TELUSUR TARI-Densiel Prismayanti Lebang

Pengetahuan ketubuhan Densiel Lebang berangkat dari latar belakang budayanya sebagai orang Toraja, Sulawesi Selatan. Koreografi dipandang oleh Densiel bukan sebagai susunan gerak estetik saja, tetapi untuk bermain dengan fenomena yang terjadi kini; sebuah respons pada kesulitan yang ia observasi di sekitarnya. Ia mengembangkan struktur penciptaan dramaturgi material, di mana ia bermain-main dengan suatu barang, dalam karyanya berupa tali. Berbagai bentuk gerak dapat tercipta ketika koreografer menciptakan halangan material. Densiel juga berulang kali menyebut penciptaannya sebagai bermain; hal yang ia masukkan pengadeganan yang memiliki peraturan dan ganjaran atas konsekuensi gerak. Ia menekankan pada asosiasi fisik dan relasi visual yang terjadi antara tubuh dan material. Pada karyanya di masa pandemi, yang ia beri judul “Another Body, Another Space, Another Time” adalah tanggapannya terhadap pengalihan seni pertunjukan yang mengalih wahana dari fisik ke virtual. Pada karya tersebut, ia mencoba menggali konsep intertekstualitas serta ketubuhan di luar performer; termasuk material serta ruang sebagai bagian dari keberadaan tubuh.

TELUSUR TARI-Densiel Prismayanti Lebang

Pengetahuan ketubuhan Densiel Lebang berangkat dari latar belakang budayanya sebagai orang Toraja, Sulawesi Selatan. Koreografi dipandang oleh Densiel bukan sebagai susunan gerak estetik saja, tetapi untuk bermain dengan fenomena yang terjadi kini; sebuah respons pada kesulitan yang ia observasi di sekitarnya. Ia mengembangkan struktur penciptaan dramaturgi material, di mana ia bermain-main dengan suatu barang, dalam karyanya berupa tali. Berbagai bentuk gerak dapat tercipta ketika koreografer menciptakan halangan material. Densiel juga berulang kali menyebut penciptaannya sebagai bermain; hal yang ia masukkan pengadeganan yang memiliki peraturan dan ganjaran atas konsekuensi gerak. Ia menekankan pada asosiasi fisik dan relasi visual yang terjadi antara tubuh dan material. Pada karyanya di masa pandemi, yang ia beri judul “Another Body, Another Space, Another Time” adalah tanggapannya terhadap pengalihan seni pertunjukan yang mengalih wahana dari fisik ke virtual. Pada karya tersebut, ia mencoba menggali konsep intertekstualitas serta ketubuhan di luar performer; termasuk material serta ruang sebagai bagian dari keberadaan tubuh.

TELUSUR TARI-Densiel Prismayanti Lebang

Pengetahuan ketubuhan Densiel Lebang berangkat dari latar belakang budayanya sebagai orang Toraja, Sulawesi Selatan. Koreografi dipandang oleh Densiel bukan sebagai susunan gerak estetik saja, tetapi untuk bermain dengan fenomena yang terjadi kini; sebuah respons pada kesulitan yang ia observasi di sekitarnya. Ia mengembangkan struktur penciptaan dramaturgi material, di mana ia bermain-main dengan suatu barang, dalam karyanya berupa tali. Berbagai bentuk gerak dapat tercipta ketika koreografer menciptakan halangan material. Densiel juga berulang kali menyebut penciptaannya sebagai bermain; hal yang ia masukkan pengadeganan yang memiliki peraturan dan ganjaran atas konsekuensi gerak. Ia menekankan pada asosiasi fisik dan relasi visual yang terjadi antara tubuh dan material. Pada karyanya di masa pandemi, yang ia beri judul “Another Body, Another Space, Another Time” adalah tanggapannya terhadap pengalihan seni pertunjukan yang mengalih wahana dari fisik ke virtual. Pada karya tersebut, ia mencoba menggali konsep intertekstualitas serta ketubuhan di luar performer; termasuk material serta ruang sebagai bagian dari keberadaan tubuh.

Episode Telusur Tari :