Friends of IDF Galang Dana untuk Festival Edisi 2024

04 Juli 2024

Malam Penggalangan Dana YLTN-IDF di The Dharmawangsa Jakarta mempersatukan individu dan organisasi dengan kepedulian terhadap ekosistem tari di Indonesia.

Nusantara Ballroom di The Dharmawangsa Jakarta senyap. Semua yang hadir terdiam dalam kagum atas penampilan aktor Dian Sastrowardoyo dan Reza Rahadian di panggung. Dibalut kreasi kebaya dan beskap kontemporer yang dirancang Didiet Maulana untuk SVARNA by IKAT Indonesia, keduanya menampilkan koreografi yang khusus dibuat maestro tari Elly Lutan. Gestur tradisi dan nuansa kontemporer bersinergi dengan energi panggung yang mereka bagi dengan koreografer Rianto dan Boby Ari Setiawan.

Usai penampilan itu, busana Reza dan Dian dilelang pada undangan yang hadir. Ini adalah Malam Penggalangan Dana Yayasan Loka Tari Nusantara (YLTN) untuk Indonesian Dance Festival (IDF) edisi 2024. Dalam dukungan penuh dari The Dharmawangsa Jakarta, Malam Penggalangan Dana ini dihadiri Friends of IDF, serta donatur dan pendukung festival dari tahun ke tahun.

Jumat, 2 Mei 2024 menandakan kali pertama penggalangan dana YLTN/IDF diadakan dalam format gala dan lelang karya. Sekitar 100 kursi makan malam tersedia untuk dipesan. Sederet seniman dari berbagai disiplin, termasuk pematung senior Dolorosa Sinaga, desainer Merdi Sihombing, dan Sri Luce-Rusna bersama Happy Salma dan Franka Makarim dari TULOLA, menyumbangkan karya mereka untuk disertakan dalam lelang.

Usaha kolektif ini mempertemukan individu dan organisasi yang memiliki perhatian khusus terhadap ekosistem seni tari di Indonesia. Sebagai perwakilan pemerintah, Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid turut hadir dalam acara ini. Malam Penggalangan Dana YLTN-IDF merupakan salah satu program IDF yang terwujud melalui program dana abadi kebudayaan Dana Indonesiana yang dikelola oleh Kemendikbudristek.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memfasilitasi seniman tari dan pekerja balik layar dalam pelaksanaan festival dua tahunan IDF yang direncanakan pada 2-8 November 2024. Ajang ini menandakan edisi ke-19 IDF, yang pertama kali diadakan pada 1992. Diinisiasi antara lain oleh tokoh tari Maria Darmaningsih, Melina Surya Dewi, dan Nungki Kusumastuti yang kini duduk di kepengurusan YLTN, IDF merupakan festival tari yang terlanggeng di Asia Tenggara.

Lebih dari menyediakan panggung bertaraf internasional untuk karya-karya tari kontemporer Indonesia maupun mancanegara, IDF menyediakan ruang untuk inkubasi karya dari seniman-seniman muda potensial. Ikhtiar ini terlaksana salah satunya melalui program Kampana, di mana seniman terpilih menjalani proses pengembangan karya bersama tim kuratorial IDF selama sekitar enam bulan sebelum festival. Karya yang dikembangkan bersama ini kemudian ditampilkan perdana di panggung festival, dan diharapkan menjadi salah satu bekal kekaryaan seniman yang berpartisipasi. Rianto, aktor dan koreografer yang dikenal secara populer melalui kiprahnya dalam tari Lengger Banyumas, merupakan salah satu alumni Kampana. Pada IDF 2018, ia menampilkan perkembangan karya “Hijra” sebagai bagian dari program festival. Di tahun yang sama, perjalanannya sebagai penari Lengger Lanang menjadi inspirasi film layar lebar Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho.

Malam Penggalangan Dana YLTN-IDF berhasil menggalang sekitar Rp430 juta melalui penjualan kursi, pembelian karya lelang, juga cendera mata yang diproduksi khusus bersama seniman keramik Ayu Larasati.

Ratri Anindyajati, Direktur Indonesian Dance Festival, mewakili tim kerja muda IDF: “Acara malam ini sudah dua tahun kami rencanakan. Saya sangat berterima kasih pada setiap pemangku kepentingan yang terlibat - donatur, sponsor, para seniman - yang telah menjadikan momen ini spesial.

Diinisiasi oleh tim muda IDF, upaya galang dana dalam bentuk Gala Dinner dan Lelang ini pertama kali dilakukan dalam sejarah tiga dekade IDF dan menunjukkan bahwa peminat seni di Indonesia memiliki kepedulian untuk memberi dampak bagi ekosistem seni dan budaya. Ada semangat filantropi yang kuat untuk turut memajukan seni pertunjukan di Indonesia. Peran tim IDF adalah terus bekerja untuk menghubungkan filantropis individual maupun lembaga dengan pelaku di komunitas tari, demi merawat nilai-nilai yang IDF telah perjuangkan.”

Inisiatif penggalangan dana Yayasan Loka Tari Nusantara/Indonesian Dance Festival didukung penuh oleh Dana Indonesiana, Kemendikbudristek, dan LPDP, The Dharmawangsa Jakarta sebagai Mitra Utama, Sidharta Auctioneer sebagai Mitra Lelang, The Distillery Asia sebagai Mitra Undangan, dan Serrum Art Handling sebagai Mitra Instalasi Pameran.

Semua foto dalam artikel ini adalah dokumentasi Malam Penggalangan Dana YLTN-IDF.