Loading Events

Atandâng merupakan pertunjukan tari yang bertolak dari penjelajahan Sri Cicik Handayani atas relasi penayub dengan perempuan tandâ. Penayub ialah penari laki-laki dan tandâ ialah penari perempuan dalam kesenian tayub Madura. Dalam karya ini, sang koreografer mencoba menelusuri aktivitas nandâng (menari) para penayub dengan cara membaca ulang gestur dan korporealitas tubuh laki-laki dalam koreografi seni tradisi melalui sudut pandang perempuan penandâ’.

Koreografer: Sri Cicik Handayani | Penari: Sri Cicik Handayani, Yogi Afriah M. Yusuf | Penata Cahaya & Artistik: Deva Rizki Listianto

  • Sri Cicik Handayani

    Sri Cicik Handayani, yang lebih akrab disapa Cici, lahir tahun 2000 di Sumenep, Madura. Ia mengenal tari sejak berusia tujuh tahun berkat dorongan sang bapak yang merupakan pelaku seni Wayang Topeng Dalang Madura.

Lawatari

Lawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar, Padang Panjang, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024.

Go to Top