PING

Karya ini berawal dari ingatan atas pengalaman masa kecil Ela sebagai penonton Bajidoran. Salah satu seni pertunjukan rakyat Sunda, Jawa Barat ini menjadi pintu masuk Ela untuk melihat pergeseran kedudukan pinggul dan perempuan yang secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan.

Yang Beringsut di dalam Jeda

Cindek dalam istilah tari Sunda dipahami sebagai sebuah jeda, titik, atau fase berhenti. Cindek biasanya muncul dalam setiap satu frase gerak, sebagai penanda satu rangkaian motif selesai. Ketika penari Sunda melakukan cindek, ia mendapatkan kesempatan untuk menarik dan membuang napas. Tubuh bagian dalam penari seperti tengah mengelola energi. Melihat penari melakukan cindek seperti melihat karakter dirinya.

Ela Mutiara

Koreografer dan penari kelahiran Sukabumi, Jawa Barat. Menyelesaikan studi master Penciptaan Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sejak 2016, praktik tarinya banyak mengulik peristiwa sejarah, tradisi, pola hidup, dan perempuan dalam perspektif sosial budaya Sunda. Auto-etnografi menjadi metode kerja dalam riset dan proses kreatifnya, menempatkan tubuh sebagai medium utama yang diekspresikan melalui karya tari, video, seni pertunjukan, dan pameran.

Go to Top