Loading Events

Permainan Gobak Sodor dan Bentengan merupakan pengalaman kolektif kita yang pernah menjadi anak-anak. Tak sekedar menyimpan memori menyenangkan, permainan ini juga menyimpan proses ketubuhan krusial. Masih ingat aturan mainnya?

Bayangkan arena bermain seperti ruang yang mengatur intensitas tubuhmu, masuk berarti mengaktifkan “mode siaga” dan keluar berarti “mode netral”. Selama bermain, tubuh anak-anak berada dalam “mode siaga”. Tubuh mereka dikuasai naluri yang bersifat spontan, terus bergerak merespon situasi dan lawan, bersiaga mengatur strategi untuk mencapai kemenangan. Dalam permainan ini, tubuh pemain seperti melakukan koreografi tanpa pola, di mana spontanitas menjadi strategi paling relevan untuk menguasai ruang.

Sementara itu kini alih fungsi ruang publik dan masifnya penggunaan gawai elektronik mengubah tradisi permainan anak, beserta segala pengalaman yang melekat padanya. Di kota besar, anak-anak berebut ruang bermain di gang kecil, trotoar, bahkan jalan raya. Jika tiba-tiba motor lewat di tengah arena misalnya, tubuh anak-anak ini dengan cerdas beralih dari “mode siaga” ke “mode netral” dalam sekejap. Dinamika ruang dan cara bermain ini turut mengubah konstruksi motorik dan kesadaran pada tubuh mereka –dan kelak, kita.

E-PAL adalah proyek koreografi yang mengadopsi konsep tubuh dalam arena permainan anak-anak tersebut. Bagaimana jika panggung disikapi layaknya arena bermain dan tubuh dibebaskan mengalami koreografi tanpa pola dan mengandalkan spontanitas strategis untuk merespon ruang. E-PAL, mengajak kita menjenguk ingatan rasa tubuh dan kembali bermain seperti anak-anak.

Koreografer : Ferry Alberto Lesar | Pimpinan Produksi : Yusuf Bakrie | Pemusik : Tesla Manaf | Lighting : Deray Setiadi | Skrip Writer : Novie Elisa | Teman Diskusi : Smtrglr, River Lin, Arco | Aktor : Ishvara Devati

Penari : E-Dancer’s

Pesan tiket
  • Ferry Alberto Lesar

    Ferry Alberto Lesar lahir di Manado, 13 Februari 1993. Ia adalah penari dan koreografer alumni Jurusan Seni Tari, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia mendalami berbagai genre tari seperti break dance, tradisi, modern, hingga hip-hop yang kemudian mempengaruhi karya koreografinya. Ia pernah berkolaborasi dengan sejumlah koreografer kenamaan Indonesia dan mancanegara, seperti Hartati, Eko Supriyanto, Tom Ibnur, Yola Yulfanti, Peter Wilson, Kapronczai Erika, Arno Schuitmaker.

    Read more
Go to Top