BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.3//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T220000
DTSTAMP:20261025T072859Z
CREATED:20261009T065510Z
LAST-MODIFIED:20261025T072859Z
UID:14374-1793386800-1793397600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:a place we could not name
DESCRIPTION:a place we could not name adalah sebuah proyek kolaboratif yang bermula dari ketertarikan bersama untuk menelusuri tempat\, bukan hanya sebagai sebuah gagasan\, tetapi sebagai sesuatu yang dialami oleh indera. \nVersi ini berangkat dari ingatan-ingatan intim setiap individu dan pengalaman yang membentuk hubungan mereka dengan sebuah tempat\, sebagai sesuatu yang pernah melekat\, menghilang\, diingat\, maupun dilupakan. Ingatan-ingatan tersebut memunculkan momen-momen krisis\, ketika hubungan seseorang dengan tempat menjadi terlepas\, terbelah\, dan retak. \nKarya ini mencoba mewujudkan pengalaman tersebut sebagai sebuah suasana yang dialami bersama oleh  publik. Publik dibawa ke dalam  sebuah kondisi pasca-kejadian\, ketika batas-batas tempat telah runtuh dan tempat tidak lagi dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Karya ini melihat tubuh sebagai wadah yang menyimpan dan merawat tempat—sebagai ingatan\, perasaan\, dan pengalaman yang tetap tinggal. \nBermula dari *SCAPE Experimentation Ground (2024)\, karya ini terus berkembang melalui residensi bersama Dance Nucleus (ARTEFACT)\, Asia Pacific Performance Lab\, dan Esplanade Contemporary Performing Arts Research Residency (2026)\, sebagai sebuah penelusuran lintas wilayah yang berkelanjutan\, mencakup Singapura\, Indonesia\, Australia\, dan wilayah lainnya di masa mendatang. \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Latitude\, sebuah program residensi dan pertukaran yang dikembangkan oleh Indonesian Dance Festival\, Dance Nucleus (Singapura)\, dan Performance Space (Australia). \nCredit:Choreographer : Razan Wirjosandjojo\, XUEScenographer : Razan Wirjosandjojo\, Mervin Wong\, XUEMusic : Mervin WongMentorship : Melati Suryodarmo \nVenue: Blackbox\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatRazan WirjosandjojoBermukim di Solo\, Indonesia\, Razan Wirjosandjojo berkarya dalam ranah tari\, seni performans\, dan film. Ia memandang tubuh sebagai ruang fisik sekaligus temporal\, menelusuri kualitas ketubuhan dan kerja kesadaran yang dipudarkan konvensi panggung dan representasi. Read more\nMervin WongMervin Wong adalah wadah bagi kehadiran sonik. Muncul dari garda depan ranah aural Asia Tenggara yang senantiasa bertransformasi\, karyanya melintasi ruang antara ritual alam bawah sadar yang mendalam dan pertunjukan suara spasial.  Read more\nXUESeniman Butoh asal Singapura\, XUE\, menempatkan Butoh sebagai praktik hidup yang melintasi berbagai disiplin ilmu dan konteks underground. Ia merupakan pendiri Singapore Butoh Collective dan seniman rekanan di Dance Nucleus. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/a-place-we-could-not-name/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-a-place-we-could-not-name-Razan-Mervin-XUE-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR