BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.3//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesian Dance Festival
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T143000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T160000
DTSTAMP:20261013T125841Z
CREATED:20261009T151753Z
LAST-MODIFIED:20261013T125841Z
UID:14652-1793370600-1793376000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Tubuh Tari sebagai Arsip Hidup: Pertemuan\, Ingatan\, dan Pewarisan
DESCRIPTION:Pembicara:\nSina Saberi\nMang Tri Ray Dewantara\nJosh Marcy \nModerator:\nGwen Hsin-Yi Chang \nVenue:\nSerambi Salihara\, Komunitas Salihara Arts Center \nSesi ini memandang tubuh yang menari sebagai arsip hidup—ruang tempat relasi antartubuh\, praktik gerak\, dan ingatan menyimpan serta mewariskan pengetahuan di luar bentuk-bentuk dokumentasi konvensional. Sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Tanztriennale\, Indonesian Dance Festival\, dan Goethe-Institut\, diskusi ini melanjutkan pertanyaan-pertanyaan yang tumbuh dari Dancing with Archive dan gagasan tentang arsip yang melekat pada tubuh. \nPada Juni 2026\, Sina Saberi dan Mang Tri Ray Dewantara menyelesaikan tahap pertama proyek ini di Tanztriennale\, Hamburg\, dengan mulai bekerja bersama dan mengenal praktik satu sama lain. Di Jakarta\, proses ini berlanjut dengan menyelami lebih jauh metode kerja masing-masing\, sembari membuka ruang bagi konteks lokal untuk turut menentukan arah pertemuan mereka. \nDiskusi ini mengajak kita melihat lebih jauh pengetahuan apa yang tersimpan dalam tubuh\, bagaimana pengetahuan tersebut berpindah lintas generasi\, serta bagaimana ingatan dan praktik yang tidak tercatat secara tertulis maupun dalam arsip institusi dapat terus hidup melalui tari. Diskusi ini juga menyoroti arsip institusional untuk menelaah bagaimana sejarah tari dipilih\, didokumentasikan\, dan diwariskan. \nApa yang terjadi ketika pengetahuan yang tersimpan dalam tubuh masuk ke dalam arsip? Bagaimana kondisi budaya dan sejarah memengaruhi apa yang diingat\, apa yang luput dari catatan\, dan sejarah siapa yang menjadi bagian dari rekam jejak? Pemahaman baru apa yang mungkin muncul ketika berbagai cara mengingat dipertemukan dalam sebuah dialog?
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tubuh-tari-sebagai-arsip-hidup-pertemuan-ingatan-dan-pewarisan/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Bincang-Tari-Tubuh-Tari-sebagai-Arsip-Hidup-Pertemuan-Ingatan-dan-Pewarisan.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR