
Roza Muliati
Dr. Roza Muliati menamatkan S3 Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, UGM tahun 2019 dengan konsentrasi pada Kajian Seni Pertunjukan. Sebelumnya menamatkan S2 di Prodi Sosiologi Sekolah Pascasarjana UGM tahun 2003 dan S1 dari Jurusan Sastra Inggris Universitas Bung Hatta Padang tahun 1998. Saat ini menjadi staf pengajar dan peneliti di ISI Padangpanjang. Sebagai akademisi, telah melakukan berbagai riset tentang seni, khususnya seni tari, seni pertunjukan, dan fotografi yang telah dipublikasikan dalam forum-forum seminar dan jurnal dengan fokus bahasan pada persoalan estetika, gender, dan ketubuhan. Selain melakukan riset, juga menulis kritik tari di sejumlah media.
Tahun 2019, mendirikan dan menjadi Direktur Komunitas Seni Ruang Tumbuh Padangpanjang, komunitas yang mengembangkan wacana kritis seni, penciptaan seni, dan pemberdayaan masyarakat di kota Padangpanjang. Dalam ranah kreativitas seni, terlibat dalam sejumlah produksi seni, antara lain: menjadi pimpinan produksi produksi film documenter Para Pemburu Emas (2008), Kurambik (2010), penulis naskah dan pimpinan produksi drama tari Sabai Nan Aluih sebagai pembelajaran jender (2009-2010), berkolaborasi bersama Sherli Novalinda sebagai dramaturg dalam karya tari Meniti Jejak (2016) dan Tale Tale (2022), penulis naskah film documenter Tino Mariam: Maestro Tale Kerinci (2022), dan editor buku Tino Mariam dan Upaya Pelestarian Tale Kerinci (2023) produksi Sherlilab. Tahun 2023 dipercaya menjadi salah satu kurator Festival Mentari.

