Loading Events

Sebuah seruan pembakar semangat berkata demikian: “Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!” . Seruan tersebut melatari pembentukan Layar Terkembang, sebuah program yang lahir dari keterbatasan di masa pandemi global.

Pada 2020, IDF telah merencanakan pengadaan festival bienialnya. Namun, rencana tersebut mesti dimodifikasi akibat pandemi global. Menolak menyerah pada keadaan, IDF untuk pertama kalinya mengadakan festival daring dalam tema IDF.2020.zip – DAYA: CARI CARA. Program Layar Terkembang menjadi salah satu agenda utama, melibatkan 20 koreografer tari dari berbagai negara di dunia untuk menuangkan refleksi masa pandemi mereka dalam format film tari berdurasi singkat. Kreasi mereka kemudian menjadi medium untuk membuka dialog mengenai isu-isu lokal yang dibahas dalam setiap karya.

Layar Terkembang menjadi ekspresi solidaritas yang menularkan semangat melalui medium virtual. Eksperimen ini membuka mata tim festival bahwa rasa bisa dihantarkan lewat layar, menembus batasan waktu dan geografis. Layar dalam konteks ini juga melambangkan alat yang mengajak kita untuk menjelajahi berbagai kemungkinan baru dalam tari dan praktik sosio-kultural.

  • I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra

    I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra,S.Sn.,M.Sn atau yang akrab dipanggil Gus Bang, lahir di Denpasar pada tanggal 29 April 1993. Gus Bang memiliki tinggi badan 172 cm dan berat badan 72 kg. Gus Bang memiliki seorang ayah kandung bernama I Ketut Kodi, ibu kandung bernama Ida Ayu Made Diastini, dan seorang adik perempuan bernama Ni Made Ayu Satya Driti.

Go to Top