Go In to Go Out merupakan pengembangan pertunjukan berdasarkan platform riset artistik “Membaca Sanghyang”, yang sempat dilakukan Wayan Sumahardika melalui kolaborasi Mulawali Institute bersama Desa Adat Geriana Kauh-Karangasem dan Desa Adat Kepaon-Denpasar di Bali. Sebagai ritual kolektif setempat, Sanghyang menjadi sumber mata air pemaknaan bagi penonton luar yang singgah dan menyaksikan. Tak jarang, Sanghyang kerap terpapar dengan begitu beragamnya narasi di luar diri dan masyarakat penyangganya. Pertunjukan Go In to Go Out berupaya untuk melihat ulang posisi dan agensi kepenontonan. Merentangkan pengalaman koreografis dalam menonton ritual sanghyang, mengenali peristiwa di belakang panggung sanghyang, serta relasinya dengan kenyataan urban hari ini.
Credits:
Sutradara & Penulis: Wayan Sumahardika
Koreografer & Penari: Kevin Muliarta
Penari: Dayu Tri
Desainer Visual & Mapping: Manik Sukadana
Penata Musik: Pasek Wijaya
Manajer Produksi: Shafa Dhiyaliza
Tim Produksi: Desi Nurani, Jacko Kaneko, Agus Wiratama & Mang Tri Ray Dewantara
📍 Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki

Wayan Sumahardika
Penulis, sutradara, dan pembuat teater kelahiran Denpasar, 1992. Praktik artistiknya bergerak pada persimpangan tari, film, dan ragam seni untuk menimbang hubungan pengalaman menonton pertunjukan serta kenyataan sehari-hari melalui pendekatan repertoar-arsip dan spekulatif. Ia aktif sebagai direktur artistik Mulawali Institute dan menginisiasi B-PART (Bali Performing Arts Meeting).


