Suun berangkat dari temuan-temuan yang didapat saat mengamati kegiatan suun sebagai laku tubuh sehari-hari. Suun adalah cara membawa barang dengan meletakkannya di atas kepala. Saat melakukan suun, terdapat koneksi antara tubuh, benda dan ruang – bagaimana benda yang ditaruh di atas kepala mempengaruhi ruang gerak tubuh. Menggunakan tari dan biografi sang ibu sebagai titik awal, Arista ingin menelisik lebih jauh mengenai posisi perempuan terhadap kuasa. Sebagai koreografer, ia berdedikasi untuk terus menelusuri fenomena diskriminasi yang dialami para perempuan Bali.
Lawatari
Lawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar, Padang Panjang, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024.



