Ketika semesta menawarkan kepada sang pejuang jalur baru yang tak dikenal, baik itu ruang atau tempat, hal pertama yang ia rasakan adalah rasa takut, keraguan, ketidakpastian, dan kekhawatiran. “Yang tak dikenali” selalu menakutkan. Sang pejuang pun mangkir dari tanggung jawab, dari keadaan, dari kenyataan, dan dari rasa takutnya sendiri yang sejatinya khayal. “Kau tak bisa lari dari dirimu sendiri,” ujar semesta. Semesta pun mengirimi sang pejuang binatang buas batinnya sendiri yang sarat dengan rasa takut, keraguan, dan kekhawatiran. Sang pejuang harus mengendalikan binatang buas batinnya untuk mencapai harmoni, dan sepenuhnya lebur dengan ruang dan kasunyatan, utuh dalam lakunya. Sang pejuang menjadi pejuang oleh karenanya – ia menerima binatang buas batinnya, menatap langsung ke matanya. Menapaki tingkatan baru, di mana tidak ada tempat bagi ketakutan, keraguan, dan ketidakpercayaan. Sang pejuang menjelma semesta. Sang pejuang bagaikan air – lentur dan cair.
This event has passed.


