BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.2//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261029T180000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261029T210000
DTSTAMP:20261012T100123Z
CREATED:20261008T145457Z
LAST-MODIFIED:20261012T100123Z
UID:14290-1793296800-1793307600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Waktu Paruh
DESCRIPTION:Waktu Paruh merupakan metafora atas tatanan sosial\, etika\, dan nilai kemanusiaan yang perlahan meluruh. Karya ini mempertanyakan: ketika nilai-nilai yang menopang kehidupan terus tergerus\, apa yang masih tersisa? Bagaimana manusia terus melangkah ketika pijakan yang selama ini menyangga hidupnya tak lagi utuh? \nPeluruhan itu bermula dari ruang paling intim\, yakni keluarga. Tubuh-tubuh yang semula saling menopang perlahan kehilangan kehangatan. Relasi berubah menjadi repetisi dan tumpuan dapat lenyap tanpa peringatan. Separuh memori tertinggal\, melangkah lembut di lantai Rumah Gadang; Separuh lainnya bergerak menuju realitas sosial yang menawarkan keluasan\, namun sekaligus menyimpan hasrat untuk menguasai dan merebut ruang. Kebebasan individu berhadapan dengan aturan kolektif\, melahirkan gesekan\, negosiasi\, dan pertarungan untuk dapat terus bergerak. \nPada akhirnya\, ruang langkah menyempit menjadi sebuah titian. Setiap langkah menuntut kewaspadaan ketika pijakan semakin rapuh. Di ambang jatuh\, tubuh terus mencari keseimbangan\, dan peluang untuk bertahan. \nVenue: Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki \nCredits:Choreographer : HartatiDramaturg : Adinda LuthviantiResearcher : Heru Joni PutraScenographer : HanafiPerformer : Davit Fitrik\, M Fazri Arif Sahputra\, Dendi Wardiman\, Xena Israely Loppies\, Try Anggara\, Savika Refa Zahira\, Farhan Krisna RamadhanMusic : Taufik AdamLighting designer : Azis DynkLighting programmer : MamedzMaster electrician : Satria PutraProduction Manager : Tiara SasmitaStage Manager : Novan Seri\, Richard Van HamdanProducer : Keni SoeriaatmadjaProducer Assistant : Zulfikar \nSupported by: \nBook Your SeatHartatiHartati lahir di Jakarta dan menghabiskan masa kecilnya di Muaralabuh\, Solok Selatan\, Sumatera Barat. Ia menyelesaikan studi Seni Tari di Institut Kesenian Jakarta dan berkiprah selama 20 tahun bersama Gumarang Sakti Dance Company\, di bawah pimpinan almh. Gusmiati Suid.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/waktu-paruh/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bentang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Waktu-Paruh-Hartati-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T113000
DTSTAMP:20261012T100924Z
CREATED:20261009T132753Z
LAST-MODIFIED:20261012T100924Z
UID:14532-1793354400-1793359800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Squatting\, Power from Below
DESCRIPTION:Seniman tari Kim-Sanh Châu mengajak peserta mengeksplorasi posisi jongkok dengan mempertemukan referensi dari Asia dan Amerika Utara. Lebih dari sekadar posisi tubuh\, jongkok menjadi cara untuk merasakan ketangguhan\, keterhubungan dengan tanah\, dan pemberdayaan. \nMeski tampak sederhana\, jongkok merupakan kondisi tubuh yang kompleks: terus bergerak di antara stabilitas dan mobilitas\, istirahat dan usaha\, serta bernegosiasi dengan gravitasi. Terinspirasi dari karya Châu\, BLEU NÉON dan SQUAT\, peserta akan mengeksplorasi rangkaian gerak yang berangkat dari posisi jongkok dalam durasi tertentu. Bersama-sama\, kita akan melihat jongkok sebagai arsip tubuh sekaligus bentuk perlawanan: Bagaimana kita menari dari tanah? Bagaimana menghasilkan kekuatan tanpa harus berdiri? \nVenue: Studio Tari\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatKim-Sanh ChâuKim-Sanh Châu adalah seorang seniman tari dan video. Ia juga seorang pembuat film dengan minat khusus pada sinematografi dan tubuh yang bergerak. Ia tinggal di Tiohtià:ke Mooniyang Montreal dan menjalin hubungan aktif dengan Vietnam serta Asia Tenggara.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/squatting-power-from-below/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Squatting-Power-from-Below-Chau-Kim-Sanh-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T113000
DTSTAMP:20261012T101048Z
CREATED:20261009T133210Z
LAST-MODIFIED:20261012T101048Z
UID:14543-1793354400-1793359800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Don't Stop
DESCRIPTION:Lokakarya ini mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana gerak dapat tumbuh dari perpindahan berat tubuh. Alih-alih mencari bentuk gerak sejak awal\, peserta akan mengikuti respons tubuh ketika berat berpindah dari satu tumpuan ke tumpuan lain\, sambil merasakan perubahan keseimbangan\, arah\, tenaga\, dan dorongan untuk bergerak. \nMelalui serangkaian latihan\, peserta akan mengeksplorasi bagaimana setiap gerak dapat menjadi awal bagi gerak berikutnya. Perpindahan berat dan tumpuan membuka arah baru sekaligus mengubah hubungan tubuh dengan ruang dan waktu. \nLokakarya ini mengajak peserta mengalami gerak sebagai proses yang terus mengalir—ketika setiap gerakan tumbuh dari apa yang telah terjadi sebelumnya\, dan respons tubuh menjadi sumber bagi gerakan yang muncul selanjutnya. \nVenue: Ruang Serba Guna\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatHari GhulurMoh. Hariyanto (lahir 1986)\, juga dikenal sebagai Hari Ghulur\, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”\, “Ghabal”\, “White Stone”\, “Sila”\, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance\, Europalia Art Festival\, Universitas Malaya\, American Dance Festival\, dan Indonesian Dance Festival. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/dont-stop/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Dont-Stop-Hari-Ghulur-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T150000
DTSTAMP:20261013T105538Z
CREATED:20261009T161754Z
LAST-MODIFIED:20261013T105538Z
UID:14703-1793367000-1793372400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Counting
DESCRIPTION:Alami metodologi koreografi yang unik dan kompleks\, dikembangkan oleh Direktur Artistik Chunky Move\, Antony Hamilton. Dalam lokakarya ini\, peserta akan memanfaatkan dasar-dasar pola gerak berbasis lantai yang dipengaruhi oleh gaya breaking\, mengeksplorasi gagasan seputar “metodologi komposisi langsung” (live composition methodology)\, serta mempelajari cara menciptakan komposisi gerak yang tak terduga menggunakan sistem hitungan khas Hamilton—sebuah metode yang diterapkan dalam berbagai karya kreatifnya. Lokakarya ini cocok bagi para penari dan koreografer yang ingin memperdalam praktik tari kontemporer dan koreografi mereka. \nVenue: Studio Tari\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatAntony HamiltonAntony Hamilton adalah Direktur Artistik Chunky Move\, sebuah perusahaan tari kontemporer terkemuka asal Australia yang menjadi pelopor eksperimentasi dalam pertunjukan langsung melalui gaya tari kontemporer yang melampaui batasan genre. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/counting/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Counting-Antony-Hamilton-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T143000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T160000
DTSTAMP:20261013T125841Z
CREATED:20261009T151753Z
LAST-MODIFIED:20261013T125841Z
UID:14652-1793370600-1793376000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Tubuh Tari sebagai Arsip Hidup: Pertemuan\, Ingatan\, dan Pewarisan
DESCRIPTION:Pembicara:\nSina Saberi\nMang Tri Ray Dewantara\nJosh Marcy \nModerator:\nGwen Hsin-Yi Chang \nVenue:\nSerambi Salihara\, Komunitas Salihara Arts Center \nSesi ini memandang tubuh yang menari sebagai arsip hidup—ruang tempat relasi antartubuh\, praktik gerak\, dan ingatan menyimpan serta mewariskan pengetahuan di luar bentuk-bentuk dokumentasi konvensional. Sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Tanztriennale\, Indonesian Dance Festival\, dan Goethe-Institut\, diskusi ini melanjutkan pertanyaan-pertanyaan yang tumbuh dari Dancing with Archive dan gagasan tentang arsip yang melekat pada tubuh. \nPada Juni 2026\, Sina Saberi dan Mang Tri Ray Dewantara menyelesaikan tahap pertama proyek ini di Tanztriennale\, Hamburg\, dengan mulai bekerja bersama dan mengenal praktik satu sama lain. Di Jakarta\, proses ini berlanjut dengan menyelami lebih jauh metode kerja masing-masing\, sembari membuka ruang bagi konteks lokal untuk turut menentukan arah pertemuan mereka. \nDiskusi ini mengajak kita melihat lebih jauh pengetahuan apa yang tersimpan dalam tubuh\, bagaimana pengetahuan tersebut berpindah lintas generasi\, serta bagaimana ingatan dan praktik yang tidak tercatat secara tertulis maupun dalam arsip institusi dapat terus hidup melalui tari. Diskusi ini juga menyoroti arsip institusional untuk menelaah bagaimana sejarah tari dipilih\, didokumentasikan\, dan diwariskan. \nApa yang terjadi ketika pengetahuan yang tersimpan dalam tubuh masuk ke dalam arsip? Bagaimana kondisi budaya dan sejarah memengaruhi apa yang diingat\, apa yang luput dari catatan\, dan sejarah siapa yang menjadi bagian dari rekam jejak? Pemahaman baru apa yang mungkin muncul ketika berbagai cara mengingat dipertemukan dalam sebuah dialog?
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tubuh-tari-sebagai-arsip-hidup-pertemuan-ingatan-dan-pewarisan/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Bincang-Tari-Tubuh-Tari-sebagai-Arsip-Hidup-Pertemuan-Ingatan-dan-Pewarisan.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T170000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T180000
DTSTAMP:20261013T103518Z
CREATED:20261008T161740Z
LAST-MODIFIED:20261013T103518Z
UID:14317-1793379600-1793383200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:La XXX Punk II: Betel Nut Green
DESCRIPTION:La XXX Punk adalah sebuah seri karya dimana Fangas Nayaw mengeksplorasi kemungkinan bagaimana tarian masyarakat adat dapat hadir di masa depan. Bentuknya akan berbeda—dan memang harus berbeda—karena kita sudah jenuh dengan bagaimana imajinasi populer tentang tarian masyarakat adat terbatas pada cuplikan dan citra-citra pilihan tertentu. \nSetiap bagian dari seri La XXX Punk diawali dengan sebuah manifesto. Betel Nut Green merupakan bagian kedua dari seri ini. \nSesuatu yang hidup dan nyata di baliknya perlahan menghilang tanpa suara. Tanah itu berwarna hijau bukit\, hijau pepohonan. \nHijau seperti di taman. Hijau layaknya layar green screen. \nYang semarak di bawah permukaan perlahan menghilang.\nTanah hijau bukit\, hijau pepohonan.\nHijau seperti di taman. Hijau layar hijau. \nMANIFESTO \n\nNon-alam adalah bagian dari kehidupan.\nKlimaks adalah ilusi.\nTradisi bersifat individual.\nTanpa usaha adalah menyesatkan.\nGerakan dengan aliran yang tertahan membebaskan tubuh.\nTubuh yang menua menyimpan pengalaman.\nHomogenitas adalah mitos.\nBudaya senantiasa berdusta setiap hari.\nMenghilang terjadi secara diam-diam.\nGlitch adalah sebuah anugerah.\n\nVenue: Teater Atap Salihara\, Komunitas Salihara Arts Center \nCredits:\nChoreographer : Fangas Nayaw\nScenographer : Liao Yin-Chiao\nPerformers : Naceku\, maya’ a taboeh hayawan \nMusic : Yude Lin\nCostume Designer : Yulin Fann\nDramaturg : Betty Yi-Chun Chen\nKey Visual Designer : Hsiao Yang-Hsi\nKey Visual Photographer : Etang Chen  \nProducer : River Lin\nProduction Manager : Ann Wu\nProduction : Fist & Cake Production \nSupporters : The National Culture and Arts Foundation’s Performing Arts Abroad Program\nDevelopment : The National Culture and Arts Foundation’s Performing Arts Abroad program\, 2025 Lyon Dance Biennale\, RawGround 25/26\, Dance Forum Taipei \nBook Your SeatFangas NayawLahir di Taitung\, Taiwan\, Fangas adalah seorang seniman\, sutradara\, koreografer\, dan penampil. Praktik artistiknya yang beragam mengeksplorasi dinamika partisipasi penonton serta potensi teknologi baru dalam seni pertunjukan\, sembari terus merefleksikan identitas adat dan tradisi budayanya sebagai bagian dari suku Amis. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/la-xxx-punk-ii-betel-nut-green/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bentang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-La-XXX-Punk-II-Betel-Nut-Green-Fangas-Nayaw-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T220000
DTSTAMP:20261012T100056Z
CREATED:20261009T065510Z
LAST-MODIFIED:20261012T100056Z
UID:14374-1793386800-1793397600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:a place we could not name
DESCRIPTION:a place we could not name adalah sebuah proyek kolaboratif yang bermula dari ketertarikan bersama untuk menelusuri tempat\, bukan hanya sebagai sebuah gagasan\, tetapi sebagai sesuatu yang dialami oleh indera. \nVersi ini berangkat dari ingatan-ingatan intim setiap individu dan pengalaman yang membentuk hubungan mereka dengan sebuah tempat\, sebagai sesuatu yang pernah melekat\, menghilang\, diingat\, maupun dilupakan. Ingatan-ingatan tersebut memunculkan momen-momen krisis\, ketika hubungan seseorang dengan tempat menjadi terlepas\, terbelah\, dan retak. \nKarya ini mencoba mewujudkan pengalaman tersebut sebagai sebuah suasana yang dialami bersama oleh  publik. Publik dibawa ke dalam  sebuah kondisi pasca-kejadian\, ketika batas-batas tempat telah runtuh dan tempat tidak lagi dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Karya ini melihat tubuh sebagai wadah yang menyimpan dan merawat tempat—sebagai ingatan\, perasaan\, dan pengalaman yang tetap tinggal. \nBermula dari *SCAPE Experimentation Ground (2024)\, karya ini terus berkembang melalui residensi bersama Dance Nucleus (ARTEFACT)\, Asia Pacific Performance Lab\, dan Esplanade Contemporary Performing Arts Research Residency (2026)\, sebagai sebuah penelusuran lintas wilayah yang berkelanjutan\, mencakup Singapura\, Indonesia\, Australia\, dan wilayah lainnya di masa mendatang. \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Latitude\, sebuah program residensi dan pertukaran yang dikembangkan oleh Indonesian Dance Festival\, Dance Nucleus (Singapura)\, dan Performance Space (Australia). \nCredit:Choreographer : Razan Wirjosandjojo\, XUEScenographer : Razan Wirjosandjojo\, Mervin Wong\, XUEMusic : Mervin WongMentorship : Melati Suryodarmo \nVenue: Blackbox\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatRazan WirjosandjojoBermukim di Solo\, Indonesia\, Razan Wirjosandjojo berkarya dalam ranah tari\, seni performans\, dan film. Ia memandang tubuh sebagai ruang fisik sekaligus temporal\, menelusuri kualitas ketubuhan dan kerja kesadaran yang dipudarkan konvensi panggung dan representasi. Read more\nMervin WongMervin Wong adalah wadah bagi kehadiran sonik. Muncul dari garda depan ranah aural Asia Tenggara yang senantiasa bertransformasi\, karyanya melintasi ruang antara ritual alam bawah sadar yang mendalam dan pertunjukan suara spasial.  Read more\nXUESeniman Butoh asal Singapura\, XUE\, menempatkan Butoh sebagai praktik hidup yang melintasi berbagai disiplin ilmu dan konteks underground. Ia merupakan pendiri Singapore Butoh Collective dan seniman rekanan di Dance Nucleus. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/a-place-we-could-not-name/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-a-place-we-could-not-name-Razan-Mervin-XUE-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261030T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261030T220000
DTSTAMP:20261012T100241Z
CREATED:20261009T100703Z
LAST-MODIFIED:20261012T100241Z
UID:14470-1793386800-1793397600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:KALENG ROMBENG!
DESCRIPTION:Ringkih\, penyok\, tetapi tetap berisik—KALENG ROMBENG! merayakan kerentanan\, memori\, dan pengalaman hidup dari posisi marjinal. Karya ini berangkat dari ingatan personal Adrian tentang ketakutan\, stereotip\, dan pengalaman yang meninggalkan bekas. Seperti kaleng rombeng\, tubuh menyimpan jejak yang tidak sepenuhnya menghilang; ia ikut tumbuh dan muncul kembali ketika berhadapan dengan kehidupan hari ini. \nMelalui pendekatan “Waacking+”\, Adrian melebur dan menggeser elemen fundamental Waacking—gestur\, dinamika\, pose\, dan ritme—bersama kata-kata kunci dari ingatan personal untuk menavigasi spektrum emosi yang kerap dihindari. Salah satu yang terus kembali adalah rasa takut. Ia diajak berdialog dan ditelusuri batasnya di antara ruang aman diri dan tuntutan ideal work-life balance yang kerap timpang. \nMelalui gerak\, suara\, humor satir\, dan permainan naratif\, tubuh menguji batas sekaligus mengambil kembali ruang. Alih-alih menyingkirkan kerentanan\, KALENG ROMBENG! mencari kemungkinan untuk hidup bersamanya: menerima bagian diri yang rapuh namun tetap bersuara\, dan “melawan dengan berbahagia.” \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Indonesian Dance Festival dan dalam kolaborasi dengan Jakarta International Contemporary Dance Festival 2026\, sebuah program dari Institut Kesenian Jakarta. \nCredit:Music : Rifo Octavian Suryadharma\, Alfonsus KevinStage Manager :  FKSP – IKJ \nVenue: Blackbox\, Komunitas Salihara Arts Center \nBook Your SeatAdrianusAdrian adalah koreografer dan penari berbasis di Jakarta yang bergerak dari Waacking dan Voguing untuk mengembangkan bahasa koreografinya dalam praktik kontemporer. Berangkat dari musikalitas\, ekspresi\, dan kekuatan visual\, ia mengembangkan karya yang mempertemukan tubuh dengan narasi personal\, kerentanan\, humor\, dan pengalaman queer.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/kaleng-rombeng/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Kampana-KALENG-ROMBENG-Adrianus-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T103000
DTSTAMP:20261013T123856Z
CREATED:20261009T133643Z
LAST-MODIFIED:20261013T123856Z
UID:14555-1793437200-1793442600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Punk! Indigenous Futurism With/out Ancestors
DESCRIPTION:Lokakarya ini mengolah “Basic Punk Law II” Masyarakat Adat bersama Fangas Nayaw. Inti dari karya koreografer Amis\, Fangas Nayaw\, adalah dilema mengenai cara beradaptasi dengan realitas kehidupan sosial kontemporer dan arus globalisasi\, sembari tetap melestarikan tradisi. \nDengan kemampuan yang sama baiknya dalam seni teater maupun platform inovatif seperti realitas virtual\, proyek-proyek partisipatif Nayaw yang berbasis di museum mengajak penonton terlibat dalam diskusi mendalam mengenai isu-isu masyarakat adat\, sekaligus memperkenalkan lagu-lagu serta cara bersosialisasi khas suku Amis. Dalam pengalaman partisipatif ini\, Fangas mengajak Anda bereksperimen dengan hukum adat fiktif—sebuah pengalaman punk yang jenaka\, berlandaskan etos tanggung jawab bersama\, kepercayaan\, dan kepedulian. \nVenue: Ruang Latihan Tari Kontemporer\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatFangas NayawLahir di Taitung\, Taiwan\, Fangas adalah seorang seniman\, sutradara\, koreografer\, dan penampil. Praktik artistiknya yang beragam mengeksplorasi dinamika partisipasi penonton serta potensi teknologi baru dalam seni pertunjukan\, sembari terus merefleksikan identitas adat dan tradisi budayanya sebagai bagian dari suku Amis. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/punk-indigenous-futurism-with-out-ancestors/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Punk-Indigenous-Futurism-With-out-Ancestors-Fangas-Nayaw-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T110000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T123000
DTSTAMP:20261012T102556Z
CREATED:20261009T134329Z
LAST-MODIFIED:20261012T102556Z
UID:14565-1793444400-1793449800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:KRUMP: Giving & Receiving
DESCRIPTION:Lokakarya ini mengajak peserta mengeksplorasi Krump sebagai praktik memberi\, menerima\, dan membangun koneksi. Berangkat dari gerak\, emosi\, dan kehadiran\, kita akan mengeksplorasi bagaimana energi hadir\, dibagikan\, dan diterima melalui tubuh. \nDalam Krump\, penari tidak pernah bergerak sendirian. Energi dari ruang—reaksi\, suara\, dan hype dari orang-orang di sekitarnya—dapat menghidupkan penari\, yang kemudian merespons melalui gerak\, emosi\, dan ekspresi. Dari sini tercipta dialog yang terus berlangsung\, sebuah bentuk komunikasi tanpa kata. Melalui kosakata dasar Krump\, freestyle\, dan improvisasi\, peserta akan mengeksplorasi bagaimana memberi tanpa menahan diri\, menerima tanpa menghakimi\, serta tetap terbuka dan hadir sepenuhnya. \nVenue: Ruang Latihan Tari Kontemporer\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatVirginia “Aura” LewerissaVirginia “Aura” Lewerissa adalah seorang seniman\, penari Krump\, dan koreografer yang berbasis di Hamburg serta memiliki akar keturunan Maluku. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di komunitas Krump\, ia dikenal sebagai perempuan penari Krump yang berpengaruh dan diakui secara internasional. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/krump-giving-receiving/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-KRUMP-giving-receiving-Virginia-Aura-Lewerissa-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T110000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T123000
DTSTAMP:20261013T105002Z
CREATED:20261011T164506Z
LAST-MODIFIED:20261013T105002Z
UID:14842-1793444400-1793449800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:A Workshop in movement\, memory\, and transmission
DESCRIPTION:Pengetahuan apa yang dibawa oleh tubuh\, dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat dibagikan\, diingat\, dan diolah kembali melalui gerak? \nMelanjutkan pertemuan yang dimulai di Tanztriennale\, Hamburg\, pada Juni 2026\, Sina Saberi dan Mang Tri Ray Dewantara kembali bertemu di Jakarta untuk saling mengenal dan mendalami praktik artistik masing-masing. Melalui waktu yang mereka habiskan bersama di studio\, keduanya akan memperdalam pertukaran ini\, sembari membiarkan perbedaan pendekatan dan konteks lokal turut membentuk proses mereka. \nLokakarya ini mengajak peserta terlibat dalam proses pencarian yang terus berkembang\, dengan menelusuri pengetahuan yang tersimpan dalam tubuh\, ingatan\, dan pewarisan. Melalui gerak dan eksperimen\, peserta diajak menemukan keterhubungan antara praktik mereka sendiri dan praktik orang lain\, sekaligus membuka diri terhadap pertemuan tak terduga dan berbagai kemungkinan baru. \nVenue: Ruang Latihan Tari Tradisi\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatMang Tri Ray DewantaraMang Tri Ray Dewantara adalah penari dan koreografer kelahiran Ubud\, Bali\, tahun 2003. Ia mempelajari tari Bali sejak usia tujuh tahun\, dengan fokus pada Kebyar Duduk. Read more\nSina SaberiSina Saberi adalah seniman tari\, penampil\, dan pekerja budaya yang tinggal di Jerman. Berbekal latar belakang di bidang sastra\, teater\, dan gerak\, ia menciptakan pengalaman interdisipliner dan imersif bersama serta untuk publik\, yang kerap melibatkan ruang publik\, ruang semi-publik\, maupun ruang-ruang lainnya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/a-workshop-in-movement-memory-and-transmission/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-A-Workshop-in-movement-memory-and-transmission-Sina-Saberi-Mang-Tri-Ray.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T130000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T143000
DTSTAMP:20261024T190328Z
CREATED:20261009T153904Z
LAST-MODIFIED:20261024T190328Z
UID:14663-1793451600-1793457000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Merawat Pertumbuhan: Infrastruktur\, Kepedulian\, dan Kerja Inkubasi Artistik
DESCRIPTION:Pembicara: \nYon Sokhorn — Cambodian Living Arts (CLA)\nRama Thaharani — Yayasan Kelola\nYoko Kawasaki — Shifting Points\nKennya Rinonce — Dewan Kesenian Jakarta\nKate Britton — Performance Space \n  \nModerator:\nIshvara Devati \nVenue:\nLobby Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki \nApa yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan praktik artistik tumbuh tanpa menentukan terlebih dahulu akan menjadi seperti apa? \nMerawat Pertumbuhan mempertemukan para praktisi dari berbagai platform pengembangan artistik untuk menelaah inkubasi\, baik sebagai praktik merawat maupun sebagai bentuk infrastruktur.  \nPertumbuhan artistik membutuhkan waktu\, ruang\, pendanaan\, pengetahuan\, pertukaran gagasan yang kritis\, kepercayaan\, serta ruang untuk bereksperimen\, mengalami kegagalan\, berefleksi\, dan mengubah arah. Hal ini juga bergantung pada ekosistem yang lebih luas—meliputi produser\, kurator\, dramaturg\, fasilitator\, rekan sejawat\, dan organisasi—yang karyanya melingkupi proses-proses artistik tersebut. \n​Mengingat infrastruktur ini muncul dari konteks budaya\, politik\, ekonomi\, dan kelembagaan yang beragam\, sesi ini juga menggali berbagai kemungkinan yang muncul ketika platform-platform pengembangan tersebut mulai saling terhubung: apa yang dapat dibagikan secara produktif\, apa yang perlu tetap berakar pada konteks spesifik\, serta bagaimana hubungan antar-platform dapat mendukung beragam cara dan ritme pertumbuhan.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/merawat-pertumbuhan-infrastruktur-kepedulian-dan-kerja-inkubasi-artistik/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Bincang-Tari-Merawat-Pertumbuhan-Infrastruktur-Kepedulian-dan-Kerja-Inkubasi-Artistik-UPDATE-2.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T180000
DTSTAMP:20261013T124505Z
CREATED:20261009T101239Z
LAST-MODIFIED:20261013T124505Z
UID:14477-1793462400-1793469600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Reality
DESCRIPTION:Reality mengangkat sebuah karya yang pertama kali diciptakan Soy Chanborey hampir satu dekade lalu\, yang bersumber dari pengalaman pribadi serta keseharian dirinya dan sang ayah. Dalam versi baru ini\, Chanborey menelusuri kembali kisah mereka yang saling bertautan\, sembari membawa ingatan dan pengamatan yang terkumpul selama bertahun-tahun ke dalam proses kreatif yang baru. \nKehidupan sang ayah diwarnai oleh masa pasca-Khmer Merah di Kamboja\, dinas militer\, dan kemudian sebuah insiden yang menyebabkan hilangnya salah satu kakinya. Pengalaman-pengalaman ini menjadi bagian dari sejarah pribadi yang kompleks\, yang dipahami Chanborey dari posisinya sebagai seorang anak laki-laki. Hubungan mereka juga terjalin dalam bingkai kepercayaan budaya dan cara memaknai peristiwa kehidupan yang melingkupi pengalaman bersama mereka. \nMelalui penggunaan gerak\, video\, fotografi\, musik\, dan suara\, Chanborey menggali gestur serta aktivitas sehari-hari sembari menghubungkan berbagai momen dalam kehidupan ayah dan anak tersebut. Proses ini memungkinkannya bereksperimen mengenai bagaimana gerak fisik\, citra visual\, dan suara dapat membawa sejarah pribadi melintasi berbagai rentang waktu dan sudut pandang. \nDengan kembali menggarap Reality dari perspektif masa kini\, Chanborey memandang karya ini sebagai sebuah eksplorasi yang berkelanjutan—meninjau kembali materi-materi yang sudah akrab baginya\, sekaligus membuka ruang bagi kemungkinan artistik baru dan kisah yang lebih mendalam dalam hubungan antara ayah dan anak. \nKarya ini dapat terwujud\, salah satunya\, berkat dukungan dari Indonesian Dance Festival dan kerja sama dengan Cambodian Living Arts (CLA). \nCredit:\nChoreographer: Chanborey Soy\nPerformer : Chanborey Soy\nAssistant : Chanlyka Leav (Kakou)\nMusician : Ros Sokunthea\nActor : Sun Polin\, Long Pisey & Chan Samnang\nVideo : Nitossaa Studio \nVenue: Ruang C\, Institut Kesenian Jakarta \nBook Your SeatSoy ChanboreySoy Chanborey adalah seorang penari\, koreografer\, dan direktur artistik asal Kamboja yang karyanya menjembatani tari kontemporer dan tari topeng tradisional Kamboja. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/reality/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Reality-Soy-Chanborey-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T180000
DTSTAMP:20261013T124528Z
CREATED:20261009T102006Z
LAST-MODIFIED:20261013T124528Z
UID:14485-1793462400-1793469600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:TETUHA HALIMAWONG
DESCRIPTION:Bagaimana jika seekor harimau yang memasuki pemukiman bukan semata satwa yang kehilangan habitatnya\, tetapi leluhur yang datang mengajak kita bicara? \nTetuha Halimawong tumbuh dari mitos yang diwarisi Ahmad Susantri di Lampung tentang roh leluhur berwujud harimau yang dipercaya menjaga hutan. Keberadaannya menghubungkan manusia dengan satwa\, leluhur\, wilayah keramat\, dan hutan\, sekaligus membentuk etika hidup bersama lingkungan. \nHari ini\, relasi tersebut berubah. Pembukaan hutan\, perluasan perkebunan kopi ilegal\, dan permukiman mempersempit habitat harimau Sumatera di Lampung Barat. Bersamaan dengan terkikisnya pengetahuan dan kepercayaan lokal\, perjumpaan manusia dan harimau semakin kerap berubah menjadi konflik. \nSusan memanggil kembali sang leluhur ke dalam tubuh dan imajinasi masa kini. Namun Tetuha hadir bukan sebagai figur mitologis yang agung dan beku\, melainkan sebagai harimau pink\, centil\, menggemaskan\, humoris\, dan cerewet. \nMelalui gerak\, percakapan\, humor\, dan pendekatan “PARTYsipatoris”—permainan kata party dan partisipasi—Susan membuka perjumpaan cair antara performer\, penonton\, dan dunia Tetuha. Sebagai dongeng klenik kontemporer\, Tetuha Halimawong membiarkan mitos bergerak kembali untuk mengajak kita membayangkan ulang hubungan manusia dengan hutan dan kehidupan lain\, serta kemungkinan untuk kembali hidup berdampingan. \nPengembangan karya Tetuha Halimawong dan praktik produksinya terwujud melalui kolaborasi antara Reka Kelola: Creative Producing Lab 2026 dan Indonesian Dance Festival: KAMPANA 2026. \nCredit:\nChoreographer : Ahmad Susantri\nPerformers : Ahmad Susantri\, Silvia Dewi Marthaningrum\nComposer : Edithya Rio Wirawan\nLighting Designer : Sulhan Jamil\nProducer : Nabilla Kurnia Adzan \nVenue: Ruang C\, Institut Kesenian Jakarta \nBook Your SeatAhmad SusantriAhmad Susantri (Susan) adalah koreografer\, penari\, dan pendidik tari berbasis di Liwa\, Lampung Barat. Praktik artistiknya tumbuh dari pengalaman personal\, kebudayaan Lampung\, serta persoalan sosial dan ekologis di sekitarnya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tetuha-halimawong/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Kampana-Tetuha-Halimawong-Ahmad-Susantri-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261031T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261031T213000
DTSTAMP:20261012T100514Z
CREATED:20261008T162826Z
LAST-MODIFIED:20261012T100514Z
UID:14328-1793475000-1793482200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:MENSTRUATION SUMO DANCE
DESCRIPTION:Bagaimana tubuh yang sedang mengalami menstruasi didiskusikan\, juga dikucilkan\, sepanjang sejarah? Dapatkah kita mempercayakan rasa sakit dan dinamika absurditas kepada suatu hal? \nMenstruasi telah dimaknai di titik temu antara adat istiadat sosial dan wacana ilmiah. Dalam karya ini\, sambil tetap menekankan pentingnya pengetahuan dan pemahaman ilmiah\, team chiipro – kelompok penampil yang terdiri dari Nanako Matsumoto dan Kengo Nishimoto – menampilkan tarian ritual yang mengeksplorasi absurditas menstruasi—sesuatu yang tak dapat sepenuhnya dipahami hanya melalui wacana dan pemahaman ilmiah. \nYang kemudian muncul  adalah tarian Shiko* \, dengan gerakan membuka dan mengangkat kaki sebelum menghentakkannya ke tanah. Pertunjukan ini mengambil inspirasi dari gerakan Shiko untuk melampaui batas sosial dengan cara yang jenaka. Interaksi kedua seniman melalui teks dan tarian saling berbenturan sekaligus merespons dalam harmoni yang terukur.  Empat tahun setelah penampilan perdananya di Kyoto Experiment 2022\, karya ini membuka dohyō**  baru di tengah era perpecahan. \n*Secara tradisional merujuk pada ritual seremonial mengangkat kaki yang dilakukan oleh pegulat sumo.\n**Arena sumo \nVenue: Teater Wahyu Sihombing\, Taman Ismail Marzuki \nCredits:Choreography and Direction: Nanako Matsumoto & Kengo Nishimoto / team chiiproPerformer : Nanako MatsumotoMusic : Hayato Ichimura\, Mina HayashiLighting Design : Kana WatanabeCostume Design : Kazuto Suzuki (islands)Choreographic Collaborators and Performers: Yuka Uchida\, Kohei MaedaVideo Design : Daichi AbeProduction Coordinator: Yoshimi ToyoyamaStage Manager : Marie MoriyamaTechnical Adviser : Yukiko Yoshimoto (Mahiru)English subtitles : Kyoka Kawai Arisawa\, Juliet Reiko Knapp \nProduced by team chiipro Co-produced by Kyoto ExperimentSupported by The Saison FoundationPresenting partner: Kyoto Experiment with the support of Japan Creator Support Fun \nBook Your SeatTeam ChiiproTeam Chiipro adalah duo penampil yang terdiri dari Nanako Matsumoto dan Kengo Nishimoto. Praktik mereka berpusat pada tema tubuh dan gestur sebagai bentuk kritik Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/menstruation-sumo-dance/
LOCATION:Teater Wahyu Sihombing\, Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Kota Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bentang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-MENSTRUATION-SUMO-DANCE-team-chiipro-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR