BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.15.18//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20220101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20231206
DTEND;VALUE=DATE:20231208
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231130T083539Z
LAST-MODIFIED:20240131T055603Z
UID:11187-1701820800-1701993599@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Seni Tata Kelola: Merakit Ruang untuk Tumbuh Bersama
DESCRIPTION:Lokakarya ini menawarkan wawasan desain dan tata kelola pelantar seni tari -baik secara praktikal dan konseptual- yang dikembangkan IDF selama 31 tahun sebagai titik tolaknya. Di dalam lokakarya ini peserta akan dilibatkan secara aktif untuk memetakan dan menganalisa ragam pelantar seni terkini\, mengembangkan praktik yang telah dijalankan\, serta mengeksplorasi ide-ide terbaru. Melalui lokakarya ini diproyeksikan dinamika praktik beragam pelantar seni tari terpetakan\, dan muncul pelantar seni tari baru yang kontekstual\, inovatif\, progresif dan berkelanjutan. \nFasilitator: \nLinda Mayasari ( Kurator IDF)\nRenata Rosari (Manajer Festival IDF)\n \nSesi 1 : Sabtu\, 6 Desember | 10:45 – 13:00\nSesi 2 : Minggu\, 7 Desember | 14:00 – 15:00 \n*diwajibkan registrasi dan mengikuti kedua sesi secara utuh \nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/seni-tata-kelola-merakit-ruang-untuk-tumbuh-bersama/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang,Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Lokakarya-Seni-Tata-Kelola.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20231206
DTEND;VALUE=DATE:20231208
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231130T050037Z
LAST-MODIFIED:20231204T072800Z
UID:11204-1701820800-1701993599@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Gelar Arsip Vasana Tari IDF: Melipat Jarak\, Merajut Keterhubungan
DESCRIPTION:Vasana Tari IDF akan menggelar seleksi  arsip sebagai bagian dari program Lawatari: Padang Panjang. Gelar arsip ini menyajikan jejak jalinan hubungan panjang antara IDF dengan dinamika seni tari Sumatra Barat. Karya tari bernapas ragam budaya Sumatra Barat telah turut menopang dinamika IDF di ranah gerak festival dan jaringan budayanya bahkan sejak langkah awal IDF pada 1992. Karya-karya tari tersebut tak hanya mengandung kekayaan khazanah artistik\, tetapi juga pandangan dan pemikiran kritis koreografer tentang refleksi diri\, pergeseran tradisi\, hingga respons terhadap situasi sosial-politik. \nJam Kunjung: 09:00 – 22:00 \n \nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/gelar-arsip-vasana-tari-idf-melipat-jarak-merajut-keterhubungan/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang,Vasana Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2022/08/BLANK-IMAGE-16x9-1.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20231206T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20231206T103000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231130T050145Z
LAST-MODIFIED:20240131T055324Z
UID:11172-1701853200-1701858600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Organic Movements - Hari Ghulur
DESCRIPTION:Dalam sesi ini\, Hari Ghulur akan menggali keterbatasan (limitation) yang dimiliki setiap partisipan untuk menemukan keunikan tubuh masing2. Teknik limitation merupakan metode yang sering digunakan Hari Ghulur dalam mengeksplorasi tubuh dan karyanya. Kali ini\, berangkat dari metode limitation\, Hari akan membantu penari menemukan kebebasan tubuh yang unik dan organik. \nHari GhulurMoh. Hariyanto (lahir 1986)\, juga dikenal sebagai Hari Ghulur\, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”\, “Ghabal”\, “White Stone”\, “Sila”\, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance\, Europalia Art Festival\, Universitas Malaya\, American Dance Festival\, dan Indonesian Dance Festival. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/organic-movements-hari-ghulur/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang,Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Workshop-Organic-Movement.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20231206T140000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20231206T160000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231130T082448Z
LAST-MODIFIED:20240131T055412Z
UID:11180-1701871200-1701878400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Merajut Ragam Tata Kelola Produksi
DESCRIPTION:Tata Kelola Produksi merupakan divisi kerja yang berperan sebagai salah satu motor penggerak dinamika perkembangan seni pertunjukan. Praktik produser di Indonesia sangat beragam terbentang dari praktik produser festival\, produser institusi/organisasi seni\, produser independen\, produser ruang alternatif\, dan sebagainya. Mayoritas produser Indonesia menempa kemampuan tata kelola di lapangan karena pendidikan formal tata kelola seni di beberapa institusi pendidikan tinggi Indonesia baru dibuka beberapa tahun terakhir. Program ini dirancang sebagai ruang pertukaran dan saling memantulkan konteks praktik beragam keproduksian yang dikembangkan oleh IDF dan praktisi seni pertunjukan yang berbasis di Padang Panjang. \nPembicara: Ery Mefri\, Hartati\, Ratri Anindyajati\, Roza Muliati\nModerator: Linda Mayasari \nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/merajut-ragam-tata-kelola-produksi/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Bincang Tari,Lawatari Padang Panjang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Merajut-Ragam-Tata-Kelola-Produksi.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20231206T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20231206T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231129T185525Z
LAST-MODIFIED:20240704T191621Z
UID:11105-1701892800-1701900000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Tanangan
DESCRIPTION:Terinspirasi dari pengalaman tubuh keseharian di setapak pematang sawah dan esensi dari beberapa jenis ilmu silat\, karya “Tanangan” dibuat untuk mengeksplorasi konsep pengendalian diri. Dalam esensi ilmu silat\, tubuh ditantang mencapai titik keseimbangan melalui pengendalian diri ketika dihadapkan dengan berbagai media. Konsep ini beririsan dengan adegan keseharian warga di pematang sawah yang sempit\, berlumpur\, dan penuh interaksi. Karya ini mengeksplorasi konsep pengendalian diri sebagai kunci mencapai keseimbangan tubuh secara fisik maupun batin. \nDipentaskan dalam tiga babak\, “Tanangan” akan menampilkan adegan-adegan yang mengajak kita mendalami pengolahan intensitas gerak di atas bambu. Sebagai representasi gerak keseharian\, menemukan narasi\, sekaligus merumuskan esensi soal pengendalian diri dan hubungannya dengan keseimbangan yang menyeluruh. \nBincang karya setelah pertunjukan berlangsung akan membedah proses perkembangan dua karya yang disajikan di Lawatari Padangpanjang. “SILO” karya Hari Ghulur dan “Tanangan” karya Kurniadi Ilham yang dihadirkan di Lawatari Padang Panjang merupakan karya-karya yang dikembangkan melalui beberapa proses transformasi bentuk artistik dan pemanggungan. Kedua karya ini sangat lekat dengan latar budaya dari seniman penciptanya. Kurniadi Ilham menggarap karya “Tanangan” melalui riset artistik tiga aliran silat dan pengalaman empiris di kampung halamannya dimana prinsip-prinsip pengendalian diri terkandung di dalamnya dan menekankan pengolahan intensitas gerak keseharian. Selain menelusuri proses transformasi pengembangan karya ini\, Ilham akan berbagi tentang bagaimana ia menggali inspirasi dari ritus sehari-hari yang ia alami di ruang hidupnya dan bagaimana gerak tubuh di dalam keseharian ia olah sebagai moda kinestetik karya koreografi. \nPembicara: Kurniadi Ilham \nPenanggap: Dr. Susas Rita Loravianti\nModerator: Linda Mayasari \nSeniman/Koreografer: Kurniadi Ilham | Penari: Inggit Belinda Natha Adyatma\, Shakira Aurelia Archie Panjaitan\, Anggi Safandri Ova\, Fakhri Afif\, Rafliz Oktamiza | Kru: Frandi | Pemusik: Fajar Anugrah\, Anna Amelia Putri | Komposer: Muhammad Rizky \nKurniadi IlhamKurniadi ilham lahir di Paninggahan\, sebuah kampung kecil di pinggir danau Singkarak\, Sumatera Barat\, 2 Oktober 1992. Sebelum melanjutkan pendidikan di ISI Padangpanjang\, Ilham adalah seorang pesilat dan pemain randai di sanggar Bukit Junjung Sirih Paninggahan dan mengikuti berbagai festival randai di Sumatera Barat. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tanangan/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Tanangan.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20231207T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20231207T120000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231130T084232Z
