhône Alpes\, Département de la Drôme\, Pôle Pik à Bron\, Lux SN Valence\, Baron de BayanneSupport 2024: Institut français d’Indonésie\, Indonesian Dance Festival\, Institut Kesenian Jakarta \nOlé KhamchanlaLahir di Laos\, tumbuh di Prancis dan berjumpa dengan hip hop pada 1990. Mendalami tari hip hop bersama banyak koreografer di Prancis\, lalu menemukan akar kembali di tari tradisional Thailand dan Laos yang memperkaya bahasa tarinya. Pada 2010\, Ole menginisiasi Fang Mae Kong (Listen to The Mekong)\, festival tari internasional di Laos. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/choreographic-intrusion/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Situs Spesifik
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Site-Specific-Performance-Choreographic-Intrusion-Ole-Khamchanla.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T110000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T124039Z
LAST-MODIFIED:20241110T174020Z
UID:12762-1730712600-1730718000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Improvisasi: Ekspresi Budaya hingga Antar Spesies
DESCRIPTION:Lokakarya ini akan memperkenalkan pendekatan improvisasi Marrugeku untuk mewujudkan ekspresi sosial\, budaya\, pribadi\, dan antarspesies demi mengembangkan gestur tari dan teater yang baru. Dengan mengolah gerakan\, cerita\, latar belakang budaya\, dan pengalaman milik masing-masing peserta\, Marrugeku akan berbagi pendekatan untuk pengembangan konsep\, koreografi\, dramaturgi\, dan komposisi interdisipliner. \nKelas ini terbuka untuk PENARI/ AKTOR dari semua gaya dan latar belakang. \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nMarrugekuMarrugeku adalah kelompok tari adat dan antarbudaya profesional yang berbasis di Broome\, komunitas terpencil di sebelah utara Australia Barat. Menggabungkan tari\, dongeng\, seni instalasi\, video\, lagu\, dan tutur lisan\, produksi Marrugeku diciptakan bersama dengan seniman dari berbagai latar belakang dan bentuk seni. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/improvisasi-ekspresi-budaya-hingga-antar-spesies/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Masterclass-Marrugeku.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T113000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T130000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T123153Z
LAST-MODIFIED:20241110T174108Z
UID:12756-1730719800-1730725200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Remix 3: Powerstation/Arus
DESCRIPTION:Dalam kelas ini\, koreografer dan penari Leu Wijee\, akan berbagi penemuan/penelitian gerakan terbarunya yang ia sebut Powerstation/Arus. Peserta akan diajak memahami bagaimana Leu Wijee mengorganisir gerakan-kata-energi berkesinambungan\, bekerja dengan skor\, serta waktu-ruang dalam pikiran-tubuh. Ini seperti sebuah power station (stasiun energi) yang ketika diaktifkan dengan satu alasan tunggal\, akan meregenerasi kemungkinannya memproduksi bentuk dan kata yang tak terbatas. Pada kelas selama 90 menit ini\, gerakan dan kata-kata telah dikoreografikan dan akan membantu peserta untuk memahami keseluruhannya\, termasuk inspirasinya. \nKelas terbuka untuk UMUM \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nLeu WijeeSeniman otodidak\, penari\, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera\, ruang\, suara\, dan lainnya)\, serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/remix-3-powerstation-arus/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Remix-3-PowerstationArus-Leu-Wijee.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T153000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241030T124611Z
LAST-MODIFIED:20241030T175455Z
UID:13087-1730727000-1730734200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Gender Mistis di Dalam Lintasan Panggung Seni dan Kehidupan Sehari-hari
DESCRIPTION:Panel:\nDidik Nini Thowok\nIshvara Devati\nJoned Suryatmoko\nRiver Lin  \nModerator:\nLinda Mayasari  \nKarya tari yang menampilkan ekspresi gender di luar batasan biner sering kali dibingkai sebagai bentuk ekspresi artistik yang terkait dengan isu-isu kesetaraan dan hak asasi manusia. Kepentingan pasar seni pertunjukan internasional seringkali menyederhanakan kompleksitas lapisan budaya\, hubungan kekuasaan\, dan ekonomi politik dari karya-karya ini agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Di satu sisi\, pendekatan ini dapat memperkuat gerakan dan kesadaran terkait gender dan keadilan sosial dalam masyarakat. Namun di sisi lain\, pengabaian terhadap kompleksitas karya ini mereduksi subjek menjadi kategori tertentu dan mencerabut ekspresi artistik dari konteksnya. \nHal ini menyebabkan karya-karya tersebut kehilangan potensinya sebagai sumber pengetahuan kritis tentang pengalaman tubuh dan budaya dari konteks tertentu\, dan malah memperkuat eksotisasi terhadap Liyan. Sesi diskusi ini akan membahas sejumlah pertanyaan terkait bagaimana festival seni pertunjukan dapat mengantisipasi tantangan ini\, serta bagaimana membuka ruang pemahaman yang lebih luas bahwa non-biner bukan hanya bentuk ekspresi\, tetapi juga perspektif kritis untuk memahami realitas sosial dalam kaitannya dengan dinamika kekuasaan\, ras\, dan kelas. \nTidak perlu reservasi. Langsung daftarkan diri di tempat.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/gender-mistis-di-dalam-lintasan-panggung-seni-dan-kehidupan-sehari-hari/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Dance-Talks-The-Mythical-Gender-in-The-Intersection-of-Artistic-Stage-Daily-Life-scaled.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T170000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T203851Z
LAST-MODIFIED:20241110T172209Z
UID:12495-1730736000-1730739600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:The Singer
DESCRIPTION:The Singer menggabungkan teater\, musik vokal\, kerajinan\, dan gerakan. Karya ini merenungkan tubuh trans sebagai suaka bagi situasi feminin yang sulit dan memori queer\, yang melalui jahitan dan lagu\, bermetamorfosis menjadi premis penceritaan Cadag yang radikal: perempuan yang menjahit rasa sakitnya adalah perempuan sama yang menyanyikan kebebasannya. Sebagai The Singer sendiri\, Cadag melantunkan trauma antargenerasi yang menyulam kebenaran perempuan sekaligus menceritakan silsilah penyembuhan yang terkandung dalam repertoar pembuatan seni femininnya. Menampilkan dua tokoh ciptaannya Vera Maningning (verus-Latin: benar; ningning-Tagalog: cahaya)\, seorang perempuan berpakaian renda putih yang bernyanyi dalam suasana tertentu; dan Munimuni (Tagalog: introspeksi)\, boneka miniatur yang merupakan avatar Vera sendiri. Dua karakter ini membawa refleksi berlapis soal penjelmaan trans feminim pada peran-peran perempuan\, Cadag menawarkan sebuah metodologi trans penciptaan yang mengukuhkan –dalam istilah paling manusiawi– cara bertahan hidup feminin. \nCredits:\nChoreographer & Dancer: Bunny Cadag\nCreative Assistance: Micah Sofia Pinto & Rasa Alksnyte\nText: Jaya Jacobo\nSound Designer: Pablo Lilienfeld \nBunny CadagSeniman multidisiplin trans feminin kelahiran Filipina\, 1991. Karyanya berada di persimpangan dan transisi antara teater\, film\, pertunjukan\, dan seni instalasi. Risetnya berfokus pada pluralitas gender pre-kolonial\, ritual menyanyi tradisional\, praktik penyembuhan\, dan kesetaraan gender. Pertunjukannya seringkali bersifat partisipatoris dan berbasis komunitas\, mengamplifikasi suara kelompok marjinal dalam komunitas lebih luas. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/the-singer/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-The-Singer-Bunny-Cadag-update.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T210000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T194637Z
LAST-MODIFIED:20241110T171800Z
UID:12433-1730748600-1730754000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:This is not a dance
DESCRIPTION:Di Iran\, kegiatan menari secara resmi dilarang sejak dimulainya Revolusi Islam. Seluruh kelompok tari dipaksa menghentikan kegiatan mereka dan banyak penari dan koreografer yang melarikan diri ke luar negeri. Mereka yang masih tinggal di sana harus sangat pandai mencari akal untuk tetap menghidupi bentuk seninya. Dalam This is not a dance\, Nastaran membawa suara koreografer dan penari yang tinggal di Iran ke atas panggung –sebuah pertunjukan yang berhadapan dengan sensor. Apa yang bisa ditampilkan\, apa yang harus tetap disembunyikan? Bagaimana mereka menghadapi larangan menari? Bagaimana mereka menjalankan profesi mereka\, bahaya apa yang mereka hadapi\, kebebasan apa yang mereka perjuangkan? \nThis is not a dance adalah penghormatan kepada tubuh yang ingin bergerak. Penghormatan kepada seni yang harus dibuat\, dengan cara\, bentuk\, atau rupa apa pun. \nCredits:Concept\, direction\, acting: Nastaran Razawi KhorasaniScenography\, video: Peter van TilMusic: Joost MaaskantLight: Minna TiikkainenDramaturgy: Aukje VerhoogCostume: Rebekka WörrmanProduction by Theater Rotterdam \nNastaran Razawi KhorasaniPenampil\, pembuat teater\, dan aktris lulusan Maastricht Institute of Performative Arts. Dalam pertunjukan dokumenternya\, ia ingin berbagi panggung dengan mereka yang selama ini tak didengar\, membuka akses\, dan menciptakan perspektif baru. Pertunjukannya Songs for no one dua kali menerima penghargaan BNG Bank Theater (2020-2021)\, penghargaan di Festival Teater Flemish 2022\, dan Theater der Welt di Frankfurt-Offenbach tahun 2023. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/this-is-not-a-dance/
LOCATION:Teater Luwes\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-This-is-not-a-dance-Nastaran-Razawi-10-09.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T110000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241020T145309Z
LAST-MODIFIED:20241110T174141Z
UID:13026-1730799000-1730804400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Tubuh Sebelum Gagasan
DESCRIPTION:Sepanjang pengalaman Pythos Harris dalam dunia tari\, ia mengamati banyak koreografer maupun penari melewatkan satu langkah penting dalam kepenarian: olah tubuh. Bagi Pythos\, olah tubuh adalah fase krusial bagi seorang seniman tari untuk memahami pola-pola gerak dan menguasai tubuh sendiri. Dalam lokakarya ini\, Pythos mengajak peserta untuk melakukan eksplorasi gerak\, menemukan pola masing-masing tubuh\, teknik-teknik dasar melantai\, akrobat\, dan mengembangkan pemanasan tubuh sesuai dengan situasi tubuh tiap peserta. \nLokakarya ini mengajak peserta mempelajari satu prinsip penting menjadi seorang penari: mengenali tubuh sendiri. Penguasaan terhadap tubuh akan membuat anatomi koreografi lebih matang dan menjamin kesiapan tubuh menerima beragam gagasan\, data\, juga intensi dalam tahap penciptaan karya apapun selanjutnya. \nKelas ini terbuka untuk UMUM \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nPythos HarrisKoreografer dan penari asal Papua yang sejak kecil telah berlatih tari tradisional dan sosial Papua. Bersama kelompok tarinya\, Freedom Squad\, ia sukses mewakili Indonesia ke berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional\, salah satunya Gatsby Dance Competition di Jepang tahun 2009 Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tubuh-sebelum-gagasan/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Tubuh-Sebelum-Gagasan-Pythos-Harris.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T113000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T130000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T130026Z
LAST-MODIFIED:20241110T174216Z
UID:12778-1730806200-1730811600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Hibridisasi & Pembauran: Teknik hingga Organik
DESCRIPTION:Di kelas ini\, Olé akan membagi teknik\, kosagerak\, metode kerja\, dan proses kreatif koreografer untuk mengeksplorasi penelitian artistik milik peserta sendiri. Sesi pemanasan sebagai kelanjutan latihan akan dilakukan peserta bersama koreografer untuk menyiapkan tubuh dan jasmaniah tarian\, sekaligus menandai dimulainya proses penelitian artistik. Olé akan mentransmisikan gerakan dari berbagai teknik yang menempa tariannya (hip hop\, kontemporer\, dan tradisional Asia Tenggara) dan titik temu yang menonjolkan kosageraknya. Melalui berbagai latihan teknik dan momen improvisasi\, ia menawarkan pendekatan eksperimental terhadap keadaan tubuh dan energi yang ia jelajahi\, juga metode kerjanya untuk menciptakan karya dari kosageraknya sendiri. Lokakarya akan ditutup dengan karya komposisi kelompok yang dibuat dari bahan-bahan yang dieksplorasi bersama. \nKelas terbuka untuk PENARI/PROFESIONAL dengan syarat:\n– Telah melakukan latihan fisik rutin\n \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nOlé KhamchanlaLahir di Laos\, tumbuh di Prancis dan berjumpa dengan hip hop pada 1990. Mendalami tari hip hop bersama banyak koreografer di Prancis\, lalu menemukan akar kembali di tari tradisional Thailand dan Laos yang memperkaya bahasa tarinya. Pada 2010\, Ole menginisiasi Fang Mae Kong (Listen to The Mekong)\, festival tari internasional di Laos. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/hibridisasi-pembauran-teknik-hingga-organik/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Masterclass-Hibridasi-Pembauran-Teknik-hingga-Organik-Ole-Khamcanla.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T153000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241030T124635Z
LAST-MODIFIED:20241030T175624Z
UID:13100-1730813400-1730820600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Mengelola Lahan Subur bagi Pertumbuhan Talenta Seni Tari
DESCRIPTION:Panel:\nJoseph Lee\nKeni K.Soeriaatmadja\nJosh Marcy\nDr. Restu Gunawan M.Hum \nModerator:\nMuhammad Abe\n \nDalam dunia seni tari\, pengembangan kreativitas membutuhkan lahan subur yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan seni yang berkelanjutan. Lahan subur ini tidak hanya mencakup fasilitas fisik dan infrastruktur yang memadai\, tetapi juga dukungan mental\, sosial\, dan budaya yang mampu memfasilitasi eksplorasi artistik yang inovatif. Diskusi ini akan mengupas bagaimana menciptakan dan mengelola ekosistem yang kondusif bagi perkembangan praktisi seni tari\, dengan memberikan perhatian pada kebutuhan mereka untuk menghasilkan karya-karya yang kuat secara artistik\, sekaligus berkontribusi dalam produksi pengetahuan\, transformasi sosial\, dan pemajuan budaya. Selain itu\, diskusi ini akan mengeksplorasi peran berbagai pihak—pemerintah\, institusi budaya\, komunitas seni\, hingga industri kreatif—dalam menciptakan peluang yang relevan dengan konteks lokal. Topik ini juga akan menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk membuka akses yang lebih luas bagi para praktisi seni\, dengan mempertemukan sudut pandang dan pengalaman praktik dari Indonesia serta wilayah Asia lainnya. \nTidak perlu reservasi. Langsung daftarkan diri di tempat.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/mengelola-lahan-subur-bagi-pertumbuhan-talenta-seni-tari/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Dance-Talks-Managing-Fertile-Grounds-for-the-Growth-of-Dance-Talents-scaled.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T181500
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T201211Z
LAST-MODIFIED:20241110T172320Z
UID:12467-1730822400-1730830500@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Go In to Go Out
DESCRIPTION:Go In to Go Out merupakan pengembangan pertunjukan berdasarkan platform riset artistik “Membaca Sanghyang”\, yang sempat dilakukan Wayan Sumahardika melalui kolaborasi Mulawali Institute bersama Desa Adat Geriana Kauh-Karangasem dan Desa Adat Kepaon-Denpasar di Bali. Sebagai ritual kolektif setempat\, Sanghyang menjadi sumber mata air pemaknaan bagi penonton luar yang singgah dan menyaksikan. Tak jarang\, Sanghyang kerap terpapar dengan begitu beragamnya narasi di luar diri dan masyarakat penyangganya. Pertunjukan Go In to Go Out berupaya untuk melihat ulang posisi dan agensi kepenontonan. Merentangkan pengalaman koreografis dalam menonton ritual sanghyang\, mengenali peristiwa di belakang panggung sanghyang\, serta relasinya dengan kenyataan urban hari ini. \nCredits:\nSutradara & Penulis: Wayan Sumahardika\nKoreografer & Penari: Kevin Muliarta\nPenari: Dayu Tri\nDesainer Visual & Mapping: Manik Sukadana\nPenata Musik: Pasek Wijaya\nManajer Produksi: Shafa Dhiyaliza\nTim Produksi: Desi Nurani\, Jacko Kaneko\, Agus Wiratama & Mang Tri Ray Dewantara \n📍 Teater Wahyu Sihombing\, Taman Ismail Marzuki \nWayan SumahardikaPenulis\, sutradara\, dan pembuat teater kelahiran Denpasar\, 1992. Praktik artistiknya bergerak pada persimpangan tari\, film\, dan ragam seni untuk menimbang hubungan pengalaman menonton pertunjukan serta kenyataan sehari-hari melalui pendekatan repertoar-arsip dan spekulatif. Ia aktif sebagai direktur artistik Mulawali Institute dan menginisiasi B-PART (Bali Performing Arts Meeting). Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/go-in-to-go-out/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Go-In-to-Go-Out-Wayan-Sumahardika.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T181500
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T202836Z
LAST-MODIFIED:20241110T172404Z
UID:12483-1730822400-1730830500@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:PING
