Cindek dalam istilah tari Sunda dipahami sebagai sebuah jeda, titik, atau fase berhenti. Cindek biasanya muncul dalam setiap satu frase gerak, sebagai penanda satu rangkaian motif selesai. Ketika penari Sunda melakukan cindek, ia mendapatkan kesempatan untuk menarik dan membuang napas. Tubuh bagian dalam penari seperti tengah mengelola energi. Melihat penari melakukan cindek seperti melihat karakter dirinya. Mencoba melihat ke dalam diri sendiri dan perjalanan ke belakang sebagai penari Sunda, saya membongkar pinggul dalam tarian Sunda yang didaulat sebagai tari kerakyatan. Saya berangkat dari pertanyaan awal yang sederhana: Kenapa pinggul dominan dalam tari Sunda? Dari mana gerak ini berasal? Di saat bersamaan saya mulai mempertanyakan, apa yang saya rasakan? Apa yang saya miliki dalam tubuh saya? Apa yang akan saya lakukan? Berjarak membuat saya mengidentifikasi diri, mencoba melihat perubahan dalam tubuh dan diri saya sebagai seorang penari.
Hari ini saya mencoba untuk melihat lagi sebuah bagian terkecil dalam struktur tari Sunda, lebih tepatnya melihat ke dalam diri, mencari bagian yang paling dasar, bahkan hal itu bukan gerak, melainkan jeda yang keberadaannya sangat bermakna. Bagi saya, cindek adalah napas. Napas adalah sistem bagaimana tubuh ini akan menentukan posisi, penanda. Sepersekian detik ini menjadi ruang negosiasi yang cepat terhadap apa yang akan dilakukan selanjutnya. Mempersiapkan sebuah kepastian dalam menyelesaikan satu bagian perjalanan gerak yang utuh. Cindek menjadi sangat visioner karena ia membentangkan pandangan ke depan dengan titik akhir sebagai tujuan.

Ela Mutiara
Koreografer dan penari kelahiran Sukabumi, Jawa Barat. Menyelesaikan studi master Penciptaan Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sejak 2016, praktik tarinya banyak mengulik peristiwa sejarah, tradisi, pola hidup, dan perempuan dalam perspektif sosial budaya Sunda. Auto-etnografi menjadi metode kerja dalam riset dan proses kreatifnya, menempatkan tubuh sebagai medium utama yang diekspresikan melalui karya tari, video, seni pertunjukan, dan pameran.


