BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.0//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T170000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T180000
DTSTAMP:20261009T081534Z
CREATED:20261008T161740Z
LAST-MODIFIED:20261009T081534Z
UID:14317-1793379600-1793383200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:La XXX Punk II: Betel Nut Green
DESCRIPTION:La XXX Punk adalah sebuah seri karya dimana Fangas Nayaw mengeksplorasi kemungkinan bagaimana tarian masyarakat adat dapat hadir di masa depan. Bentuknya akan berbeda—dan memang harus berbeda—karena kita sudah jenuh dengan bagaimana imajinasi populer tentang tarian masyarakat adat terbatas pada cuplikan dan citra-citra pilihan tertentu. \nSetiap bagian dari seri La XXX Punk diawali dengan sebuah manifesto. Betel Nut Green merupakan bagian kedua dari seri ini. \nSesuatu yang hidup dan nyata di baliknya perlahan menghilang tanpa suara. Tanah itu berwarna hijau bukit\, hijau pepohonan. \nHijau seperti di taman. Hijau layaknya layar green screen. \nYang semarak di bawah permukaan perlahan menghilang.\nTanah hijau bukit\, hijau pepohonan.\nHijau seperti di taman. Hijau layar hijau. \nMANIFESTO \n\nNon-alam adalah bagian dari kehidupan.\nKlimaks adalah ilusi.\nTradisi bersifat individual.\nTanpa usaha adalah menyesatkan.\nGerakan dengan aliran yang tertahan membebaskan tubuh.\nTubuh yang menua menyimpan pengalaman.\nHomogenitas adalah mitos.\nBudaya senantiasa berdusta setiap hari.\nMenghilang terjadi secara diam-diam.\nGlitch adalah sebuah anugerah.\n\nCredits:\nChoreographer : Fangas Nayaw\nScenographer : Liao Yin-Chiao\nPerformers : Naceku\, maya’ a taboeh hayawan \nMusic : Yude Lin\nCostume Designer : Yulin Fann\nDramaturg : Betty Yi-Chun Chen\nKey Visual Designer : Hsiao Yang-Hsi\nKey Visual Photographer : Etang Chen  \nProducer : River Lin\nProduction Manager : Ann Wu\nProduction : Fist & Cake Production \nSupporters : The National Culture and Arts Foundation’s Performing Arts Abroad Program\nDevelopment : The National Culture and Arts Foundation’s Performing Arts Abroad program\, 2025 Lyon Dance Biennale\, RawGround 25/26\, Dance Forum Taipei \nPesan tiketFangas NayawLahir di Taitung\, Taiwan\, Fangas adalah seorang seniman\, sutradara\, koreografer\, dan penampil. Praktik artistiknya yang beragam mengeksplorasi dinamika partisipasi penonton serta potensi teknologi baru dalam seni pertunjukan\, sembari terus merefleksikan identitas adat dan tradisi budayanya sebagai bagian dari suku Amis. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/la-xxx-punk-ii-betel-nut-green/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bentang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-La-XXX-Punk-II-Betel-Nut-Green-Fangas-Nayaw.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T110000
DTSTAMP:20261009T163420Z
CREATED:20261009T133643Z
LAST-MODIFIED:20261009T163420Z
UID:14555-1793437200-1793444400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Punk! Indigenous Futurism With/out Ancestors
DESCRIPTION:Lokakarya ini mengolah “Basic Punk Law II” Masyarakat Adat bersama Fangas Nayaw. Inti dari karya koreografer Amis\, Fangas Nayaw\, adalah dilema mengenai cara beradaptasi dengan realitas kehidupan sosial kontemporer dan arus globalisasi\, sembari tetap melestarikan tradisi. \nDengan kemampuan yang sama baiknya dalam seni teater maupun platform inovatif seperti realitas virtual\, proyek-proyek partisipatif Nayaw yang berbasis di museum mengajak penonton terlibat dalam diskusi mendalam mengenai isu-isu masyarakat adat\, sekaligus memperkenalkan lagu-lagu serta cara bersosialisasi khas suku Amis. Dalam pengalaman partisipatif ini\, Fangas mengajak Anda bereksperimen dengan hukum adat fiktif—sebuah pengalaman punk yang jenaka\, berlandaskan etos tanggung jawab bersama\, kepercayaan\, dan kepedulian. \nVenue: Ruang Latihan Tari Kontemporer\, Taman Ismail Marzuki \nPesan tiketFangas NayawLahir di Taitung\, Taiwan\, Fangas adalah seorang seniman\, sutradara\, koreografer\, dan penampil. Praktik artistiknya yang beragam mengeksplorasi dinamika partisipasi penonton serta potensi teknologi baru dalam seni pertunjukan\, sembari terus merefleksikan identitas adat dan tradisi budayanya sebagai bagian dari suku Amis. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/punk-indigenous-futurism-with-out-ancestors/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2022/08/BLANK-IMAGE-16x9-1.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR