Suara Hati Praktisi Tari Yogyakarta
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda, bisa jadi saling beririsan, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam.
Siti Alisa adalah seniman tari independen yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari balet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelar Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada 2017.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.