LAST-MODIFIED:20240131T055500Z
UID:11193-1701943200-1701950400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Focus and Control - Kurniadi Ilham
DESCRIPTION:Di dalam masterclass ini Ilham ingin berbagi tentang metode yang didapatkan ketika belajar silat yaitu tentang fokus dan pengendalian emosi. Pada prakteknya metode latihan ini akan melihat tubuh yang di intimidasi oleh sesuatu diluar tubuh\, apakah itu suara atau material di luar tubuh. intimidasi bisa saja dengan intensitas pelan\, sedang\, cepat\, terduga atau tidak terduga. Para peserta akan dibawa untuk mengenali emosinya sendiri dan bagaimana dia mengontrolnya dengan tetap bergerak. \nKurniadi IlhamKurniadi ilham lahir di Paninggahan\, sebuah kampung kecil di pinggir danau Singkarak\, Sumatera Barat\, 2 Oktober 1992. Sebelum melanjutkan pendidikan di ISI Padangpanjang\, Ilham adalah seorang pesilat dan pemain randai di sanggar Bukit Junjung Sirih Paninggahan dan mengikuti berbagai festival randai di Sumatera Barat. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/focus-and-control-kurniadi-ilham/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang,Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Workshop-Focus-and-Control.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20231207T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20231207T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20231129T121247Z
LAST-MODIFIED:20240704T192105Z
UID:11084-1701979200-1701986400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:SILO
DESCRIPTION:Karya “SILO” mengeksplorasi tradisi tahlil dalam Islam\, yang dalam konteks ini dibaca sebagai pusat motorik gerak torso. Sebuah metode dialog vertikal antara Hari Ghulur dengan Yang Maha melalui gerakan berulang (repetitif) dan personal. Karya ini merupakan perkembangan karya “SILA” yang diciptakan saat ia mengikuti residensi di American Dance Festival tahun 2018. Hari melihat “SILO” sebagai ruang eksplorasi tubuh organik dengan konstruksi batas ruang budaya tubuh. “SILO” sebagai sebuah koreografi dan laku ritual\, merupakan ikhtiar mencapai puncak emosi dan spiritual yang dilakukan justru dengan posisi tubuh yang terbatas dan menempel pada tanah atau membumi. \nBincang karya setelah pertunjukan berlangsung akan membedah proses perkembangan dua karya yang disajikan di Lawatari Padangpanjang. “SILO” karya Hari Ghulur dan “Tanangan” karya Kurniadi Ilham yang dihadirkan di Lawatari Padang Panjang merupakan karya-karya yang dikembangkan melalui beberapa proses transformasi bentuk artistik dan pemanggungan. Kedua karya ini sangat lekat dengan latar budaya dari seniman penciptanya. Hari Ghulur memberangkatkan eksplorasi “SILO” dari tradisi tahlil dalam Islam dan intensitas gerak torso sebagai pusat motorik. Selain menelusuri proses transformasi pengembangan karya ini\, Hari akan berbagi tentang bagaimana ia menggali inspirasi dari ritus sehari-hari yang ia alami di ruang hidupnya dan bagaimana gerak tubuh di dalam keseharian ia olah sebagai moda kinestetik karya koreografi. \nPembicara: Hari Ghulur\nPenanggap: Ali Sukri\nModerator: Ahmad Oscar Ridho \nSeniman/Koreografer: Hari Ghulur | Dramaturgi: Arco Renz | Komponis: Rosemainy Buang | Penata Lampu: Riski Ade Pradista | Produser & Manajer: Sekar Alit | Perancang Busana: Retno Damayanti | Penari: Hari Ghulur\, Patry Eka\, Puri Senja\, Errina Aprilyani\, Angga I Tirta\, Aditya Putra\, Sefira Sukmaningtyas. \nHari GhulurMoh. Hariyanto (lahir 1986)\, juga dikenal sebagai Hari Ghulur\, adalah koreografer dan penari yang saat ini tinggal di Surabaya. Karyanya “Ghulur”\, “Ghabal”\, “White Stone”\, “Sila”\, dan “Jap_Vanese” telah ditampilkan di T.H.E Contact Contemporary Dance\, Europalia Art Festival\, Universitas Malaya\, American Dance Festival\, dan Indonesian Dance Festival. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/silo-lawatari-padang-panjang/
LOCATION:Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, ISI Padang Panjang\, Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam\, GCR3+WG7\, Guguk Malintang\, Padang Panjang Timur\, Padang Panjang\, Sumatera Barat\, 27118\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Padang Panjang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-FEAT-IMG-LT-PP-Silo.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20231209
DTEND;VALUE=DATE:20231210
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240128T180039Z
LAST-MODIFIED:20240130T190554Z
UID:11778-1702080000-1702166399@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Yang Beringsut di dalam Jeda
DESCRIPTION:Cindek dalam istilah tari Sunda dipahami sebagai sebuah jeda\, titik\, atau fase berhenti. Cindek biasanya muncul dalam setiap satu frase gerak\, sebagai penanda satu rangkaian motif selesai. Ketika penari Sunda melakukan cindek\, ia mendapatkan kesempatan untuk menarik dan membuang napas. Tubuh bagian dalam penari seperti tengah mengelola energi. Melihat penari melakukan cindek seperti melihat karakter dirinya. Mencoba melihat ke dalam diri sendiri dan perjalanan ke belakang sebagai penari Sunda\, saya membongkar pinggul dalam tarian Sunda yang didaulat sebagai tari kerakyatan. Saya berangkat dari pertanyaan awal yang sederhana: Kenapa pinggul dominan dalam tari Sunda? Dari mana gerak ini berasal? Di saat bersamaan saya mulai mempertanyakan\, apa yang saya rasakan? Apa yang saya miliki dalam tubuh saya? Apa yang akan saya lakukan? Berjarak membuat saya mengidentifikasi diri\, mencoba melihat perubahan dalam tubuh dan diri saya sebagai seorang penari. \nHari ini saya mencoba untuk melihat lagi sebuah bagian terkecil dalam struktur tari Sunda\, lebih tepatnya melihat ke dalam diri\, mencari bagian yang paling dasar\, bahkan hal itu bukan gerak\, melainkan jeda yang keberadaannya sangat bermakna. Bagi saya\, cindek adalah napas. Napas adalah sistem bagaimana tubuh ini akan menentukan posisi\, penanda. Sepersekian detik ini menjadi ruang negosiasi yang cepat terhadap apa yang akan dilakukan selanjutnya. Mempersiapkan sebuah kepastian dalam menyelesaikan satu bagian perjalanan gerak yang utuh. Cindek menjadi sangat visioner karena ia membentangkan pandangan ke depan dengan titik akhir sebagai tujuan. \nTonton video acara iniTentang Layar TerkembangEla MutiaraKoreografer dan penari kelahiran Sukabumi\, Jawa Barat. Menyelesaikan studi master Penciptaan Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sejak 2016\, praktik tarinya banyak mengulik peristiwa sejarah\, tradisi\, pola hidup\, dan perempuan dalam perspektif sosial budaya Sunda. Auto-etnografi menjadi metode kerja dalam riset dan proses kreatifnya\, menempatkan tubuh sebagai medium utama yang diekspresikan melalui karya tari\, video\, seni pertunjukan\, dan pameran. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/yang-beringsut-di-dalam-jeda/
LOCATION:Kanal Youtube IDF
CATEGORIES:Layar Terkembang,Seri "Tubuh di dalam Jeda Lipatan Waktu"
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2022/08/BLANK-IMAGE-16x9-1.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20231209
DTEND;VALUE=DATE:20231210
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240128T202317Z
LAST-MODIFIED:20240128T202317Z
UID:11781-1702080000-1702166399@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Natkala
DESCRIPTION:Waktu bak selembar kertas yang dilipat menjadi perahu. Natkala\, sekejap tubuh dibawa berlayar mengarungi samudra ingatan. Natkala berlabuh di dermaga kenangan\, tubuh kembali berjumpa dengan aroma cat Wayang Purwa\, liat tanah sawah yang basah\, rantang makan siang\, dingin karat jeruji besi\, karung-karung beras\, rancak suara gamelan. Di dermaga-dermaga kenangan itu pula tubuh kembali berjumpa dengan diri yang lampau\, orang lain yang lampau beserta dengan peristiwa-peristiwanya yang juga lampau. Entah bagaimana semua itu bisa terjangkar di waktu-waktu setelahnya tak sekadar sebagai ingatan\, tetapi mewujud menjadi kejadian yang berulang meskipun lakonnya berbeda. \nTonton video acara iniTentang Layar TerkembangWangi IndriyaWangi Indriya lahir tahun 1961 dari keluarga seniman di Indramayu. Ia tak hanya dikenal sebagai penari topeng tetapi juga sinden\, dalang topeng dan wayang kulit purwa gaya Indramayu\, pemain sandiwara tradisi\, bahkan pemain teater kontemporer. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/natkala/
LOCATION:Kanal Youtube IDF
CATEGORIES:Layar Terkembang,Seri "Tubuh di dalam Jeda Lipatan Waktu"
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2022/08/BLANK-IMAGE-16x9-1.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240119T153000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240119T180000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T175518Z
LAST-MODIFIED:20240122T113326Z
UID:11422-1705678200-1705687200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Strategi Berkesenian yang Berkelanjutan
DESCRIPTION:Melihat konteks diri menjadi penting untuk menemukan strategi dalam berkarya di dunia tari dengan pilihan yang beragam. Tiga praktisi yang akan menjadi pemantik diskusi dalam talk session kali ini berada dalam tiga konteks yang berbeda\, bisa jadi saling beririsan\, namun kemudian mereka berproses menemukan strategi terbaik ketika berhadapan dengan tantangan yang beragam. Mila Rosinta Totoatmodjo akan merefleksikan  bagaimana kelindan antara berkarya\, menjadi ibu\, dan bagaimana menopang keduanya secara mental dan finansial. Scholastica W. Pribadi akan membawa kita pada refleksi dinamika membangun platform dan studio di ruang geografis yang secara infrastruktur dan lingkungan berkesenian cukup menantang\, yaitu Gunung Kidul\, Yogyakarta. Siti Alisa akan menawarkan refleksi atas perjalanannya sebagai koreografer dan penari\, yang ternyata tidak melulu menyoal teknik tari dan kekaryaan\, namun melampaui itu\, ada kesadaran esensial tentang tubuh dan posisi tubuh dalam ruang spesifik yang perlu dipertimbangkan. Bagaimana refleksi-refleksi dari ketiga pemantik diskusi ini akan bergulir? \nPembicara:\nMila Rosinta Totoatmodjo (Founder Mila Art Dance)\nScholastica W. Pribadi (Founder Loka Art Studio)\nSiti Alisa (Koreografer) \nModerator:\nNia Agustina (Paradance) \nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/strategi-berkesenian-yang-berkelanjutan/
LOCATION:STAIRS by Seken Living\, STAIRS at Prawirotaman\, Jl. Prawirotaman\, Brontokusuman\, Kec. Mergangsan\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55153\, Indonesia
CATEGORIES:Bincang Tari,Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/09/2024-FI-PE-Lawatari-YK-Strategi-Berkesenian-yang-Berkelanjutan.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240120T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240120T150000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T175609Z
LAST-MODIFIED:20240831T130803Z
UID:11426-1705744800-1705762800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Seni Tata Kelola: Merakit Ruang untuk Tumbuh Bersama
DESCRIPTION:Lokakarya ini menawarkan wawasan desain dan tata kelola pelantar seni tari -baik secara praktikal dan konseptual- yang dikembangkan IDF selama 31 tahun sebagai titik tolaknya. Di dalam lokakarya ini peserta akan dilibatkan secara aktif untuk memetakan dan menganalisa ragam pelantar seni terkini\, mengembangkan praktik yang telah dijalankan\, serta mengeksplorasi ide-ide terbaru. Melalui lokakarya ini diproyeksikan dinamika praktik beragam pelantar seni tari terpetakan\, dan muncul pelantar seni tari baru yang kontekstual\, inovatif\, progresif dan berkelanjutan. \nFasilitator: \nLinda Mayasari (Kurator IDF)\nRenata Rosari (Manajer Festival IDF) \nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/seni-tata-kelola-merakit-ruang-untuk-tumbuh-bersama-2/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta,Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/09/2024-FI-PE-Lawatari-YK-Seni-Tata-Kelola.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240120T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240120T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T180520Z
LAST-MODIFIED:20240122T113411Z
UID:11434-1705777200-1705788000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Atandâng
DESCRIPTION:Atandâng merupakan pertunjukan tari yang bertolak dari penjelajahan Sri Cicik Handayani atas relasi penayub dengan perempuan tandâ. Penayub ialah penari laki-laki dan tandâ ialah penari perempuan dalam kesenian tayub Madura. Dalam karya ini\, sang koreografer mencoba menelusuri aktivitas nandâng (menari) para penayub dengan cara membaca ulang gestur dan korporealitas tubuh laki-laki dalam koreografi seni tradisi melalui sudut pandang perempuan penandâ’. \nKoreografer: Sri Cicik Handayani | Penari: Sri Cicik Handayani\, Yogi Afriah M. Yusuf | Penata Cahaya & Artistik: Deva Rizki Listianto \nSri Cicik HandayaniSri Cicik Handayani\, yang lebih akrab disapa Cici\, lahir tahun 2000 di Sumenep\, Madura. Ia mengenal tari sejak berusia tujuh tahun berkat dorongan sang bapak yang merupakan pelaku seni Wayang Topeng Dalang Madura. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/atandang/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/09/2024-FI-PE-Lawatari-YK-Atandang-Sri-Cicik-Handayani.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240120T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240120T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T181140Z
LAST-MODIFIED:20240122T113432Z
UID:11477-1705777200-1705788000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Budi Bermain Boal
DESCRIPTION:Karya ini memantulkan berbagai pengalaman yang dialami oleh Megatruh dan siswa Sekolah Dasar di era 1980-2000an di berbagai wilayah Indonesia. Nama “Budi” amat melekat dalam ingatan para siswa di era tersebut karena tercantum dalam buku peraga pelajaran Bahasa Indonesia “Ini Budi” yang didistribusikan dan digunakan di sekolah-sekolah di pelosok negeri\, sehingga nama tersebut menjadi istilah yang diciptakan dan diseragamkan untuk menggambarkan sosok siswa yang ‘baik’ di mata guru. Fenomena ini membentuk pengalaman siswa yang seragam\, tanpa menghiraukan pemikiran alternatif\, dengan target mengikuti silabus tanpa mengembangkan potensi dan daya kreatif siswa dalam proses pendidikan. Refleksi Megatruhakan adanya sosok penguasa yang melakukan penyeragaman atau “pem-budi-an”\, di mana seorang guru atau pengajar pun dapat menjadi sosok yang memiliki kuasa dalam sistem besar yang melakukan “pem-budi-an” tersebut. Pendidikan seolah dijadikan sebuah permainan bagi yang berkuasa\, seperti layaknya sebuah bola. Pemikiran dan metode Theater of the Oppressed oleh Augusto Boal diaplikasikan oleh Megatruh sebagai bingkaian refleksi dan akses untuk mengajak penonton menjadi partisipan yang terlibat aktif dari karyanya. Melalui teknik Boal yang inklusif\, Megatruh mengharapkan terjadi proses pemberdayaan dan demokratisasi\, sebuah kesaksian bahwa semua kalangan berhak turut berperan dalam menentukan arah suatu masyarakat. \nKoreografer: Megatruh Banyu Mili | Penari: Widi Pramono\, Putri Lestari\, Megatruh Banyu Mili | Dramaturgi: Ahmad Jalidu | Penata Cahaya: Ign. Zordy | Penata Kostum: Megatruh Banyu Mili | Penata Musik: Cahya Kalatidha | Musisi: Cahya Kalatidha\, Revi Perkasa Alam\, Pramesti \nMegatruh Banyu MiliMegatruh Banyu Mili adalah penari dan koreografer asal Yogyakarta yang mulai aktif dalam dunia seni pertunjukan sejak 2010 bersama Bengkel Mime Theater dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/budi-bermain-boal/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/09/2024-FI-PE-Lawatari-YK-Budi-Bermain-Boal-Megatruh-Banyumili.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240120T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240120T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T181509Z
LAST-MODIFIED:20240122T113453Z
UID:11480-1705777200-1705788000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Ganda
DESCRIPTION:Ganda adalah sebuah karya tari yang menggambarkan perjalanan emosional dan fisik perempuan buruh gendong yang bekerja di Pasar Beringharjo\, Yogyakarta. Tarian ini mengisahkan peran ganda mereka dalam sebuah koreografi yang memukau\, menciptakan harmoni antara gerakan yang anggun dan beban fisik yang mereka pikul setiap hari. Melalui gerakan-gerakan tari yang dinamis\, para penari menggambarkan interaksi mereka dengan berbagai barang dagangan di pasar. Mereka membentuk pola-pola yang saling terkait\, menciptakan gambaran visual tentang jaringan kehidupan di pasar tradisional. Selendang panjang yang mereka kenakan menjadi simbol kegigihan dan semangat perempuan buruh gendong. \nValentina AmbarwatiValentina Ambarwati lahir di Bantul tahun 1996 dan mengenal dunia tari sejak umur delapan tahun. Oleh ayahnya yang merupakan penggiat kesenian rakyat di daerah Bantul\, Valentina dikenalkan pada kesenian rakyat jathilan\, yang membentuk tubuh tradisi yang kental pada gerak tubuhnya. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/ganda/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/09/2024-FI-PE-Lawatari-YK-Ganda-Valentina-Ambarwati.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240121T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240121T120000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T175820Z
LAST-MODIFIED:20240122T113520Z
UID:11431-1705831200-1705838400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Metode Latihan Martinus Miroto
DESCRIPTION:Tahun 2021 lalu tari Indonesia kehilangan salah satu sosok maestro\, Martinus Miroto\, yang telah berkontribusi signifikan melalui karya-karyanya. Sosok kelahiran 1959 ini\, selain dikenal dengan karya-karya koreografinya\, juga membuka ruang bagi seniman melalui berbagai inisiasinya membangun Studio Banjarmili sejak 2001 juga memulai Bedog Arts Festival pada 2007. Karya Penumbra yang bermula dari tugas akhir Miroto untuk mendapatkan Master of Fine Arts (M.F.A) di University of California Los Angeles  (UCLA) tahun 1995\, menjadi salah satu titik penting dalam sejarah kekaryaannya. Melihat sekilas sejarah panjang perjalanan Miroto di dunia tari\, tentu kita dapat membayangkan bahwa ini tidak terlepas dari dua hal\, disiplin latihan dan proses berpikir. Keduanya kemudian tidak hanya beliau terapkan pada diri sendiri\, namun kepada penari-penari yang terlibat dalam karya-karyanya. Maka untuk memahami bagaimana proses berpikir Miroto kita perlu merasakan disiplin latihan beliau\, begitupun sebaliknya\, memahami pemikiran Miroto akan membuat kita terhubung lebih mudah dengan disiplin latihan beliau. \nDengan pertimbangan tersebut maka workshop kali ini akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi 30 menit pertama\, peserta akan mendengarkan cerita dan testimonial dari penari generasi awal Miroto Dance Company\, yaitu Agung Gunawan\, lalu dilanjutkan dengan latihan ketubuhan yang dibersamai oleh Anter Asmorotedjo. \nMartinus MirotoMartinus Mirotolahir pada 28 Februari 1959 di desa Turusan\, Gamping\, Sleman\, Yogyakarta. Sejak kecil\, ia sudah akrab dengan kesenian. Di sela-sela waktu bersekolah\, Miroto belajar menari di Keraton Yogyakarta dan menjadi penari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja. Selain menjadi penari\, ia juga belajar menata tarian dalam skala besar. Semasa kuliah\, ia mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan koreografer-koreografer ternama. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/metode-latihan-martinus-miroto/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta,Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-Banner-Website-Desktop-Masterclass.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240121T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240121T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T181925Z
LAST-MODIFIED:20240122T113540Z
UID:11483-1705863600-1705874400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Suun
DESCRIPTION:Suun berangkat dari temuan-temuan yang didapat saat mengamati kegiatan suun sebagai laku tubuh sehari-hari. Suun adalah cara membawa barang dengan meletakkannya di atas kepala. Saat melakukan suun\, terdapat koneksi antara tubuh\, benda dan ruang – bagaimana benda yang ditaruh di atas kepala mempengaruhi ruang gerak tubuh. Menggunakan tari dan biografi sang ibu sebagai titik awal\, Arista ingin menelisik lebih jauh mengenai posisi perempuan terhadap kuasa. Sebagai koreografer\, ia berdedikasi untuk terus menelusuri fenomena diskriminasi yang dialami para perempuan Bali. \nPutu Arista DewiPutu Arista Dewi yang lahir di tahun 1995\, adalah seorang penari dan koreografer asal Jembrana\, Bali\, yang saat ini tinggal di Yogyakarta. Dalam dua tahun terakhir\, Arista banyak berkolaborasi bersama kawan-kawan seniman lintas disiplin\, termasuk teater\, musik\, dan rupa. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/suun/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-Banner-Website-Desktop-Pertunjukan-D2.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240121T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240121T220000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20240109T182351Z
LAST-MODIFIED:20240122T113558Z
UID:11487-1705863600-1705874400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:In Cycle
DESCRIPTION:Karya ini berbicara tentang siklus perempuan\, tentang fase-fase hidup yang harus dilalui pada era kontemporer dalam bayang-bayang nilai moral yang diwariskan secara turun-temurun. Perempuan dianugerahi sifat tangguh untuk menjalani fase-fase dalam hidupnya\, menanggung beban-beban biologis\, sosial\, dan kodrati yang membayangi mereka. Dalam semangatnya\, perempuan terus mengeksplorasi makna kelembutan\, koneksi dengan siklus alam dan tubuh\, serta kekuatan dalam dirinya. \nKoreografer: Siti Alisa | Manager Produksi: Korinta Cynthia | Penata Artistik: Suyatno | Penata Musik: Rizki Azasi | Penata Lampu: Fajar Okto | Penari: Karina Larosi\, Rachel Lucia\, Dhania Shelomita\, Prita Hutagalung \nSiti AlisaSiti Alisa adalah seniman tari independen yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari balet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelar Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada 2017. Read more\nLawatariLawatari dibentuk dari gabungan dua kata – lawat dan tari. Gabungan ini mewakili gagasan Indonesian Dance Festival (IDF) untuk terhubung dengan pegiat seni pertunjukan di luar Jakarta melalui pementasan karya. Diadakan dalam kolaborasi dengan mitra lokal\, program ini membawa semangat berkunjung dan mengenal konteks di area-area yang disambangi. Lawatari diadakan di Makassar\, Padang Panjang\, dan Yogyakarta sebagai bagian dari seri program Road to IDF 2024. \nTentang Lawatari
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/in-cycle/
LOCATION:Studio Banjarmili\, Studio Banjarmili\, Kradenan\, Banyuraden\, Gamping\, Sleman Regency\, Yogyakarta\, Daerah Istimewa Yogyakarta\, 55293\, Indonesia
CATEGORIES:Lawatari Yogyakarta
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/01/COMP-Banner-Website-Desktop-Pertunjukan-D2.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241102T180000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241102T210000
DTSTAMP:20260405T041225
CREATED:20241001T192350Z
LAST-MODIFIED:20241110T171433Z
UID:12400-1730570400-1730581200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Bedhaya Hagoromo
DESCRIPTION:Bedhaya Hagoromo adalah kombinasi dua bentuk seni klasik: tari bedhaya Jawa dan pertunjukan noh Jepang. Rumusan karya ini terbentuk ketika Didik menemukan adanya kesamaan cerita pada tari klasik Jawa dan Jepang\, yaitu legenda Jaka Tarub. Bersama dengan Richard Emmert dan Akira Matsui\, karya ini berusaha menjahit unsur-unsur estetika pada tari bedhaya dan tari noh untuk menunjukkan keterhubungan sekaligus keunikan antar-budaya. Selain koreografi\, peleburan dua tari klasik ini juga dilakukan melalui permainan musik gamelan tradisi bercorak Yogyakarta-Solo dan tetabuhan khas noh\, kostum bedhaya dengan topeng dan kipas noh\, dan elemen estetika lainnya. Dengan pengalaman dan referensi mendalam dari ketiga kolaborator\, Bedhaya Hagoromo menunjukan bagaimana budaya gender direpresentasikan dan dinegosiasikan dalam konteks pertunjukan transnasional\, serta mengelaborasi isu-isu budaya yang lebih luas tentang inovasi\, kolaborasi\, perjuangan kelas dan identitas\, lokasi budaya dalam pertunjukan\, serta politik representasi. \nCredits:\nChoreographer: Didik Nini Thowok\nMaster Noh: Richard Emmert\, Akira Matsui\, John Ogleeve\nComposer: Alex Dea\nChoreography Consultant: B.R.Ay Yudonegoro \nDidik Nini ThowokMaestro tari\, ikon budaya\, dan komedian terkemuka Indonesia. Selain mempelajari tari lintas gender sejak kecil\, ia juga belajar dari banyak maestro tari tradisional Indonesia. Ia sempat mendalami drama nihon buyō dan noh di Jepang\, tari Bharatanatyam di India\, dan flamenco di Spanyol. Ia juga merupakan pendiri sekolah tari LPK Natya Lakshita (1980) dan Didik Nini Thowok Entertainment. Read more\nAkira MatsuiGuru-aktor utama noh klasik di Kita School. Lahir pada 1946 di Wakayama\, ia mulai mempelajari noh dan memerankan anak-anak pada umur tujuh. Sempat pergi ke Tokyo untuk menjadi “cantrik” pada Kita Minori\, generasi ke-15 kepala Kita School dan kembali menetap di Wakayama sejak usia 21 hingga sekarang. Matsui telah aktif mengajar selama 45 tahun dan pentas di lebih dari 25 negara. Read more\nRichard EmmertProfesor Pertunjukan Asia di Universitas Musashino dan instruktur noh bersertifikat di Kita School. Lahir di Amerika\, ia belajar\, mengajar\, dan mementaskan drama noh klasik di Jepang sejak 1973\, dan memimpin Noh Training Project di Bloomsburg (US) selama 20 tahun. Ia menyutradarai Noh Training Project di Tokyo dan Inggris. Emmert telah memimpin proyek pertunjukan noh di seluruh dunia dan menggubah/menyutradarai/mementaskan sebelas lakon noh berbahasa Inggris. Ia adalah pendiri dan direktur artistik Nohgaku Theater. Read more\nJohn OgleeveSeniman teater yang berkecimpung dalam noh sebagai praktisi dan peneliti. Saat ini ia dalam proses meraih gelar doktor di University of Hawaii dan meneliti para pemain nohgaku di luar dunia noh dan di panggung internasional. Ia adalah pendiri dan Direktur Pengembangan Theatre Nohgaku\, tempat ia bekerja secara ekstensif baik di atas maupun di luar panggung. Read more\nAlex DeaKomposer dan peneliti Tionghoa kelahiran Amerika dengan gelar Ph.D. Etnomusikologi dari Wesleyan University spesialisasi musik gamelan Jawa dan anggota Young’s Theatre of Eternal Music. Sejak 1992\, ia mendedikasikan waktunya secara penuh pada etnografi dan penelitian di Surakarta dan Yogyakarta\, Indonesia. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/bedhaya-hagoromo/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-Bedhaya-Hagoromo-Didik-Nini-Thowok.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T103000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241005T115859Z
LAST-MODIFIED:20241110T173839Z
UID:12741-1730624400-1730629800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Argentine Tango & Gender Roles
DESCRIPTION:Pada lokakarya ini\, Dashing Theater akan menggunakan gaya tango Argentina sebagai fokus utama pertukaran pengetahuan. Dalam gaya tari ini\, lazimnya penari perempuan harus memusatkan beban mereka pada penari laki-laki atau pasangannya\, yang memimpin arah spasial tarian. Dinamika ketergantungan dan gerakan ini mencerminkan peran gender tradisional dalam masyarakat Taiwan. Koreografer Huang Huai-Te dan Tsou Ying-Lin sengaja memperbolehkan penari tango Argentina perempuan untuk kembali menjadi pusat diri mereka sendiri dan menari solo\, menunjukkan bahwa perempuan di Taiwan secara bertahap memperoleh otonomi di tengah perubahan sosial. Selain menukarkan pengetahuan soal gerak dan tubuh\, lokakarya ini juga akan menjadi sesi berbagi tentang perspektif peran gender di dan perkembangannya di masing-masing latar budaya peserta. \nKelas terbuka untuk UMUM dengan syarat:\n– Usia 15+\n– Mempunyai sepatu hak tinggi \nHuang Huai-TeHuang Huai-Te adalah penari dan koreografer\, pendiri Dashing Theater. Lewat Dashing Theater\, ia ingin menciptakan kesan memikat melalui tari dengan memadukan memori sejarah dengan isu-isu kontemporer di Taiwan. Huang menaruh perhatian pada cara menghubungkan masyarakat dengan tari\, serta bagaimana membuat mereka peduli kepada isu sosial melalui tari. Sebelum Dashing Theater didirikan pada tahun 2020\, Huang adalah seorang penari dan koreografer di Horse Dance Theater. Ia juga merupakan koreografer tetap untuk Cloud Gate 2 pada tahun 2015 dan 2017. Read more\nTsou Ying-LinSeniman lepas asal Taiwan\, sempat menari di Cloud Gate Dance Theatre\, dan pengajar tari. Ia mengeksplorasi hubungan dialektis antara pengalaman pertunjukan dan intensi dalam batin\, mencari kebebasan dari kesatuan tubuh. Ia mendedikasikan dirinya untuk penciptaan\, pertunjukan\, perkembangan tubuh\, dan pendidikan tari. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/argentine-tango-gender-roles/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Argentine-Tango-and-Gender-Roles-Huang-Huai-Te-Tsou-Ying-Lin.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T110000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T123000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241005T083915Z
LAST-MODIFIED:20241110T173935Z
UID:12733-1730631600-1730637000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Bedhaya Hagoromo: Navigating an Intercultural Collaboration
DESCRIPTION:Pada lokakarya ini\, maestro tari Didik Nini Thowok akan berbagi pengalaman dan proses kreatif di balik karya monumentalnya Bedhaya Hagoromo. Dalam karya yang menyoroti kolaborasi antara budaya Jawa dan Jepang ini\, banyak hal yang bisa dipelajari dalam berbagai lapisan prosesnya. Mulai dari perumusan konsep karya\, pertemuan filosofi kedua budaya yang berbeda\, hingga pilihan-pilihan artistik maupun teknis untuk membangun keutuhan suara sang seniman. Peserta juga akan diajak mencicipi teknik tari Jawa dan Jepang yang dipertemukan dalam tubuh penari di karya ini. Dari karya Bedhaya Hagoromo sebagai studi kasus\, peserta juga akan terlibat dalam dialog untuk menyelami seluk beluk\, rahasia dapur\, dan strategi Didik Nini Thowok dalam menavigasi perjalanan karya-karyanya yang banyak melibatkan kolaborasi antar budaya. \nPeserta diharap membawa kipas polos yang akan dipakai saat lokakarya. \nDidik Nini ThowokMaestro tari\, ikon budaya\, dan komedian terkemuka Indonesia. Selain mempelajari tari lintas gender sejak kecil\, ia juga belajar dari banyak maestro tari tradisional Indonesia. Ia sempat mendalami drama nihon buyō dan noh di Jepang\, tari Bharatanatyam di India\, dan flamenco di Spanyol. Ia juga merupakan pendiri sekolah tari LPK Natya Lakshita (1980) dan Didik Nini Thowok Entertainment. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/bedhaya-hagoromo-navigating-an-intercultural-collaboration/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Tari-Truno-Didik-Nini-Thowok.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241103T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241103T210000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241001T193811Z
LAST-MODIFIED:20241110T171716Z
UID:12426-1730662200-1730667600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:RIDDEN
DESCRIPTION:Diterjemahkan menjadi “ditunggangi” dalam bahasa Indonesia dan ‘憑依 /Hyoui’ dalam bahasa Jepang\, “Ridden” diasosiasikan dengan roh atau hantu–kehadiran tak kasat mata yang dirasakan. Seperti seseorang yang ditunggangi energi asing setelah pergi ke wilayah tak dikenal. Dalam Ridden (2024)\, Leu Wijee merefleksikan proyek penelitian jangka panjangnya sejak tahun 2018 tentang manusia dengan lingkungan dalam kaitannya dengan pasca bencana alam. Menggunakan jejak personal dan kolektif sebagai titik tolak\, Ridden merupakan pertunjukan indrawi yang menampilkan dan membicarakan “kondisi” antara kehancuran dan pembaharuan; kekangan dan kemampuan; ketahanan dan pemulihan; pemberontakan dan bisikan; kesiapan dan paksaan; pembersihan dan pemendaman; serta kesiapan dan harapan; atau secara sederhana apa yang Leu sebut “antara bencana dan tari”. \nCredits:Concept\, Choreography\, Scenography: Leu WijeeCo-research and collaborator: Mio IshidaPerformers: Bade Kurniawan\, Dani Budiman\, Leu Wijee\, Mio Ishida\, Rheza OktaviaProducer: wijeesworksCo-produced: Indonesian Dance Festival and Japan Foundation JakartaOrganized by: Indonesian Dance Festival and wijeesworksSuper Supporters: Jakarta Arts Council\, Jakpro\, Jakarta International Contemporary Dance Festival\, Japan Foundation Jakarta\, Kobalt Works and Toko Seniman \n*The development of artistic research for this performance has been supported by Jakarta Arts Council\, Jakpro\, Jakarta International Contemporary Dance Festival\, Japan Foundation Jakarta\, Kobalt Works\, Toko Seniman and Indonesian Dance Festival as part of evening performance of Indonesian Dance Festival (2024)\, Toko Seniman as part of Dalam Seniman artist in residence (2024)\, the Taipei Performing Arts Center as part of the ADAM – Asia Discovers Asia Meeting for Contemporary Performance / Kitchen in (2023)\, Taitung County Government as part of the Taitung Fringe Festival (2023)\, Ministry of Education\, Culture\, Research and Technology of Indonesia as part of Ngetest (2023)\, Indonesian Dance Festival in collaboration with Japan Foundation Jakarta as part of the Kampana of Indonesian Dance Festival (2022)\, Asia Performing Arts Farm as part of workshop Farm-Lab Exhibition Tokyo 2021\, Salihara Arts Center as part of Helatari (2021)\, and Jakarta Arts Council as part of Upcoming Choreographer VS Koreografi Tari (2020). \nAcknowledgement: Alice Hui-Sheng Chang\, Baden Hitchcock\, Chun Lao and Family\, Dennis Lin\, Dino Kaleb\, Helly Minarti\, Iksam Djorimi\, Jecko Siompo\, Joned Suryatmoko\, Josh Marcy\, Kevin Julianto\, Kifkifu\, Osamu Shikichi\, Pasifik\, Sikola Mombine\, Syanindita Prameswari\, Viktor Schramek and WeiLing Hung. \nLeu WijeeSeniman otodidak\, penari\, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera\, ruang\, suara\, dan lainnya)\, serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya. Read more\nMio IshidaAktor dan penari yang tinggal di Tokyo dan Chigasaki\, Jepang. Lulus dari program teater dan tari di JF Oberlin University College dan mempelajari contemporary colloquial theater. Mio menciptakan karya-karya yang berfokus pada hubungan antara tubuh manusia dan benda-benda. Ia terpilih di Program for Future Dancers (2021-2022) oleh Tokyo Arts Festival\, tampil di Indonesian Dance Festival (2022)\, ADAM (Kitchen\, 2023) dan Taitung Fringe Festival (2023) di Taiwan. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/ridden/
LOCATION:Salihara Arts Center\, Jl. Salihara No.16\, Ps. Minggu\, Kec. Ps. Minggu\, Jakarta Selatan\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 12520\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2023/04/Leu-Wijee-Tubuh-paska-Bencana-dan-yang-Menyertainya-01.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20241104
DTEND;VALUE=DATE:20241106
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241003T090019Z
LAST-MODIFIED:20241019T045753Z
UID:12621-1730678400-1730851199@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Choreographic Intrusion
DESCRIPTION:Seperti kejutan atau mimpi\, koreografi ini mencuat di antara gerak hip-hop\, butoh\, dan ritme tari kontemporer yang hadir secara tak terduga. Diciptakan tahun 2020 di Prancis\, pertunjukan 30 menit ini dirancang untuk ditampilkan secara in situ –diciptakan ulang di setiap lokasi dengan melibatkan lebih banyak penampil lokal dan menonjolkan kemampuan mereka\, baik kosagerak hip hop maupun kontemporer. Kosakata gerakan yang unik\, kuat\, dan puitis inilah yang menjadi semangat utama dari tarian hip-hop sang koreografer\, yang diimbangi oleh tarian kontemporer dan tradisional Thailand dan Laos tempat asal sang koreografer. Karya ini telah ditransmisi di Paris dan ditampilkan di berbagai ruang publik\, dan sedang berusaha ditransmisikan ke Asia hingga kini. Karya ini menuntut penari untuk beradaptasi dengan lingkungan\, berinteraksi dengan penonton\, dan menciptakan dimensi baru di berbagai ruang hidup. \nSenin\, 04 November & Selasa\, 05 November 202415:00 – 15:35 WIB | Institut Kesenian Jakarta \nPertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum tanpa reservasi. Ikuti @indonesiandancefestival di instagram untuk informasi terbaru mengenai lokasi tepatnya. \nCredits:Artistic Direction and Choreography: Olé KhamchanlaDancers: DANCERS NEED TO BE ADDEDMusic Direction: Mathieu ValletCostume Designer: LychEEProduction: Compagnie KHAM \nSupports in 2017 : Communauté de Communes de Porte DrômArdècheSupports in 2020 : Drac et Région Auvergne Rhône Alpes\, Département de la Drôme\, Pôle Pik à Bron\, Lux SN Valence\, Baron de BayanneSupport 2024: Institut français d’Indonésie\, Indonesian Dance Festival\, Institut Kesenian Jakarta \nOlé KhamchanlaLahir di Laos\, tumbuh di Prancis dan berjumpa dengan hip hop pada 1990. Mendalami tari hip hop bersama banyak koreografer di Prancis\, lalu menemukan akar kembali di tari tradisional Thailand dan Laos yang memperkaya bahasa tarinya. Pada 2010\, Ole menginisiasi Fang Mae Kong (Listen to The Mekong)\, festival tari internasional di Laos. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/choreographic-intrusion/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Situs Spesifik
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Site-Specific-Performance-Choreographic-Intrusion-Ole-Khamchanla.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T110000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241005T124039Z
LAST-MODIFIED:20241110T174020Z
UID:12762-1730712600-1730718000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Improvisasi: Ekspresi Budaya hingga Antar Spesies
DESCRIPTION:Lokakarya ini akan memperkenalkan pendekatan improvisasi Marrugeku untuk mewujudkan ekspresi sosial\, budaya\, pribadi\, dan antarspesies demi mengembangkan gestur tari dan teater yang baru. Dengan mengolah gerakan\, cerita\, latar belakang budaya\, dan pengalaman milik masing-masing peserta\, Marrugeku akan berbagi pendekatan untuk pengembangan konsep\, koreografi\, dramaturgi\, dan komposisi interdisipliner. \nKelas ini terbuka untuk PENARI/ AKTOR dari semua gaya dan latar belakang. \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nMarrugekuMarrugeku adalah kelompok tari adat dan antarbudaya profesional yang berbasis di Broome\, komunitas terpencil di sebelah utara Australia Barat. Menggabungkan tari\, dongeng\, seni instalasi\, video\, lagu\, dan tutur lisan\, produksi Marrugeku diciptakan bersama dengan seniman dari berbagai latar belakang dan bentuk seni. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/improvisasi-ekspresi-budaya-hingga-antar-spesies/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Masterclass-Marrugeku.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T113000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T130000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241005T123153Z
LAST-MODIFIED:20241110T174108Z
UID:12756-1730719800-1730725200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Remix 3: Powerstation/Arus
DESCRIPTION:Dalam kelas ini\, koreografer dan penari Leu Wijee\, akan berbagi penemuan/penelitian gerakan terbarunya yang ia sebut Powerstation/Arus. Peserta akan diajak memahami bagaimana Leu Wijee mengorganisir gerakan-kata-energi berkesinambungan\, bekerja dengan skor\, serta waktu-ruang dalam pikiran-tubuh. Ini seperti sebuah power station (stasiun energi) yang ketika diaktifkan dengan satu alasan tunggal\, akan meregenerasi kemungkinannya memproduksi bentuk dan kata yang tak terbatas. Pada kelas selama 90 menit ini\, gerakan dan kata-kata telah dikoreografikan dan akan membantu peserta untuk memahami keseluruhannya\, termasuk inspirasinya. \nKelas terbuka untuk UMUM \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nLeu WijeeSeniman otodidak\, penari\, dan koreografer yang tinggal di Palu dan Jakarta. Ia mendeskripsikan pendekatan yang ia sebut “antara bencana dan tari” sebagai cara menciptakan ide. Riset dan praktik artistiknya bertumpu pada eksplorasi pada jejak personal dan kolektif. Bahasa geraknya cenderung minimalis dan tanpa henti. Ia menggunakan koreografi sebagai eksperimen untuk menghidupkan banyak hal (indera\, ruang\, suara\, dan lainnya)\, serta melihat segala yang bergerak beresonansi dengan praktiknya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/remix-3-powerstation-arus/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Masterclass-Remix-3-PowerstationArus-Leu-Wijee.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T153000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241030T124611Z
LAST-MODIFIED:20241030T175455Z
UID:13087-1730727000-1730734200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Gender Mistis di Dalam Lintasan Panggung Seni dan Kehidupan Sehari-hari
DESCRIPTION:Panel:\nDidik Nini Thowok\nIshvara Devati\nJoned Suryatmoko\nRiver Lin  \nModerator:\nLinda Mayasari  \nKarya tari yang menampilkan ekspresi gender di luar batasan biner sering kali dibingkai sebagai bentuk ekspresi artistik yang terkait dengan isu-isu kesetaraan dan hak asasi manusia. Kepentingan pasar seni pertunjukan internasional seringkali menyederhanakan kompleksitas lapisan budaya\, hubungan kekuasaan\, dan ekonomi politik dari karya-karya ini agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Di satu sisi\, pendekatan ini dapat memperkuat gerakan dan kesadaran terkait gender dan keadilan sosial dalam masyarakat. Namun di sisi lain\, pengabaian terhadap kompleksitas karya ini mereduksi subjek menjadi kategori tertentu dan mencerabut ekspresi artistik dari konteksnya. \nHal ini menyebabkan karya-karya tersebut kehilangan potensinya sebagai sumber pengetahuan kritis tentang pengalaman tubuh dan budaya dari konteks tertentu\, dan malah memperkuat eksotisasi terhadap Liyan. Sesi diskusi ini akan membahas sejumlah pertanyaan terkait bagaimana festival seni pertunjukan dapat mengantisipasi tantangan ini\, serta bagaimana membuka ruang pemahaman yang lebih luas bahwa non-biner bukan hanya bentuk ekspresi\, tetapi juga perspektif kritis untuk memahami realitas sosial dalam kaitannya dengan dinamika kekuasaan\, ras\, dan kelas. \nTidak perlu reservasi. Langsung daftarkan diri di tempat.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/gender-mistis-di-dalam-lintasan-panggung-seni-dan-kehidupan-sehari-hari/
LOCATION:Institut Kesenian Jakarta\, Komplek Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Dance-Talks-The-Mythical-Gender-in-The-Intersection-of-Artistic-Stage-Daily-Life-scaled.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T170000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241001T203851Z
LAST-MODIFIED:20241110T172209Z
UID:12495-1730736000-1730739600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:The Singer
DESCRIPTION:The Singer menggabungkan teater\, musik vokal\, kerajinan\, dan gerakan. Karya ini merenungkan tubuh trans sebagai suaka bagi situasi feminin yang sulit dan memori queer\, yang melalui jahitan dan lagu\, bermetamorfosis menjadi premis penceritaan Cadag yang radikal: perempuan yang menjahit rasa sakitnya adalah perempuan sama yang menyanyikan kebebasannya. Sebagai The Singer sendiri\, Cadag melantunkan trauma antargenerasi yang menyulam kebenaran perempuan sekaligus menceritakan silsilah penyembuhan yang terkandung dalam repertoar pembuatan seni femininnya. Menampilkan dua tokoh ciptaannya Vera Maningning (verus-Latin: benar; ningning-Tagalog: cahaya)\, seorang perempuan berpakaian renda putih yang bernyanyi dalam suasana tertentu; dan Munimuni (Tagalog: introspeksi)\, boneka miniatur yang merupakan avatar Vera sendiri. Dua karakter ini membawa refleksi berlapis soal penjelmaan trans feminim pada peran-peran perempuan\, Cadag menawarkan sebuah metodologi trans penciptaan yang mengukuhkan –dalam istilah paling manusiawi– cara bertahan hidup feminin. \nCredits:\nChoreographer & Dancer: Bunny Cadag\nCreative Assistance: Micah Sofia Pinto & Rasa Alksnyte\nText: Jaya Jacobo\nSound Designer: Pablo Lilienfeld \nBunny CadagSeniman multidisiplin trans feminin kelahiran Filipina\, 1991. Karyanya berada di persimpangan dan transisi antara teater\, film\, pertunjukan\, dan seni instalasi. Risetnya berfokus pada pluralitas gender pre-kolonial\, ritual menyanyi tradisional\, praktik penyembuhan\, dan kesetaraan gender. Pertunjukannya seringkali bersifat partisipatoris dan berbasis komunitas\, mengamplifikasi suara kelompok marjinal dalam komunitas lebih luas. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/the-singer/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-The-Singer-Bunny-Cadag-update.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241104T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241104T210000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241001T194637Z
LAST-MODIFIED:20241110T171800Z
UID:12433-1730748600-1730754000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:This is not a dance
DESCRIPTION:Di Iran\, kegiatan menari secara resmi dilarang sejak dimulainya Revolusi Islam. Seluruh kelompok tari dipaksa menghentikan kegiatan mereka dan banyak penari dan koreografer yang melarikan diri ke luar negeri. Mereka yang masih tinggal di sana harus sangat pandai mencari akal untuk tetap menghidupi bentuk seninya. Dalam This is not a dance\, Nastaran membawa suara koreografer dan penari yang tinggal di Iran ke atas panggung –sebuah pertunjukan yang berhadapan dengan sensor. Apa yang bisa ditampilkan\, apa yang harus tetap disembunyikan? Bagaimana mereka menghadapi larangan menari? Bagaimana mereka menjalankan profesi mereka\, bahaya apa yang mereka hadapi\, kebebasan apa yang mereka perjuangkan? \nThis is not a dance adalah penghormatan kepada tubuh yang ingin bergerak. Penghormatan kepada seni yang harus dibuat\, dengan cara\, bentuk\, atau rupa apa pun. \nCredits:Concept\, direction\, acting: Nastaran Razawi KhorasaniScenography\, video: Peter van TilMusic: Joost MaaskantLight: Minna TiikkainenDramaturgy: Aukje VerhoogCostume: Rebekka WörrmanProduction by Theater Rotterdam \nNastaran Razawi KhorasaniPenampil\, pembuat teater\, dan aktris lulusan Maastricht Institute of Performative Arts. Dalam pertunjukan dokumenternya\, ia ingin berbagi panggung dengan mereka yang selama ini tak didengar\, membuka akses\, dan menciptakan perspektif baru. Pertunjukannya Songs for no one dua kali menerima penghargaan BNG Bank Theater (2020-2021)\, penghargaan di Festival Teater Flemish 2022\, dan Theater der Welt di Frankfurt-Offenbach tahun 2023. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/this-is-not-a-dance/
LOCATION:Teater Luwes\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Pertunjukan Malam
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Pertunjukan-Malam-This-is-not-a-dance-Nastaran-Razawi-10-09.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T110000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241020T145309Z
LAST-MODIFIED:20241110T174141Z
UID:13026-1730799000-1730804400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Tubuh Sebelum Gagasan
DESCRIPTION:Sepanjang pengalaman Pythos Harris dalam dunia tari\, ia mengamati banyak koreografer maupun penari melewatkan satu langkah penting dalam kepenarian: olah tubuh. Bagi Pythos\, olah tubuh adalah fase krusial bagi seorang seniman tari untuk memahami pola-pola gerak dan menguasai tubuh sendiri. Dalam lokakarya ini\, Pythos mengajak peserta untuk melakukan eksplorasi gerak\, menemukan pola masing-masing tubuh\, teknik-teknik dasar melantai\, akrobat\, dan mengembangkan pemanasan tubuh sesuai dengan situasi tubuh tiap peserta. \nLokakarya ini mengajak peserta mempelajari satu prinsip penting menjadi seorang penari: mengenali tubuh sendiri. Penguasaan terhadap tubuh akan membuat anatomi koreografi lebih matang dan menjamin kesiapan tubuh menerima beragam gagasan\, data\, juga intensi dalam tahap penciptaan karya apapun selanjutnya. \nKelas ini terbuka untuk UMUM \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nPythos HarrisKoreografer dan penari asal Papua yang sejak kecil telah berlatih tari tradisional dan sosial Papua. Bersama kelompok tarinya\, Freedom Squad\, ia sukses mewakili Indonesia ke berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional\, salah satunya Gatsby Dance Competition di Jepang tahun 2009 Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/tubuh-sebelum-gagasan/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Tubuh-Sebelum-Gagasan-Pythos-Harris.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T113000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T130000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241005T130026Z
LAST-MODIFIED:20241110T174216Z
UID:12778-1730806200-1730811600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Hibridisasi & Pembauran: Teknik hingga Organik
DESCRIPTION:Di kelas ini\, Olé akan membagi teknik\, kosagerak\, metode kerja\, dan proses kreatif koreografer untuk mengeksplorasi penelitian artistik milik peserta sendiri. Sesi pemanasan sebagai kelanjutan latihan akan dilakukan peserta bersama koreografer untuk menyiapkan tubuh dan jasmaniah tarian\, sekaligus menandai dimulainya proses penelitian artistik. Olé akan mentransmisikan gerakan dari berbagai teknik yang menempa tariannya (hip hop\, kontemporer\, dan tradisional Asia Tenggara) dan titik temu yang menonjolkan kosageraknya. Melalui berbagai latihan teknik dan momen improvisasi\, ia menawarkan pendekatan eksperimental terhadap keadaan tubuh dan energi yang ia jelajahi\, juga metode kerjanya untuk menciptakan karya dari kosageraknya sendiri. Lokakarya akan ditutup dengan karya komposisi kelompok yang dibuat dari bahan-bahan yang dieksplorasi bersama. \nKelas terbuka untuk PENARI/PROFESIONAL dengan syarat:\n– Telah melakukan latihan fisik rutin\n \n📍 Studio Tari Besar\, Taman Ismail Marzuki \nOlé KhamchanlaLahir di Laos\, tumbuh di Prancis dan berjumpa dengan hip hop pada 1990. Mendalami tari hip hop bersama banyak koreografer di Prancis\, lalu menemukan akar kembali di tari tradisional Thailand dan Laos yang memperkaya bahasa tarinya. Pada 2010\, Ole menginisiasi Fang Mae Kong (Listen to The Mekong)\, festival tari internasional di Laos. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/hibridisasi-pembauran-teknik-hingga-organik/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Masterclass
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-PE-Masterclass-Hibridasi-Pembauran-Teknik-hingga-Organik-Ole-Khamcanla.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241105T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241105T153000
DTSTAMP:20260405T041226
CREATED:20241030T124635Z
LAST-MODIFIED:20241030T175624Z
UID:13100-1730813400-1730820600@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Mengelola Lahan Subur bagi Pertumbuhan Talenta Seni Tari
DESCRIPTION:Panel:\nJoseph Lee\nKeni K.Soeriaatmadja\nJosh Marcy\nDr. Restu Gunawan M.Hum \nModerator:\nMuhammad Abe\n \nDalam dunia seni tari\, pengembangan kreativitas membutuhkan lahan subur yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan seni yang berkelanjutan. Lahan subur ini tidak hanya mencakup fasilitas fisik dan infrastruktur yang memadai\, tetapi juga dukungan mental\, sosial\, dan budaya yang mampu memfasilitasi eksplorasi artistik yang inovatif. Diskusi ini akan mengupas bagaimana menciptakan dan mengelola ekosistem yang kondusif bagi perkembangan praktisi seni tari\, dengan memberikan perhatian pada kebutuhan mereka untuk menghasilkan karya-karya yang kuat secara artistik\, sekaligus berkontribusi dalam produksi pengetahuan\, transformasi sosial\, dan pemajuan budaya. Selain itu\, diskusi ini akan mengeksplorasi peran berbagai pihak—pemerintah\, institusi budaya\, komunitas seni\, hingga industri kreatif—dalam menciptakan peluang yang relevan dengan konteks lokal. Topik ini juga akan menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk membuka akses yang lebih luas bagi para praktisi seni\, dengan mempertemukan sudut pandang dan pengalaman praktik dari Indonesia serta wilayah Asia lainnya. \nTidak perlu reservasi. Langsung daftarkan diri di tempat.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/mengelola-lahan-subur-bagi-pertumbuhan-talenta-seni-tari/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2024",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2024/10/2024-FI-Dance-Talks-Managing-Fertile-Grounds-for-the-Growth-of-Dance-Talents-scaled.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR