BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.0//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T173000
DTSTAMP:20261010T065544Z
CREATED:20261009T102006Z
LAST-MODIFIED:20261010T065544Z
UID:14485-1793462400-1793467800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:TETUHA HALIMAWONG
DESCRIPTION:Bagaimana jika seekor harimau yang memasuki pemukiman bukan semata satwa yang kehilangan habitatnya\, tetapi leluhur yang datang mengajak kita bicara? \nTetuha Halimawong tumbuh dari mitos yang diwarisi Ahmad Susantri di Lampung tentang roh leluhur berwujud harimau yang dipercaya menjaga hutan. Keberadaannya menghubungkan manusia dengan satwa\, leluhur\, wilayah keramat\, dan hutan\, sekaligus membentuk etika hidup bersama lingkungan. \nHari ini\, relasi tersebut berubah. Pembukaan hutan\, perluasan perkebunan kopi ilegal\, dan permukiman mempersempit habitat harimau Sumatera di Lampung Barat. Bersamaan dengan terkikisnya pengetahuan dan kepercayaan lokal\, perjumpaan manusia dan harimau semakin kerap berubah menjadi konflik. \nSusan memanggil kembali sang leluhur ke dalam tubuh dan imajinasi masa kini. Namun Tetuha hadir bukan sebagai figur mitologis yang agung dan beku\, melainkan sebagai harimau pink\, centil\, menggemaskan\, humoris\, dan cerewet. \nMelalui gerak\, percakapan\, humor\, dan pendekatan “PARTYsipatoris”—permainan kata party dan partisipasi—Susan membuka perjumpaan cair antara performer\, penonton\, dan dunia Tetuha. Sebagai dongeng klenik kontemporer\, Tetuha Halimawong membiarkan mitos bergerak kembali untuk mengajak kita membayangkan ulang hubungan manusia dengan hutan dan kehidupan lain\, serta kemungkinan untuk kembali hidup berdampingan. \nPengembangan karya Tetuha Halimawong dan praktik produksinya terwujud melalui kolaborasi antara Reka Kelola: Creative Producing Lab 2026 dan Indonesian Dance Festival: KAMPANA 2026. \nChoreographer : Ahmad Susantri\nPerformers : Ahmad Susantri\, Silvia Dewi Marthaningrum\nComposer : Edithya Rio Wirawan\nLighting Designer : Sulhan Jamil\nProducer : Nabilla Kurnia Adzan \nVenue: Ruang C\, Institut Kesenian Jakarta \nPesan tiketAhmad SusantriAhmad Susantri (Susan) adalah koreografer\, penari\, dan pendidik tari berbasis di Liwa\, Lampung Barat. Praktik artistiknya tumbuh dari pengalaman personal\, kebudayaan Lampung\, serta persoalan sosial dan ekologis di sekitarnya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tetuha-halimawong/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Kampana-Tetuha-Halimawong-Ahmad-Susantri.jpeg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR