Suara Hati Praktisi Tari Yogyakarta
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Lima koreografer muda menampilkan karya, praktisi tari saling bertukar wawasan, sedangkan manajer seni pertunjukan berkolaborasi dengan hangat dalam Lawatari: Yogyakarta.
Melihat sekilas sejarah panjang perjalanan Miroto di dunia tari, tentu kita dapat membayangkan bahwa ini tidak terlepas dari dua hal, disiplin latihan dan proses berpikir. Maka untuk memahami bagaimana proses berpikir Miroto kita perlu merasakan disiplin latihan beliau, begitupun sebaliknya, memahami pemikiran Miroto akan membuat kita terhubung lebih mudah dengan disiplin latihan beliau.
Martinus Mirotolahir pada 28 Februari 1959 di desa Turusan, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kesenian. Di sela-sela waktu bersekolah, Miroto belajar menari di Keraton Yogyakarta dan menjadi penari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja. Selain menjadi penari, ia juga belajar menata tarian dalam skala besar. Semasa kuliah, ia mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan koreografer-koreografer ternama.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.