TELUSUR TARI-Julianti Parani

Paparannya pada tari sudah dialami Julianti Parani sejak kecil melalui pengalamannya menonton film. Julianti menjelaskan biografi kekaryaannya yang dimulai pembelajaran tari yang ia lakukan sejak kanak-kanak. Ia memiliki pengalaman belajar tari balet dan tari Sunda. Hal ini berarti Julianti memiliki ketubuhan yang eklektik; karena belajar disiplin tari Barat dan tradisi sejak dini. Seiring pertemuannya dengan berbagai koreografer di Taman Ismail Marzuki mengembangkan pengertiannya tentang bentuk tari kontemporer. Karya koreografinya yaitu repertoar “Siparnipi” terlihat percampuran metode balet dengan budaya nasional. Ia kemudian mengembangkannya lagi ke bentuk yang lebih besar yaitu Ballet Sangkuriang yang mencampurkan folklor, musik tradisi, dengan sentuhan tari serta komposisi Barat. Berbagai pengalamannya dengan tari Barat dan tradisi akhirnya menajamkan simpati Julianti terhadap preservasi budaya di kota kelahirannya, Jakarta. Ia mulai menelusuri hal ini karena pengamatannya akan pelestarian Lenong sebagai seni teater rakyat, tetapi ia melihat tari Betawi masih sebagai pengiring saja dibanding sebuah bentuk seni yang berdiri sendiri. Julianti berusaha untuk menelusuri sejarah budaya Betawi pada masa kolonial secara dalam dan lalu menjadikannya dasar penciptaan tarinya hingga kini.

TELUSUR TARI-Julianti Parani

Paparannya pada tari sudah dialami Julianti Parani sejak kecil melalui pengalamannya menonton film. Julianti menjelaskan biografi kekaryaannya yang dimulai pembelajaran tari yang ia lakukan sejak kanak-kanak. Ia memiliki pengalaman belajar tari balet dan tari Sunda. Hal ini berarti Julianti memiliki ketubuhan yang eklektik; karena belajar disiplin tari Barat dan tradisi sejak dini. Seiring pertemuannya dengan berbagai koreografer di Taman Ismail Marzuki mengembangkan pengertiannya tentang bentuk tari kontemporer. Karya koreografinya yaitu repertoar “Siparnipi” terlihat percampuran metode balet dengan budaya nasional. Ia kemudian mengembangkannya lagi ke bentuk yang lebih besar yaitu Ballet Sangkuriang yang mencampurkan folklor, musik tradisi, dengan sentuhan tari serta komposisi Barat. Berbagai pengalamannya dengan tari Barat dan tradisi akhirnya menajamkan simpati Julianti terhadap preservasi budaya di kota kelahirannya, Jakarta. Ia mulai menelusuri hal ini karena pengamatannya akan pelestarian Lenong sebagai seni teater rakyat, tetapi ia melihat tari Betawi masih sebagai pengiring saja dibanding sebuah bentuk seni yang berdiri sendiri. Julianti berusaha untuk menelusuri sejarah budaya Betawi pada masa kolonial secara dalam dan lalu menjadikannya dasar penciptaan tarinya hingga kini.

TELUSUR TARI-Julianti Parani

Paparannya pada tari sudah dialami Julianti Parani sejak kecil melalui pengalamannya menonton film. Julianti menjelaskan biografi kekaryaannya yang dimulai pembelajaran tari yang ia lakukan sejak kanak-kanak. Ia memiliki pengalaman belajar tari balet dan tari Sunda. Hal ini berarti Julianti memiliki ketubuhan yang eklektik; karena belajar disiplin tari Barat dan tradisi sejak dini. Seiring pertemuannya dengan berbagai koreografer di Taman Ismail Marzuki mengembangkan pengertiannya tentang bentuk tari kontemporer. Karya koreografinya yaitu repertoar “Siparnipi” terlihat percampuran metode balet dengan budaya nasional. Ia kemudian mengembangkannya lagi ke bentuk yang lebih besar yaitu Ballet Sangkuriang yang mencampurkan folklor, musik tradisi, dengan sentuhan tari serta komposisi Barat. Berbagai pengalamannya dengan tari Barat dan tradisi akhirnya menajamkan simpati Julianti terhadap preservasi budaya di kota kelahirannya, Jakarta. Ia mulai menelusuri hal ini karena pengamatannya akan pelestarian Lenong sebagai seni teater rakyat, tetapi ia melihat tari Betawi masih sebagai pengiring saja dibanding sebuah bentuk seni yang berdiri sendiri. Julianti berusaha untuk menelusuri sejarah budaya Betawi pada masa kolonial secara dalam dan lalu menjadikannya dasar penciptaan tarinya hingga kini.

Episode Telusur Tari :