Pesona
Melalui karya koreografi "Pesona", Eka bereksperimen untuk mempertukarkan beragam sudut pandang dan membaca ulang unsur-unsur yang turut mempengaruhi rasa visual jepretan lensa foto terhadap tari Gong Dayak Kenyah.
Melalui karya koreografi "Pesona", Eka bereksperimen untuk mempertukarkan beragam sudut pandang dan membaca ulang unsur-unsur yang turut mempengaruhi rasa visual jepretan lensa foto terhadap tari Gong Dayak Kenyah.
“No. 60” adalah risalah dari riset Pichet Klunchun selama lebih dari dua dekade tentang bahasa seni tari tradisional Thailand, Khon. Melucuti topeng dan kostum berpayet Khon dari bentuk klasiknya, Pichet meneliti 59 pose dan gerakan dalam kanon Theppanom yang dikuasai semua penari klasik Thailand dengan cara menghafal.
IDF 2022 menutup rangkaian program festival dengan rasa syukur dan apresiasi untuk semua praktisi yang terlibat - baik di atas panggung maupun di balik layar. Edisi ke-16 festival tari terlanggeng di Asia Tenggara ini juga menandai regenerasi dalam tim kerja festival, dari para pendiri IDF yang kini menjabat Komite Pengarah, kepada tim muda yang dipimpin oleh Ratri Anindyajati sebagai Direktur Festival.
SONGKABALA LAE-LAE! merupakan upacara untuk merayakan kehidupan warga dan upaya mereka untuk bersyukur pada tanah air yang didiami.
Program Diskusi Keproduksian dirancang sebagai ruang pertukaran dan berbagi pengalaman, pengetahuan, metode dan praktik produksi yang difasilitasi oleh IDF bersama mitra produser lokal, Makassar Biennale, dengan personil Gymnastik Emporium, yang telah melalui kolaborasi intim dengan warga lokal di Lae-Lae.
Lokakarya ini menawarkan wawasan desain dan tata kelola pelantar seni tari -baik secara praktikal dan konseptual- yang dikembangkan IDF selama 31 tahun sebagai titik tolaknya.
Vasana Tari IDF akan menggelar seleksi arsip sebagai bagian dari program Lawatari: Padang Panjang. Gelar arsip ini menyajikan jejak jalinan hubungan panjang antara IDF dengan dinamika seni tari Sumatra Barat.
Dalam sesi ini, Hari Ghulur akan menggali keterbatasan (limitation) yang dimiliki setiap partisipan untuk menemukan keunikan tubuh masing2.
Program ini dirancang sebagai ruang pertukaran dan saling memantulkan konteks praktik beragam keproduksian yang dikembangkan oleh IDF dan praktisi seni pertunjukan yang berbasis di Padang Panjang.
Terinspirasi dari pengalaman tubuh keseharian di setapak pematang sawah dan esensi dari beberapa jenis ilmu silat, karya “Tanangan” dibuat untuk mengeksplorasi konsep pengendalian diri. Karya ini mengeksplorasi konsep pengendalian diri sebagai kunci mencapai keseimbangan tubuh secara fisik maupun batin.
Di dalam masterclass ini Ilham ingin berbagi tentang metode yang didapatkan ketika belajar silat yaitu tentang fokus dan pengendalian emosi.
Hari melihat “SILO” sebagai ruang eksplorasi tubuh organik dengan konstruksi batas ruang budaya tubuh. “SILO” sebagai sebuah koreografi dan laku ritual, merupakan ikhtiar mencapai puncak emosi dan spiritual yang dilakukan justru dengan posisi tubuh yang terbatas dan menempel pada tanah atau membumi.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.