“Dancing of Lament: Ibuku Menangis, Bumiku Meronta” bertolak dari keresahan tentang pudarnya hubungan manusia dengan alam sebagai ibu kehidupannya. Orang Belu (emabelu) mempunyai tradisi mulia ritual persahabatan ekologis dalam upacara Ukun Badu. Ukun Badu emabelu menjadi kekayaan tradisi leluhur yang sangat ekologis. Penjagaan dan pemeliharaan alam dilembagakan sedemikian apik bahkan heroik dalam tabu adat dan kultus larangan untuk tidak merusak alam. Tradisi menjaga hubungan dengan alam ibu kehidupan semacam itu juga dimiliki oleh warga di bagian lain tanah Timor. Sayangnya, manusia sebagai anak telah berdusta kepada alam, ibu kehidupannya. Alam sang ibu kehidupan semakin meronta sakit hati lantaran anak manusia yang ia hidupi ingkar pada janji yang telah mereka ikrarkan di dalam ritual.

nu Kolektif
nu Kolektif merupakan kolektif seni di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari anggota dengan latar belakang beragam. Masing-masing anggota memiliki ciri khas dalam berkarya menggunakan medium berbeda, termasuk visual (fotografi, videografi, ilustrasi, dan desain komunikasi visual) dan sastra.


