TELUSUR TARI-Hari Ghulur
Menurut Hari Ghulur, Madura adalah bahasa tubuh, bahasa lisan, dan bahasa kreatifnya. Yang ditunjukkan oleh Hari Ghulur dalam karya-karyanya pun tidak hanya eksplorasi tubuh manusia saja tetapi juga tubuh lingkungan; yang alamiah maupun artifisial. Keterkaitan dan saling respons antara manusia dan lingkungan terlihat dalam koreografinya. Hari Ghulur memperlihatkan hubungan tersebut melalui interaksi sensoris: memperdengarkan suara yang ditimbulkan karena sentuhan, gesekan, hingga kejatuhan. Hari telah melewati banyak penelusuran bentuk gerak tubuh dengan berguru ke banyak maestro tari di dalam maupun luar negeri. Nama ‘Ghulur’ ia dapatkan dari karya tugas akhirnya untuk program Pascasarjana yang terinspirasi dari topeng ghulur.
Proses kreatif yang Hari lakukan berangkat dari observasi kesehariannya, misalnya dari anaknya yang masih kecil dan pengalamannya di pesantren. Karyanya ‘Silo’ merupakan eksplorasi dan tanggapan tubuhnya akan laku sila pada saat tahlilan dan memetik nuansa pesantren melalui sebaran sandal pada pemanggungan. Hari memindahkan motivasi energi bersila yang ia miliki pada para penari yang bekerja bersamanya. Hari Ghulur terlihat menyisipkan tema spiritualitas, lingkungan dan inovasi melalui kolaborasi antar penari. Bagi Hari, koreografi tidak hanya menata gerak, tapi juga menata perasaan dan energi dalam diri.
TELUSUR TARI-Hari Ghulur
Menurut Hari Ghulur, Madura adalah bahasa tubuh, bahasa lisan, dan bahasa kreatifnya. Yang ditunjukkan oleh Hari Ghulur dalam karya-karyanya pun tidak hanya eksplorasi tubuh manusia saja tetapi juga tubuh lingkungan; yang alamiah maupun artifisial. Keterkaitan dan saling respons antara manusia dan lingkungan terlihat dalam koreografinya. Hari Ghulur memperlihatkan hubungan tersebut melalui interaksi sensoris: memperdengarkan suara yang ditimbulkan karena sentuhan, gesekan, hingga kejatuhan. Hari telah melewati banyak penelusuran bentuk gerak tubuh dengan berguru ke banyak maestro tari di dalam maupun luar negeri. Nama ‘Ghulur’ ia dapatkan dari karya tugas akhirnya untuk program Pascasarjana yang terinspirasi dari topeng ghulur.
Proses kreatif yang Hari lakukan berangkat dari observasi kesehariannya, misalnya dari anaknya yang masih kecil dan pengalamannya di pesantren. Karyanya ‘Silo’ merupakan eksplorasi dan tanggapan tubuhnya akan laku sila pada saat tahlilan dan memetik nuansa pesantren melalui sebaran sandal pada pemanggungan. Hari memindahkan motivasi energi bersila yang ia miliki pada para penari yang bekerja bersamanya. Hari Ghulur terlihat menyisipkan tema spiritualitas, lingkungan dan inovasi melalui kolaborasi antar penari. Bagi Hari, koreografi tidak hanya menata gerak, tapi juga menata perasaan dan energi dalam diri.
TELUSUR TARI-Hari Ghulur
Menurut Hari Ghulur, Madura adalah bahasa tubuh, bahasa lisan, dan bahasa kreatifnya. Yang ditunjukkan oleh Hari Ghulur dalam karya-karyanya pun tidak hanya eksplorasi tubuh manusia saja tetapi juga tubuh lingkungan; yang alamiah maupun artifisial. Keterkaitan dan saling respons antara manusia dan lingkungan terlihat dalam koreografinya. Hari Ghulur memperlihatkan hubungan tersebut melalui interaksi sensoris: memperdengarkan suara yang ditimbulkan karena sentuhan, gesekan, hingga kejatuhan. Hari telah melewati banyak penelusuran bentuk gerak tubuh dengan berguru ke banyak maestro tari di dalam maupun luar negeri. Nama ‘Ghulur’ ia dapatkan dari karya tugas akhirnya untuk program Pascasarjana yang terinspirasi dari topeng ghulur.
Proses kreatif yang Hari lakukan berangkat dari observasi kesehariannya, misalnya dari anaknya yang masih kecil dan pengalamannya di pesantren. Karyanya ‘Silo’ merupakan eksplorasi dan tanggapan tubuhnya akan laku sila pada saat tahlilan dan memetik nuansa pesantren melalui sebaran sandal pada pemanggungan. Hari memindahkan motivasi energi bersila yang ia miliki pada para penari yang bekerja bersamanya. Hari Ghulur terlihat menyisipkan tema spiritualitas, lingkungan dan inovasi melalui kolaborasi antar penari. Bagi Hari, koreografi tidak hanya menata gerak, tapi juga menata perasaan dan energi dalam diri.






