Performances
kampana
zip.conversations

Ulasan Videografi Pertunjukan Pemenang #SKJ2020 Gimnastik Partisipatori

Elisabet Sekar
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Institut Kesenian Jakarta

Ulasan Videografi Pertunjukan Pemenang #SKJ2020 Gimnastik Partisipatori

Elisabet Sekar
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Institut Kesenian Jakarta

Ulasan Videografi Pertunjukan Pemenang #SKJ2020 Gimnastik Partisipatori

Elisabet Sekar
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Institut Kesenian Jakarta

IDF atau Indonesian Dance Festival telah menyelenggarakan acaranya tari secara daring yaitu IDF2020. Mengadakan IDF2020 berupa rangkaian pertunjukan, seminar, atau workshop daring untuk mengembangkan seniman tari muda pada bulan November yang lalu adalah realisasi dari visi IDF untuk mewujudkan ekosistem tari dan seni pertunjukan yang sehat dan berkesinambungan.

Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pertunjukannya yang menarik adalah dari pemenang #SKJ2020. Acara #SKJ2020 ini diadakan bersama kolektif Gimnastik Emporium. SKJ2020 sebagai refleksi ironis atas citra tubuh optimis yang digulirkan melalui program wajib Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) pada tahun 1970-an hingga 1990-an. Lomba ini menitikberatkan pada kreativitas yang ditawarkan, yang mempertanyakan batasan antara senam dan tari.

IDF atau Indonesian Dance Festival telah menyelenggarakan acaranya tari secara daring yaitu IDF2020. Mengadakan IDF2020 berupa rangkaian pertunjukan, seminar, atau workshop daring untuk mengembangkan seniman tari muda pada bulan November yang lalu adalah realisasi dari visi IDF untuk mewujudkan ekosistem tari dan seni pertunjukan yang sehat dan berkesinambungan.

Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pertunjukannya yang menarik adalah dari pemenang #SKJ2020. Acara #SKJ2020 ini diadakan bersama kolektif Gimnastik Emporium. SKJ2020 sebagai refleksi ironis atas citra tubuh optimis yang digulirkan melalui program wajib Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) pada tahun 1970-an hingga 1990-an. Lomba ini menitikberatkan pada kreativitas yang ditawarkan, yang mempertanyakan batasan antara senam dan tari.


Video diambil di beberapa lokasi yang berbeda namun penari dapat melakukan koreografi dengan baik dan menggunakan lokasi sebagai pendukung. Salah satu contohnya adalah bagian video yang berpindah dari depan gedung ke belakang gerobak bubur kacang ijo dengan menggunakan adanya truk yang lewat depan kamera menghalangi dan merubah lokasi dijadikan transisi yang mulus dan baik untuk video.


Video diambil di beberapa lokasi yang berbeda namun penari dapat melakukan koreografi dengan baik dan menggunakan lokasi sebagai pendukung. Salah satu contohnya adalah bagian video yang berpindah dari depan gedung ke belakang gerobak bubur kacang ijo dengan menggunakan adanya truk yang lewat depan kamera menghalangi dan merubah lokasi dijadikan transisi yang mulus dan baik untuk video.

 

Tentang Penulis

Elisabet Sekar adalah salah satu mahasiswa desain komunikasi visual peminatan multimedia semester lima di Institut Kesenian Jakarta. Elisabet memilih untuk belajar desain karena adanya ketertarikan kepada dunia seni. Saat ini sambil menjalankan studinya di IKJ Elisabet sambil mengambil freelancing job untuk desain grafis. Elisabet juga beberapa kali berpartisipasi dalam festival musik internasional dan terlibat langsung dalam penyelenggaraan pameran seni rupa.

Terbitan Terkait

Kajian Kritis dari Ayu Permata Sari

Karya Kezia Alyssa

IDF atau Indonesian Dance Festival telah menyelenggarakan acaranya tari secara daring yaitu IDF2020. Mengadakan IDF2020 berupa rangkaian pertunjukan, seminar, atau workshop daring untuk mengembangkan seniman tari muda pada bulan November yang lalu adalah realisasi dari visi IDF untuk mewujudkan ekosistem tari dan seni pertunjukan yang sehat dan berkesinambungan.

Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pertunjukannya yang menarik adalah dari pemenang #SKJ2020. Acara #SKJ2020 ini diadakan bersama kolektif Gimnastik Emporium. SKJ2020 sebagai refleksi ironis atas citra tubuh optimis yang digulirkan melalui program wajib Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) pada tahun 1970-an hingga 1990-an. Lomba ini menitikberatkan pada kreativitas yang ditawarkan, yang mempertanyakan batasan antara senam dan tari.

Pada video yang diambil dari pemenang memiliki beberapa hal yang menarik mulai dari pengambilan angle, shot dan transisi video untuk pergantian klip. Shot dalam video sangat bervariasi dari long, medium hingga close-up shot ada semua melambangkan keberagaman, namun dapat dijahit menjadi satu kesatuan yang harmonis dari color grading yang baik sehingga tone warna pada video cukup konsisten dengan penari yang menggunakan warna baju kebumian menjadikan tone video ini hangat dan sesuai untuk konsep video senam.


Video diambil di beberapa lokasi yang berbeda namun penari dapat melakukan koreografi dengan baik dan menggunakan lokasi sebagai pendukung. Salah satu contohnya adalah bagian video yang berpindah dari depan gedung ke belakang gerobak bubur kacang ijo dengan menggunakan adanya truk yang lewat depan kamera menghalangi dan merubah lokasi dijadikan transisi yang mulus dan baik untuk video.


IDF dapat melaksanakan perlombaan dan pertunjukan dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku selama masa pandemi menjadikan IDF2020 ini adalah salah satu ajang atau festival tari yang unik dan beragam dari konsep dan juga isi pertunjukannya.

 

Tentang Penulis

Elisabet Sekar adalah salah satu mahasiswa desain komunikasi visual peminatan multimedia semester lima di Institut Kesenian Jakarta. Elisabet memilih untuk belajar desain karena adanya ketertarikan kepada dunia seni. Saat ini sambil menjalankan studinya di IKJ Elisabet sambil mengambil freelancing job untuk desain grafis. Elisabet juga beberapa kali berpartisipasi dalam festival musik internasional dan terlibat langsung dalam penyelenggaraan pameran seni rupa.

Terbitan Terkait

IDF atau Indonesian Dance Festival telah menyelenggarakan acaranya tari secara daring yaitu IDF2020. Mengadakan IDF2020 berupa rangkaian pertunjukan, seminar, atau workshop daring untuk mengembangkan seniman tari muda pada bulan November yang lalu adalah realisasi dari visi IDF untuk mewujudkan ekosistem tari dan seni pertunjukan yang sehat dan berkesinambungan.

Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pertunjukannya yang menarik adalah dari pemenang #SKJ2020. Acara #SKJ2020 ini diadakan bersama kolektif Gimnastik Emporium. SKJ2020 sebagai refleksi ironis atas citra tubuh optimis yang digulirkan melalui program wajib Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) pada tahun 1970-an hingga 1990-an. Lomba ini menitikberatkan pada kreativitas yang ditawarkan, yang mempertanyakan batasan antara senam dan tari.

Pada video yang diambil dari pemenang memiliki beberapa hal yang menarik mulai dari pengambilan angle, shot dan transisi video untuk pergantian klip. Shot dalam video sangat bervariasi dari long, medium hingga close-up shot ada semua melambangkan keberagaman, namun dapat dijahit menjadi satu kesatuan yang harmonis dari color grading yang baik sehingga tone warna pada video cukup konsisten dengan penari yang menggunakan warna baju kebumian menjadikan tone video ini hangat dan sesuai untuk konsep video senam.


Video diambil di beberapa lokasi yang berbeda namun penari dapat melakukan koreografi dengan baik dan menggunakan lokasi sebagai pendukung. Salah satu contohnya adalah bagian video yang berpindah dari depan gedung ke belakang gerobak bubur kacang ijo dengan menggunakan adanya truk yang lewat depan kamera menghalangi dan merubah lokasi dijadikan transisi yang mulus dan baik untuk video.


IDF dapat melaksanakan perlombaan dan pertunjukan dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku selama masa pandemi menjadikan IDF2020 ini adalah salah satu ajang atau festival tari yang unik dan beragam dari konsep dan juga isi pertunjukannya.

 

Tentang Penulis

Elisabet Sekar adalah salah satu mahasiswa desain komunikasi visual peminatan multimedia semester lima di Institut Kesenian Jakarta. Elisabet memilih untuk belajar desain karena adanya ketertarikan kepada dunia seni. Saat ini sambil menjalankan studinya di IKJ Elisabet sambil mengambil freelancing job untuk desain grafis. Elisabet juga beberapa kali berpartisipasi dalam festival musik internasional dan terlibat langsung dalam penyelenggaraan pameran seni rupa.

Terbitan Terkait

Kajian Kritis dari Ayu Permata Sari

Karya Kezia Alyssa

2021-07-02T00:43:02+07:00Juli 2nd, 2021|Feature|0 Comments
Go to Top