DESCRIPTION:Karya ini berawal dari ingatan atas pengalaman masa kecil Ela sebagai penonton Bajidoran. Salah satu seni pertunjukan rakyat Sunda\, Jawa Barat ini menjadi pintu masuk Ela untuk melihat pergeseran kedudukan pinggul dan perempuan yang secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan. Pinggul dapat dipandang sebagai pusat seksualitas; bersifat ekspresif\, personal\, dan intim. Namun\, bagi Ela pinggul adalah poros gerak utama yang memuat makna atas bentangan peristiwa di masa lalu dan masa kini\, antara yang transenden dan profan\, yang privat dan publik\, serta antara tubuh dan panggung. Ela melihat pinggul terbukti adaptif pada gerak zaman\, ia digerakkan sekaligus menggerakkan. \nCredits:Choreographer: Ela MutiaraDancer: Ela MutiaraComposer: Gin Gigin \n📍 Teater Wahyu Sihombing\, Taman Ismail Marzuki \nEla MutiaraKoreografer dan penari kelahiran Sukabumi\, Jawa Barat. Menyelesaikan studi master Penciptaan Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sejak 2016\, praktik tarinya banyak mengulik peristiwa sejarah\, tradisi\, pola hidup\, dan perempuan dalam perspektif sosial budaya Sunda. Auto-etnografi menjadi metode kerja dalam riset dan proses kreatifnya\, menempatkan tubuh sebagai medium utama yang diekspresikan melalui karya tari\, video\, seni pertunjukan\, dan pameran. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/ping/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-PING-Ela-Mutiara.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T181500
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T204907Z
LAST-MODIFIED:20241110T172950Z
UID:12501-1730822400-1730830500@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:90/NOW
DESCRIPTION:Pemantiknya adalah satu fakta tak terbantahkan\, bahwa cuaca berubah lebih cepat dari yang bisa Nout bayangkan. Kesadaran ini hadir melalui diskusi dengan teman\, keluarga\, dan seniman lintas disiplin di sekitarnya. Celetukan seperti “Dulu lebih baik”\, “Ini sudah tidak seperti dulu lagi”\, atau “Dulu seperti ini\, dulu seperti itu” menggerakkannya untuk mengekspresikan diri dalam pertanyaan tentang “perubahan” –pada semua hal: alam\, masyarakat\, manusia. Nout mempertanyakan pengaruh perubahan ini pada praktik artistik dan esensi karyanya. Dan sebagai benang merah\, perubahan serta evolusi Nout sendiri\, sebagai seorang seniman dan perempuan dalam masyarakat yang terus mengalami metamorfosis yang tak berkesudahan. \nPertunjukan ini memiliki 3 bagian:\n1. Puisi\n2. 1990\n3. Now \nCredits:\nChoreographer & Dancer : Noutnapha Soydala\nArtistic Curator: Olé Khamchanla\nEditor and Poem Singer: Chanthalangsy Tannabout\nCostume Texture: Souphalak Phongsavath\nCostume Design: LychEE\nMusic Composer: Sinthavong Sengmounthong\nProduction : Fanglao dance company \nThe creation of this work is supported by :\nBlackBox Vientiane\nFang Mae Khong international dance festival\nKampana – Indonesia Dance Festival \nNoutnapha SoydalaPenari Lao dan salah satu pendiri Fanglao Dance Company sejak 2013. Mulai belajar tari tradisional Lao sejak berusia enam tahun di Vientiane (Laos). Pada 2006\, ia mulai menggeluti tari kontemporer selama lokakarya tari bersama koreografer Laos-Perancis Olé Khamchanla. Sejak 2008\, ia memulai tur tahunan di Perancis bersama Compagnie KHAM. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/90-now/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-90NOW-Noutnapha-Soydala.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T213000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T195742Z
LAST-MODIFIED:20241110T171941Z
UID:12450-1730836800-1730842200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Garis Tegak Lurus
DESCRIPTION:Melihat yang tidak bisa dilihat. Mendengar yang tidak bersuara. Menyentuh yang tidak tersentuh. Merasa yang tidak dirasa. \nAda dan tiada. \nJika uap api bisa membuat bentuk titik-titik air\, jika mega-mega di langit bisa membuat gumpalan-gumpalan awan yang menurunkan hujan\, jika tanah selalu bergerak dan bernafas\, jika air selalu mengalir\, jika laut bisa surut. dan udara adalah kita yang merajut cerita-cerita. nyata \nBerangkat dari pengalaman ketubuhan Fitri di Gunung Bromo (Jawa Timur) dan Gunung Padang (Jawa Barat)\, Garis Tegak Lurus adalah karya tubuh tari yang melintasi laku spiritual pada sudut siku-siku terhadap garis dasar. Ia menunjukkan garis atau arah yang lurus ke atas atau naik ke puncak. Kemudian\, mengasosiasikan diri dengan lapisan benda-benda tegak lurus yang ditumpuk satu sama lain dengan tinggi lapisan tetap. Karya ini ingin bersama-sama menarik rongga kekosongan individual terhadap semesta yang berlapis. Memantik perenungan tentang esensi hubungan manusia\, alam\, dan pencipta. \nTim Kerja KreatifGaris Tegak Lurus \nKonseptor/Design Visual/Koreografer : Fitri Setyaningsih \nPenari :Agatha Irena P.Angelia Aisyah M.Dia Merah \nPenata Artistik : R. Agus CahyonoProperty : Fransguphita ReynolPenata Musik : Gatot Danar S.Penata Cahaya : Riski Ade P.Kostum : Reni SibaraniDokumentasi Proses : Dwe RachmantoPimpinan Produksi : Aik Vela \nTerima kasih terutama kepada:\nTuhan Yang Maha Tinggi\nTubuh Gunung Berapi dan Bumi Manusia\nGunung Api Purba di Gunung Kidul\nSeluruh Makhluk Tumbuh\nOmah Kebon Homestay\nSangkasa Galeri\nDan ruang-ruang  pertemuan yang berwujud nyata maupun ghaib yang tak bisa disebutkan satu per satu \nFitri SetyaningsihTak hanya aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh\, Fitri Setyaningsih juga memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti benda sehari-hari\, suara/bunyi\, seni konseptual\, dan ranah eklektik lain (interdisiplin). Karyanya bersentuhan lekat dengan kehadiran diri\, semesta berlapis\, hingga arkeologi. Fitri juga menginisiasi ruang lintas media bernama Tamu Semesta. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/garis-tegak-lurus/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Garis-Tegak-Lurus-Fitri-Setyaningsih-update.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T110000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T125441Z
LAST-MODIFIED:20241110T174327Z
UID:12773-1730885400-1730890800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Gong Spiral
DESCRIPTION:Diciptakan oleh Arco Renz\, Spiral Gong adalah latihan gerak yang membangkitkan energi dan menghubungkan pikiran dan tubuh\, memungkinkan keduanya beresonansi dan bergerak sebagai kesatuan. Melalui pola pernapasan spesifik\, peserta akan menjadi lebih sadar akan tubuh mereka yang sedang bergerak dan mengeksplorasi penggabungan kutub-kutub yang bertentangan seperti masuk-keluar\, buka-tutup\, kumpul-urai. Aktivitas semacam ini merupakan inti dari “Dramaturgi Abstrak”\, serangkaian proses struktural dan koreografi berkelanjutan di mana tari menjadi interaksi langsung antara penari dan lingkungan\, mengaburkan batas antara dalam dan luar\, diri sendiri dan orang lain. Gerakan melarutkan pertentangan. Makna\, narasi\, dan dramaturgi disajikan sebagai produk sampingan dari suatu proses yang berhubungan dalam gerakan. “Spiral” mengacu pada pola energi pernapasan dan gerakan dalam tubuh\, yang dialami sebagai denyut nadi. Sementara “Gong” melambangkan kerja/usaha (工) dan resonansi instrumen gong. \nKelas ini terbuka untuk UMUM/ PENARI PROFESIONAL dengan syarat:\n– Telah melakukan latihan fisik rutin\n \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nArco RenzArco Renz bekerja sebagai koreografer\, sutradara\, penari\, dramaturg\, kurator\, pengajar. Sebagai direktur artistik kelompok tari Kobalt Works yang berbasis di Brussel\, Arco Renz menciptakan karya koreografi yang berlimpah di Eropa dan Asia selama 25 tahun terakhir\, dan secara paralel mengembangkan praktik dramaturgi untuk tari kontemporer dalam konteks lintas budaya. Karyanya berfokus pada pengembangan hubungan antara penelitian\, pertukaran\, dan pengetahuan melalui praktik pertunjukan. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/spiral-gong/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Gong-Spiral-Arco-Renz.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T103000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T130000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241005T124647Z
LAST-MODIFIED:20241110T174408Z
UID:12767-1730889000-1730898000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Kita Semua adalah Tamu di Semesta
DESCRIPTION:Bagaimana jika tubuh sudah tidak lagi tumbuh?\nMenyentuh bentuk mati dalam tubuh yang hidup. \nLokakarya ini berupa provokasi singkat oleh Fitri Setyaningsih lewat tema-tema sederhana\, menghadirkan atau menghidupkan materi-materi sesuai sifatnya pada saat ini atau saat terjadi. Fitri mengajak peserta mendialogkan kegelisahan diri terhadap satu hal yang tak terbatas oleh tubuh\, lalu memantik pendekatan mencipta secara lintas media atau disiplin. Kemudian Fitri akan berbagi impresinya terhadap cipta karsa peserta dan memantulkannya kembali kepada peserta\, ditukar-kembangkan agar bisa menjadi kejadian atau peristiwa dengan pola artistik yang baru pada saat itu juga. \nKelas terbuka untuk UMUM\, dengan syarat:\n– Memiliki ketertarikan pada kerja interdisiplin\n \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nFitri SetyaningsihTak hanya aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh\, Fitri Setyaningsih juga memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti benda sehari-hari\, suara/bunyi\, seni konseptual\, dan ranah eklektik lain (interdisiplin). Karyanya bersentuhan lekat dengan kehadiran diri\, semesta berlapis\, hingga arkeologi. Fitri juga menginisiasi ruang lintas media bernama Tamu Semesta. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/kita-semua-adalah-tamu-di-semesta/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Kita-Semua-adalah-Tamu-di-Semesta-Fitri-Setyaningsih.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T153000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241030T124652Z
LAST-MODIFIED:20241030T175745Z
UID:13125-1730899800-1730907000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Festival dan Dinamika Kota
DESCRIPTION:Panel:\nYoi Jariyapun\nSekar Alit\nRatri Anindyajati\n \nModerator:\nRama Thaharani \nDi Asia\, festival seni pertunjukan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk rasa identitas kota\, menjadi cerminan dinamis dari lokalitas dan historisitas\, serta nilai-nilai komunal yang beragam di kawasan ini. Festival-festival ini tidak hanya merayakan keberagaman budaya suatu kota\, tetapi juga menempatkannya sebagai pusat pertukaran seni dan inovasi artistik di tingkat nasional\, regional\, dan global. Melalui kegiatan yang memperkuat citra budaya kota dan melibatkan partisipasi masyarakat\, festival ini mendorong apresiasi yang lebih dalam terhadap seni\, sekaligus mengundang keterlibatan dalam diskusi budaya yang lebih luas. Diskusi publik ini akan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana festival seni pertunjukan memainkan peran penting dalam mempromosikan vitalitas budaya\, ekonomi\, dan sosial. Lebih dari sekadar hiburan\, festival-festival ini juga menjadi wadah untuk mendiskusikan isu-isu kontemporer\, mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan berdialog mengenai tantangan yang dihadapi di era globalisasi. \nTidak perlu reservasi. Langsung daftarkan diri di tempat.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/festival-dan-dinamika-kota/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Dance-Talks-Festivals-and-City-Dynamics-scaled.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T180000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T202158Z
LAST-MODIFIED:20241110T173355Z
UID:12476-1730908800-1730916000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Dibungkus Level 5
DESCRIPTION:Bagi Angga yang tumbuh di Jakarta\, aktivitas membungkus nasi di warung makan telah menjadi satu core memory dan simpul untuk membicarakan banyak hal. Menurutnya\, nasi bungkus sangat dekat untuk menjadi metafora ruang hidup perkotaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sesak dan harus berhimpitan melakukan apa saja demi bertahan hidup di dalamnya. Membungkus nasi di warung makan tidak sekadar persoalan keterampilan tangan\, tetapi juga terkait dengan representasi diri dan refleksi jiwa. Membungkus nasi adalah latihan tak berkesudahan\, di mana seseorang mengasah ketenangan diri sekaligus menuntut kerapian\, kecekatan\, dan efektivitas. Maka selain metafora eksternal\, bungkus nasi juga metafora bagi manusia yang terus berjuang memperbaiki ke dalam diri. Karya ini mengeksplorasi aktivitas familiar yang ternyata mengandung kosagerak khas yang membawa refleksi kompleks soal diri\, jiwa\, dan ruang hidupnya. \nChoreographer: Try AnggaraDancers: Savika Refa Zahira\, Niear Syahrani Putri\, Clausdios Stevan Marani\, Menthari AshiaProduction: Caecilia Dilli\, Regina Audrey Ivana Zakariah \n📍 Teater Kecil\, Taman Ismail Marzuki \nTry AnggaraLahir di Jakarta dan berkecimpung di dunia tari melalui komunitas Animal Pop Family. Sejak 2012\, ia telah berkolaborasi dengan seniman dari Amerika\, Jepang\, Kosta Rika\, dan Korea Selatan. Ia juga terlibat di berbagai program internasional\, seperti Festival Hujung Medini (Malaysia\, 2017)\, Ansan Street Festival (Korea Selatan\, 2019)\, serta Indonesia Dance Festival (2016). Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/dibungkus-level-5/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Dibungkus-Level-5-Try-Anggara.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T180000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T203446Z
LAST-MODIFIED:20241110T173530Z
UID:12489-1730908800-1730916000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:The Synthetic of Hybrid Beings
DESCRIPTION:Karya bertumbuh ini mengeksplorasi transformasi tubuh trans melalui proses Hormonal Replacement Therapy (HRT). Seperti fusi nuklir yang menggabungkan inti atom menjadi entitas yang lebih kuat dan kompleks\, HRT menyatukan biologi organik dan teknologi medis untuk menciptakan identitas hibrid baru. Tubuh trans menjadi medan di mana batas-batas antara alam dan teknologi menjadi kabur. Lebih dari sekadar tindakan medis\, HRT juga merupakan tindakan artistik dan budaya. Dalam era post-human ini\, tubuh trans bukan lagi sekadar entitas biotik\, tetapi simbol dari evolusi identitas manusia yang dinamis. Sebuah karya seni hidup yang mencerminkan perjalanan manusia yang senantiasa dalam keadaan fluks dan selalu melampaui konsep tradisional kemanusiaan yang kita pahami sebelumnya. \nCredits:Produser: Dara HanafiChoreographer: Ishvara DevatiCo-researcher & Observer: Angelissa MelissaComposer: Arham AryadiLighting Artist: Apry Wibowo \n📍 Teater Kecil\, Taman Ismail Marzuki \nIshvara DevatiSeniman trans yang berdomisili di Jakarta\, Indonesia. Ia berfokus pada eksplorasi interdisipliner dalam seni pertunjukan. Ishvara telah berpartisipasi dalam berbagai lokakarya\, seperti CP[3] oleh Dance Nucleus dan Feminist Activism Tech Camp oleh PurpleCode. Tendensi dari praktik seni Ishvara berkutat di seputar ide soal identitas transpuan. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/the-synthetic-of-hybrid-beings/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-The-Synthetic-of-Hybrid-Beings-Ishvara-Devati.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241106T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241106T210000
DTSTAMP:20260405T214107
CREATED:20241001T200518Z
LAST-MODIFIED:20241112T075746Z
UID:12457-1730921400-1730926800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:PAN XIAN
DESCRIPTION:Bagaimana seni pertunjukan tradisional dapat digelar kembali dan diapresiasi di masa depan? \nKarya Pan Xian merenungkan kebutuhan laten akan kepercayaan dan dewa-dewi dalam budaya kerakyatan\, sekaligus menyoroti dampak gerakan sosial terkini di Taiwan. Karya ini memadukan memori sejarah\, isu identitas gender\, seni tradisional\, dan kerangka seremonialnya.  \nDalam Pan Xian\, Huang Huai-Te mengkaji ulang seremonial tertentu dalam budaya Xique (opera tradisional Han) dan ritual Tao. Seperti bentuk pertunjukan lain yang mulai memudar\, Pan Xian\, yang berfungsi sebagai pembuka opera\, sangat dipengaruhi oleh berbagai media modern. Dengan meminjam bentuk ritual yang hangat\, Pan Xian menciptakan ulang kesempatan bagi seniman dan penonton untuk terlibat dalam dialog bersama tradisi dan menemukan kembali kemungkinan pemaknaan terhadap budaya. \nCredits:Choreographer/Music Director: Huang Huai-TeAdministrator: Chuang Ping-HengPerformers: Fang I-Sung\, Kao Chih-Cheng\, Chuang Yueh\, Chen Yu-Hsiang\, Huang Bo-Yu\, Tsou Ying-Lin\, Hsieh Kuang-YuLighting Designer: Lin ChoProps Designer : Huang Li-YingCostume Designer: Li Yu-ShengComposer: Ho\, Hong-Chi (Senior Member of Ju Percussion Group)Music Source: Chen Guan-Hua Folk Music Ensemble\, JU Percussion GroupMusic Executor: Liu Po-YinAdministrative Staff: Lin Chih-YuRehearsal Assistant: Chao Yi-Ying \nSpecial thanks to: Second Brother of Wufengxuan (Xingang\, Chiayi)\, Taipei Performing Arts Center\, National Taiwan University of Arts \nSponsor: \nHuang Huai-TeHuang Huai-Te adalah penari dan koreografer\, pendiri Dashing Theater. Lewat Dashing Theater\, ia ingin menciptakan kesan memikat melalui tari dengan memadukan memori sejarah dengan isu-isu kontemporer di Taiwan. Huang menaruh perhatian pada cara menghubungkan masyarakat dengan tari\, serta bagaimana membuat mereka peduli kepada isu sosial melalui tari. Sebelum Dashing Theater didirikan pada tahun 2020\, Huang adalah seorang penari dan koreografer di Horse Dance Theater. Ia juga merupakan koreografer tetap untuk Cloud Gate 2 pada tahun 2015 dan 2017. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/pan-xian/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Pan-Xian-Huang-Huai-te.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR