Waktu Paruh merupakan metafora atas tatanan sosial, etika, dan nilai kemanusiaan yang perlahan meluruh. Karya ini mempertanyakan: ketika nilai-nilai yang menopang kehidupan terus tergerus, apa yang masih tersisa? Bagaimana manusia terus melangkah ketika pijakan yang selama ini menyangga hidupnya tak lagi utuh?
