SILO

Hari melihat “SILO” sebagai ruang eksplorasi tubuh organik dengan konstruksi batas ruang budaya tubuh. “SILO” sebagai sebuah koreografi dan laku ritual, merupakan ikhtiar mencapai puncak emosi dan spiritual yang dilakukan justru dengan posisi tubuh yang terbatas dan menempel pada tanah atau membumi.

TELUSUR TARI-Hari Ghulur

Menurut Hari Ghulur, Madura adalah bahasa tubuh, bahasa lisan, dan bahasa kreatifnya. Yang ditunjukkan oleh Hari Ghulur dalam karya-karyanya pun tidak hanya eksplorasi tubuh manusia saja tetapi juga tubuh lingkungan; yang alamiah maupun artifisial. Keterkaitan dan saling respons antara manusia dan lingkungan terlihat dalam koreografinya.

Keterbatasan

Alih-alih menganggap keterbatasan sebagai kekangan, keterbatasan justru bisa dilihat sebagai batas-batas panduan mencapai kebebasan. “Method of Limitation” ini adalah ruang konstruksi tubuh yang Hari Ghulur kerjakan untuk mencari kemungkinan kemungkinan baru yang lahir dari gerak berulang.

SILO

Karya “SILO” mengeksplorasi tradisi tahlil dalam Islam, yang dalam konteks ini dibaca sebagai pusat motorik gerak torso. Sebuah metode dialog vertikal antara dirinya dengan Yang Maha melalui gerakan berulang (repetitif) dan personal.

Hari Ghulur

Moh. Hariyanto (lahir 1986), juga dikenal sebagai Hari Ghulur, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”, “Ghabal”, “White Stone”, “Sila”, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance, Europalia Art Festival, Universitas Malaya, American Dance Festival, dan Indonesian Dance Festival.

Go to Top