BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.0//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesian Dance Festival
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T173000
DTSTAMP:20261010T065819Z
CREATED:20261009T103039Z
LAST-MODIFIED:20261010T065819Z
UID:14498-1793548800-1793554200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:SEA-GHOSTS
DESCRIPTION:Berakar pada garis pantai Hong Kong yang telah lenyap\, Sea-Ghosts berjuang mengenang masa ketika garam merupakan anugerah bagi penduduk Hong Kong. Dengan memadukan aspek material tempat dan koreografi\, pameran-pertunjukan ini memungkinkan roh-roh laut—dalam wujud geologis\, spiritual\, maupun politisnya—untuk bangkit dari tidur panjang akibat reklamasi lahan dan pembantaian selama berabad-abad.  \nLuka akibat kendali imperial-kolonial telah membekas dalam sejak 2.000 tahun silam. Sebagai lokasi ideal untuk produksi garam\, para penghuni awal adalah pekerja paksa yang memproduksi garam bagi Tiongkok sejak tahun 119 SM\, hingga meletusnya revolusi pada tahun 1197 yang berujung pada pembantaian berdarah. Produksi garam terus berlanjut di garis pantai ini—yang menjadi batas wilayah Hong Kong—di bawah kendali penuh kekerasan hingga tahun 1960-an\, saat penjajah Inggris menimbun laut dengan gunungan tanah\, hingga ke era negara kepolisian saat ini. \nMelalui membasuh bebatuan\, mengumpulkan air laut\, hingga membuat kertas dengan mengadopsi praktik para petani garam yang memanfaatkan matahari\, Sea-Ghosts mengusulkan bahwa membangun kembali hubungan spiritual dengan tanah merupakan kerja dekolonisasi yang mendesak\, yang secara perlahan akan meluruhkan dominasi manusia  yang penuh kekerasan terhadap alam\, yang dipaksakan baik oleh Inggris maupun Tiongkok. Di antara kondisi basah dan kering\, laut dan daratan\, Sea-Ghosts  berupaya membangun identitas Hong Kong yang kolektif\, di mana migrasi menjadi bentuk perlawanan dan seluruh imajinasi kolonial diluruhkan. \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Latitude\, sebuah program residensi dan pertukaran yang dikembangkan oleh Indonesian Dance Festival\, Dance Nucleus (Singapura)\, dan Performance Space (Australia). \nCredits:\nChoreographer : Natalie Quan Yau Tso\nScenographer : Natalie Quan Yau Tso\nPerformers : Natalie Quan Yau Tso\nMusic : Dessert Empress\nCostume Design : Natalie Quan Yau Tso\nDramaturg : Imogen Yang\nProducer : Emma Cao \nCo-Produced by: \nPerformance Space & Dance Nucleus \nVenue: Teater Luwes\, Institut Kesenian Jakarta \nPesan tiketNatalie Quan Yau TsoNatalie Quan Yau Tso adalah seniman yang melalui praktik patung\, instalasi\, dan pertunjukan mengeksplorasi keterhubungan tubuh dengan tempat sebagai seorang migran pendatang. Ia melihat batas-batas tubuh sebagai batas-batas politik\, dengan tubuh sebagai titik pertemuan antara tempat dan sejarah.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/sea-ghosts/
LOCATION:Teater Luwes\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-SEA-GHOSTS-Natalie-Quan-Yao-Tso.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR