Loading Events

Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda, bisa jadi saling beririsan, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam. Mila Rosinta Totoatmodjo akan merefleksikan  bagaimana kelindan antara berkarya, menjadi ibu, dan bagaimana menopang keduanya secara mental dan finansial. Scholastica W. Pribadi akan membawa kita pada refleksi dinamika membangun platform dan studio di ruang geografis yang secara infrastruktur dan lingkungan berkesenian cukup menantang, yaitu Gunung Kidul, Yogyakarta. Siti Alisa akan menawarkan refleksi atas perjalanannya sebagai koreografer dan penari, yang ternyata tidak melulu menyoal teknik tari dan kekaryaan, namun melampaui itu, ada kesadaran esensial tentang tubuh dan posisi tubuh dalam ruang spesifik yang perlu dipertimbangkan. Bagaimana refleksi-refleksi dari ketiga pemantik diskusi ini akan bergulir?

Pembicara:
Mila Rosinta Totoatmodjo (Founder Mila Art Dance)
Scholastica W. Pribadi (Founder Loka Art Studio)
Siti Alisa (Koreografer)

Moderator:
Nia Agustina (Paradance)

Lawatari

Lawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar, Padang Panjang, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024.

Go to Top