Rayakan Tari Kontemporer, Rancak Bana Padang Panjang!
Lawatari Padang Panjang yang diselenggarakan pada 6-7 Desember 2023 ini merupakan program kedua dalam rangkaian Lawatari menuju Indonesian Dance Festival yang akan digelar pada akhir 2024.
Lawatari Padang Panjang yang diselenggarakan pada 6-7 Desember 2023 ini merupakan program kedua dalam rangkaian Lawatari menuju Indonesian Dance Festival yang akan digelar pada akhir 2024.
Dalam sesi ini, Hari Ghulur akan menggali keterbatasan (limitation) yang dimiliki setiap partisipan untuk menemukan keunikan tubuh masing2.
Hari melihat “SILO” sebagai ruang eksplorasi tubuh organik dengan konstruksi batas ruang budaya tubuh. “SILO” sebagai sebuah koreografi dan laku ritual, merupakan ikhtiar mencapai puncak emosi dan spiritual yang dilakukan justru dengan posisi tubuh yang terbatas dan menempel pada tanah atau membumi.
Menurut Hari Ghulur, Madura adalah bahasa tubuh, bahasa lisan, dan bahasa kreatifnya. Yang ditunjukkan oleh Hari Ghulur dalam karya-karyanya pun tidak hanya eksplorasi tubuh manusia saja tetapi juga tubuh lingkungan; yang alamiah maupun artifisial. Keterkaitan dan saling respons antara manusia dan lingkungan terlihat dalam koreografinya.
Alih-alih menganggap keterbatasan sebagai kekangan, keterbatasan justru bisa dilihat sebagai batas-batas panduan mencapai kebebasan. “Method of Limitation” ini adalah ruang konstruksi tubuh yang Hari Ghulur kerjakan untuk mencari kemungkinan kemungkinan baru yang lahir dari gerak berulang.
Penulis :
Moh. Hariyanto (lahir 1986), juga dikenal sebagai Hari Ghulur, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”, “Ghabal”, “White Stone”, “Sila”, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance, Europalia Art Festival, Universitas Malaya, American Dance Festival, dan Indonesian Dance Festival.
Wisma Nugraha, Jl. Raden Saleh No. 6 10 1, Kenari, Kec. Senen,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430

Indonesian Dance Festival © 2022. All Right Reserved.