Suara Hati Praktisi Tari Yogyakarta
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda, bisa jadi saling beririsan, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam.
Imajinasi memungkinkan manusia mencipta, atau mentransformasi sesuatu yang sederhana jadi luar biasa, bahkan ketika bentuknya masih berupa pikiran di benak.
Mila Rosinta Totoatmojo lahir di Jakarta, 15 Mei 1989 dan mengenal dunia tari sejak usia tujuh tahun. Ia merupakan sarjana studi Penciptaan Seni Tari di pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sempat mendalami tari Bali, Mila lalu beralih mendalami tari dan budaya Jawa sejak bergabung di Tembi Dance Company pada 2009.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.