Loading Events

Sebuah seruan pembakar semangat berkata demikian: “Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!” . Seruan tersebut melatari pembentukan Layar Terkembang, sebuah program yang lahir dari keterbatasan di masa pandemi global.

Pada 2020, IDF telah merencanakan pengadaan festival bienialnya. Namun, rencana tersebut mesti dimodifikasi akibat pandemi global. Menolak menyerah pada keadaan, IDF untuk pertama kalinya mengadakan festival daring dalam tema IDF.2020.zip – DAYA: CARI CARA. Program Layar Terkembang menjadi salah satu agenda utama, melibatkan 20 koreografer tari dari berbagai negara di dunia untuk menuangkan refleksi masa pandemi mereka dalam format film tari berdurasi singkat. Kreasi mereka kemudian menjadi medium untuk membuka dialog mengenai isu-isu lokal yang dibahas dalam setiap karya.

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis. Layar dalam konteks ini juga melambangkan alat yang mengajak kita untuk menjelajahi berbagai kemungkinan baru dalam tari dan praktik sosio-kultural.

  • Padmini Chettur

    Padmini Chettur began her contemporary dancer's career in 1990 as a member of the troupe of Chandralekha - the radical Bharatanatyam modernist choreographer, whose own opus dealt with a rigorous deconstruction of the form. Breaking away in 2001, Padmini has over the past two decades defined her own choreographic idiom - minimalist, abstract and formal - stripping movement down to an essential, anatomical investigation, prioritising a sense of tension over emotion. Her approach to dramaturgy reveals the complex layers of connection between a dancing body and it's environment; both in the sense of performative parameters, and in the sense of a subject socio-cultural context, one's place in history.

Go to Top