Loading Events

Pembicara:
Sina Saberi
Mang Tri Ray Dewantara
Rachmi Diyah Larasati
Julianti Parani

Moderator:
Gwen Hsin-Yi Chang

Venue:
Serambi Salihara, Komunitas Salihara Arts Center

Sesi ini mengupas konsep tari sebagai arsip yang hidup, serta mengeksplorasi bagaimana tubuh, praktik gerak, ingatan, dan relasi berfungsi sebagai wadah pengetahuan dinamis yang melampaui dokumentasi konvensional. Sebagai kelanjutan dari kolaborasi antara Indonesian Dance Festival, Tanztriennale, dan Goethe-Institut, diskusi ini berpijak pada penelitian bersama mengenai *Dancing with Archive* (arsip yang terwujud dalam tubuh/ *embodied archive*).

Para pembicara akan menelaah jenis pengetahuan yang tersimpan di dalam tubuh dan bagaimana warisan ini diwariskan lintas generasi, dengan menyoroti secara khusus ingatan-ingatan komunitas tari yang tidak terdokumentasikan. Yang tak kalah penting, percakapan ini akan membahas bagaimana konteks budaya dan sejarah yang beragam membentuk prioritas pengarsipan serta narasi politik seputar pelestarian. Dengan memandang ulang arsip bukan sekadar sebagai catatan pasif masa lalu melainkan sebagai sumber daya aktif untuk masa depan, sesi ini menelusuri sejarah tari siapa yang kita bawa serta bagaimana sejarah tersebut dapat menginspirasi praktik artistik kontemporer.

Karya ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Indonesian Dance Festival dan Tanztriennale, yang didasari oleh minat bersama dalam penelitian mengenai Dancing with Archive (arsip yang terwujud dalam tubuh/ Embodied Archive).

Go to Top